Menantu Terbuang Yang Kaya

Menantu Terbuang Yang Kaya
Episode 12 Racun


__ADS_3

"apa kamu masih percaya dengan omongan keluargamu" ucap Leon sambil menyerahkan sebuah kertas kepada Leon.


"lihat dan bacalah dengan baik. Kakekmu bukan meninggal bukan karena penyakit tapi karena dia telah di racuni" ucap Leon yang membuat Evelin kaget dan tak percaya.


"Kenapa bisa begini?" ucap Evelin tak percaya.


"ketika kakekmu meninggal aku mulai curiga karena sebelumnya aku pernah memeriksa kondisi Kakekmu dan ternyata Kakekmu baik-baik saja"


"dan saat kematian Kakekmu aku mulai menyelidiki hal tersebut dan aku pun menyuruh dokter kenalanku untuk memeriksa teh yang sering Kakek kamu minum"


"dan benar saja teh yang sering diminum Kakekmu ternyata mengandung sebuah racun dan racun itu bisa membuat Orang tersebut mati"


"awalnya racun itu bisa menyerang jantung kemudian ketika sudah lama mengonsumsinya maka jantung akan semakin parah dan menyebabkan kematian"


"jika kamu tahu Kakek keracunan kenapa kamu tidak mencegahnya."


"aku sudah memberitahu kamu bahwa kamu harus hati-hati dengan Pelayan pribadi yang di bawa Baron tapi kamu malah tidak percaya denganku ketika aku ingin melihat kondisi Kakekmu dan mengobati Kakekmu kamu malah mengusirku bagaimana bisa kamu menyalahkanku" ucap Leon.


"maaf......maafkan aku Leon seharusnya dulu aku percaya denganmu seharusnya aku dulu tidak mengusir kamu seharusnya aku membiarkan kamu memeriksa kondisi Kakek."


"aku benar-benar menyesal seharusnya aku mendengar apa yang di katakan kakekku seharusnya aku percaya denganmu"


"nasi sudah menjadi bubur tapi demi Kakekmu aku akan melindungi kamu dari Baron dia sekarang sedang mengumpulkan rencana jahat untukmu"


"lalu apa yang harus aku lakukan"


"kita akan menjebak dia mengakui perbuatannya bahwa dia telah membunuh Kakekmu"


"tapi bagaimana caranya bukankah Baron adalah orang yang licik dia pasti tidak akan mengakui perbuatannya justru dia akan membalikan sebuah fakta"


"tenang saja aku akan membantumu mengalahkan Baron bukankah sebentar lagi adalah Pesta ulang tahun nenekmu lalu saat ulangtahun nenekmu aku akan membantumu mengungkapkan kejahatan Baron" ucap Leon.


"terimakasih Leon tapi aku tidak butuh bantuanmu biarkan saja aku yang mengungkapkan sendiri kejahatan Baron"


"apa kamu yakin dengan hal itu"


"aku yakin bisa melakukannya sendiri"


"baiklah jika kamu ingin melakukannya sendiri aku tidak akan memaksamu tapi aku akan membantu kamu untuk menyelidiki informasi tentang Baron setelah itu kamu bisa melakukannya sendiri."

__ADS_1


"baik aku setuju"


ini baru pertama kali Evelin berbicara dengan Leon dengan santai dulu saat dirinya berbicara dengan Leon dia bahkan tidak memperdulikan Leon sama sekali.


"oh ya lalu bagaimana dengan kondisi adikmu apa dia baik-baik saja"


"dia sekarang baik-baik saja aku mengucapkan terimakasih karena telah menyelamatkan adikku pada saat itu dan seharusnya aku mempercayai perkataan kamu"


"sudahlah aku tidak peduli lagi pula adikmu sudah baik-baik saja."


Saat Leon sedang berbincang-bincang dengan Evelin dan Xenia tiba-tiba Emilia berteriak memanggil dirinya Leon pun langsung turun ke bawah karena mendengar teriakan Evelin.


"Leon siapa yang berteriak tadi apa ada wanita lain di rumah ini" ucap Evelin.


"dia adalah Emilia" ucap Leon lalu langsung berjalan turun ke bawah.


"Emilia? apa dia wanitanya Leon" gumam Emilia.


