
Sekarang giliranku untuk membunuh Kamu bukankah kamu akan senang bertemu dengan anakmu Tuan Evan.
Dor
Dor
Dor
Leon pun langsung menembak Evan Yong sebanyak tiga kali dan dia pun langsung tewas di tempat.
Leon pun kemudian langsung pergi begitu saja. mendengar bahwa Evan Yong telah mati Semua anak buah Evan Yong pun langsung lari mereka tidak bisa melawan anak buah Leon dan juga pengawal Keluarga North dan pihak militer yang membantu Evan Yong pun kini telah musnah.
Kini Leon pun langsung menuju ke mobilnya sementara Max bertemu dengan Tuan North.
"apa kamu Tuan North" ucap Max.
"Siapa kamu? kenapa kamu tahu namaku" ucap Tuan North.
"Perkenalkan saya Max saya di sini membantu Tuan untuk melawan Evan Yong dan kebetulan Evan Yong telah mati bahkan Anak buahnya pun kini sudah pergi."
"apa kamu ada hubungannya dengan orang yang selalu di panggil Bos" ucap Tuan North.
"benar sekali orang yang selalu di panggil Bos memang dia adalah Bos saya dan dia yang telah membantu Tuan melawan Evan Yong."
"lalu dimana dia sekarang aku ingin bertemu dengannya dan berterimakasih"
"Maaf Tuan Bos saya bukan tipe orang yang mau bertemu dengan orang lain tapi kata bos dia merasa senang bisa membantu anda." ucap Max.
"Jika Tuan butuh pertolongan Tuan bisa menghubungi saya atau teman saya yang selalu datang ke sini" ucap Max Kemudian melambaikan tangannya.
Max pun kini pergi dari kediaman Tuan North lalu seluruh anak buah Leon pun langsung kembali ke markas.
Kini mereka semua pun sudah berkumpul di markas.
"kita sudah membunuh orang-orang yang berhubungan dengan pihak militer dan aku saya yakin bahwa pihak militer akan mulai bergerak."
"Bos aku baru saja mendapatkan kabar Ada salah satu pihak militer akan datang ke acara lelang untuk mendapatkan gelang giok naga." ucap Zein.
"Akhirnya kita telah mendapatkan Mangsa kita."
__ADS_1
"Zein kamu cari informasi berapa orang dari pihak militer yang akan ikut dalam acara lelang tersebut."
"Baik Bos"
Kematian Mafia Black Tiger dan juga CEO CAI Corporation dan juga kematian Evan Yong telah sampai di telinga para petinggi militer bahkan Eron pun juga mendengar berita tersebut.
"Sialan siapa yang telah berani macam-macam dengan kita." ucap Pemimpin petinggi militer".
"apa ini ada hubungannya dengan musuh kita" ucap Petinggi militer lainnya.
" aku tidak tahu Tapi mereka telah berani macam-macam dengan kita." ucap Pemimpin petinggi militer.
"lalu apa yang harus kita lakukan" ucap Eron yang ikut dalam pembicaraan tersebut.
"Kita harus mencari informasi tentang musuh kita." ucap Pemimpin Petinggi militer.
"Baik Pak" ucap Eron.
Eron pun penasaran siapa orang yang berani macam-macam dengan Para militer jika Eron mengetahui hal tersebut dia berjanji akan menghancurkan kelompok tersebut.
Eron mendapatkan dukungan dari para petinggi militer karena telah mengkhianati teman-temannya bahkan dia mengorbankan kekasih dari bosnya dulu.
"Eron kamu besok datang ke acara lelang kita harus mendapatkan gelang giok naga tersebut."
ternyata para petinggi militer juga ingin mendapatkan gelang giok naga.
"Baik pak, besok saya pasti akan berangkat."
Mungkin jika Eron pergi ke acara tersebut dia bisa menemukan siapa musuhnya.
Sementara di markas Leon sedang menyusun strategi untuk bisa membunuh para petinggi militer yang datang ke acara lelang tersebut.
"Xenia kamu besok pergi bersamaku ke acara lelang sementara yang lain berjaga di luar."
"dan aku yakin ini bukan hanya petinggi militer saja yang akan datang ke acara lelang tersebut masih banyak musuh kita yang sangat menginginkan gelang giok naga tersebut."
"Siapkan tenaga kalian besok kita akan bertempur ! " ucap Leon.
"Baik Bos"
__ADS_1
Leon pun kini Pergi ke Perusahaan LZ dia ingin melihat kondisi Perusahaan tersebut karena Leon sudah lama tidak datang ke sana.
Leon pun kini melajukan mobilnya dia pergi bersama max dan juga Xenia.
di dalam perjalanan dia tidak sabar untuk menunggu hari esok dia ingin sekali membunuh salah satu dari petinggi militer hatinya sudah di penuhi dengan dendam dan juga naluri membunuh yang sangat kuat.
Max dan Xenia pun juga merasakan hawa dingin di sekujur tubuhnya padahal tidak menyalakan AC di dalam mobil.
Max dan Xenia pun sangat yakin bahwa hawa dingin tersebut adalah hawa membunuh dari bosnya.
"nampaknya bos sudah tidak sabar untuk menunggu hari esok" gumam Max.
"hawa membunuh bos sangat mengerikan sepertinya bos sudah tidak sabar untuk membunuh para bajingan tersebut"
Leon beserta max dan juga Xenia pun kini sudah sampai di kantor. Kini mereka sudah berjalan menuju ke kantor. melihat ada Para pemimpin LZ Corporation semua karyawan pun langsung menundukkan kepalanya dengan hormat.
Leon pun kini berjalan menuju ke ruangannya. Kini Leon pun sudah berada di ruangannya dan dia pun kembali bisa duduk di kursi miliknya.
"Bos turunkan hawa membunuhmu kamu bisa membuat takut para karyawan mu disini" ucap Max
"Max aku sudah tidak sabar untuk besok aku ingin sekali membunuh mereka dan aku yakin dia pasti akan datang." ucap Leon.
"dia maksud bos itu Eron" ucap Leon.
"hmm"
"dari mana kamu tahu bahwa dia akan datang ke acara lelang?" ucap Max.
"Bukankah Zein mengatakan bahwa para petinggi militer datang ke acara lelang dan aku yakin Pemimpin dari petinggi militer menyuruh Eron untuk datang ke acara tersebut. terlebih lagi Eron adalah seorang penjilat dan dia akan melakukan apapun untuk bisa menaikan jabatannya di militer." ucap Leon
"Jika dia benar-benar datang apa yang akan bos lakukan" ucap Max.
"Jika dia benar-benar datang kita bisa memanfaatkan situasi tersebut kita bisa menyerang jaringan komunikasi di tempat petinggi militer tersebut bahkan kita akan mencuri data lalu kita akan menjual data tersebut ke musuh dari para petinggi militer tersebut. lalu kita pun bisa ikut campur dan ikut memusnahkan para petinggi militer dan untuk Eron biar aku saja yang melakukannya lagi pula aku ingin sekali menyapanya." ucap Leon sambil tersenyum.
---------------------------------------------------------------------------
Keesokan harinya Leon pun kini sudah bersiap-siap bersama dengan Xenia untuk menghadiri acara tersebut. Karena Leon dan Xenia mendapatkan undangan khusus dia pun bisa duduk di kursi VIP. Leon tidak menggunakan wajah aslinya dia menggunakan sebuah topeng begitu juga dengan Xenia.
Leon pun sudah duduk di Kursi VIP dia pun melihat sekelilingnya tanpa sengaja Leon pun melihat Eron bersama para anak buahnya.
__ADS_1
"seperti yang aku duga dia datang dengan sendirinya." gumam Leon.