"nona kamu pasti berpikiran bahwa nona Emilia adalah wanitanya bos kan?" ucap Xenia.


"memangnya siapa Emilia itu apa dia wanitanya Leon"


"lalu siapa yang tadi berteriak memanggil dia dengan sebutan kakak" ucap Evelin dengan penasaran.


"dia adalah Nona Emilia adik kandung dari Nona Lizzy Leon telah menganggap nona Emilia sebagai adik kandungnya sendiri"


"Emilia? adiknya nona Lizzy"


"Sebelum kematiannya Lizzy berpesan pada Leon untuk menjaga adiknya saat Nona Emilia mengetahui bahwa kakaknya telah tiada Emilia pun menjadi sangat depresi dan tidak ingin bertemu dengan siapapun bahkan ketika dia bertemu dengan seseorang dia pasti akan melukai orang itu atau dia akan melukai dirinya sendiri tapi sekarang kondisinya baik-baik saja tapi ketika dia bertemu dengan orang lain selain Leon dia akan ketakutan."


"lalu berapa umur Nona Emilia?" ucap Evelin.


"dia masih berumur delapan tahun bahkan aku merasa sangat kasihan dengan Nona Emilia di umur segitu seharusnya dia bisa bermain dengan anak-anak tapi karena kondisi kesehatannya dia harus tetap berada di rumah Leon pun pernah menyuruh Emilia untuk pergi ke sekolah tapi dia langsung menolaknya karena dirinya tidak ingin bertemu dengan orang asing."


Sementara itu Leon di bawah sedang menemani Emilia. "Kakak kenapa kakak lama sekali tadi" ucap Emilia dengan polos.


"maafkan kakak tadi kakak terlalu asik mengobrol dengan teman kakak"


"apa teman kakak adalah seorang wanita hingga kakak lama sekali ngobrolnya" ucap Emilia.

__ADS_1


"dari mana kamu tahu teman kakak itu wanita"


"apa itu kakak Xenia"


"iya dia kakak Xenia apa kamu ingin bertemu dengan Kak Xenia"


Emilia pun mengangguk setuju lalu Leon pun kemudian membawa Emilia ke kamar atas untuk bertemu dengan Xenia karena Emilia kira dia hanya bertemu dengan Xenia saja tapi Leon memanfaatkan Emilia untuk bisa berinteraksi dengan orang lain selain Xenia.


"Xenia Emilia ingin bertemu dengan kamu" ucap Leon kemudian Emilia pun berlari memeluk Xenia.


"Kak Xenia" ucap Emilia dengan senang.


"hei tuan putri bagaimana kabar kamu apa kamu baik-baik saja."


"kak Xenia kemana saja kamu kenapa kamu tidak menemui aku"


"maaf Nona aku ada urusan pekerjaan jadi aku baru menemui nona apa sekarang nona sudah baik-baik saja"


lalu saat dia melihat Evelin Emilia pun langsung berlari ke arah Leon kemudian dia bersembunyi di balik tubuh Leon.


"Emilia kamu kenapa?" ucap Leon.


"Kak siapa dia kenapa aku baru melihatnya" ucap Emilia sambil menunjuk Evelin.


"tenang saja dia juga teman kakak dan dia bukan orang jahat kamu pasti akan menyukainya"


lalu Emilia pun sekarang sudah tidak bersembunyi lagi di belakang tubuh Leon tapi sekarang dia memegangi tangan Leon.


"kakak apa kakak bukan orang jahat?" ucap Emilia dengan polos kepada Evelin.


"tenang saja kakak bukan orang jahat biar aku perkenalkan nama kakak Evelin kamu bisa memanggilku kak Evelin"


"na....namaku Emilia kamu bisa memanggilku Emi" ucap Emilia yang membuat Leon langsung kaget.


"Emilia sepertinya sudah menerima kamu sebagai temannya" ucap Leon.


"dari mana kamu tahu" ucap Evelin.


"karena aku telah mengenal Adikku sejak lama dan aku pun tahu ketika dia sudah bertemu dengan orang asing dia pasti akan ketakutan tapi sekarang dia malah memperkenalkan dirinya dan satu hal lagi jika dia sudah menyuruh seseorang untuk memanggilnya emi berarti Emilia sudah menerima orang tersebut." ucap Leon

__ADS_1


__ADS_2