
itulah sebuah kata-kata yang diungkapkan oleh Evelin di dalam hatinya.
"Evelin ini mengenai sahabat kamu" ucap Leon.
"kenapa dengan sahabatku? apa kamu sudah menemukan dia?" ucap Evelin lalu Leon pun mengangguk.
"aku sudah menemukan informasi tentangnya, aku sudah tahu di mana dia sekarang?" ucap Leon.
"dimana dia sekarang? katakan padaku dimana dia?" ucap Evelin.
"dia sekarang berada di kota York, menurut informasi yang diberikan oleh anak buahku dia sepertinya telah bekerja di perusahaan CAI Corporation sebagai seorang sekretaris"
"aku kira hidupnya tidak akan baik-baik saja ternyata dia sekarang telah sukses bahkan bisa bekerja di perusahaan"
"apa yang kamu katakan tidak benar sama sekali? dia menjadi sekretaris bukan karena dia pintar atau apapun tapi karena dia telah menjadi simpanan bos dari perusahaan tersebut" ucap Leon yang membuat Evelin kaget tak percaya.
"apa yang kamu katakan dia menjadi simpanan dari bos perusahaan tersebut? aku tidak percaya bukankah dia adalah gadis yang baik kenapa bisa jadi seperti ini"
"dia melakukan ini karena terpaksa ibunya masuk rumah sakit sementara ayahnya adalah tukang mabuk dan tukang judi dia selalu pulang dengan keadaan mabuk hingga Sahabat kamu pun merasa sangat sedih melihat kedua orang tuanya seperti itu demi mendapatkan uang untuk menyembuhkan penyakit ibunya dan juga melunasi hutang judi ayahnya dia terpaksa menjadi wanita simpanan di perusahaan tersebut dan menjadi sekretaris dari bos tersebut."
mendengar penjelasan dari Leon tak terasa hatinya pun merasa sangat sedih sahabat terbaiknya sekarang telah berubah menyedihkan dulu dia sangat mengenal sahabatnya tersebut sebagai wanita yang sangat ceria sebelum dia membenci dirinya sekarang dia malah terlihat lebih menyedihkan.
"Leon bisakah kamu membantuku aku mohon padamu, tolong bantu aku" ucap Evelin.
"apa yang bisa aku bantu? apa kamu ingin aku membayar biaya pengobatan ibunya dan membuat dia keluar dari perusahaan tersebut lalu bekerja denganmu" ucap Leon.
Evelin pun hanya mengangguk perkataan dari Leon, Leon pun kemudian setuju untuk membantu Evelin.
__ADS_1
"baiklah aku akan membantumu lalu apakah kita akan ke kota York untuk menemui Sahabat kamu itu" ucap Leon.
"benar kita akan ke sana tapi sebelum bertemu dengan sahabatnya sebaiknya kita bertemu dengan ibunya terlebih dahulu aku yakin ibunya pasti di rawat di tempat yang tidak layak" ucap Evelin.
"Baiklah aku akan meminta anak buahku untuk mencari informasi di mana ibunya sahabat kamu itu dirawat di rumah sakit mana setelah itu kita akan pergi ke sana" ucap Leon.
"terimakasih Leon kamu mau membantuku" ucap Evelin.
"Sudah berapa kali kamu mengatakan terimakasih aku sangat bosan mendengarnya" ucap Leon.
"aku membantu kamu karena aku sangat salut denganmu walaupun ada kesalahpahaman di antara kalian berdua tapi kamu tetap membantunya kamu membuang ego kamu demi bisa kembali bersamaan dengan sahabatmu"
Saat Leon sedang menunggu informasi dari anak buahnya Leon pun akhirnya mendapatkan informasi bahwa ibu dari sahabatnya Evelin di rawat di rumah sakit Bintang yang ada di kota York.
"Evelin aku sudah tahu dimana dia di rawat?"
"katakan dimana dia dirawat" ucap Evelin.
Baiklah aku akan siap-siap terlebih dahulu setelah itu kita akan pergi ke sana" ucap Evelin.
"Buat apa kamu tampil lebih cantik apa kamu ingin menggoda pekerja rumah sakit yang di sana" ucap Leon.
"Kamu............" ucap Evelin marah.
mendengar hal tersebut Evelin pun marah kemudian dia pun langsung mencubit Leon tapi entah kenapa hatinya merasa sangat senang akhirnya dia bisa akrab dengan Leon dulu Evelin kira Leon adalah orang yang tidak pantas untuknya karena dia berasal dari keluarga yang kaya tapi sekarang Evelin yang tidak pantas untuknya tapi Leon tetap tidak peduli dengan itu semua walaupun Leon adalah mantan suaminya tapi Leon selalu membantu Evelin tanpa ada dendam sedikitpun Walaupun mungkin dia memiliki dendam dengan keluargaku.
"Baiklah kita akan pergi ke sana sekarang, oh ya kita pergi pakai mobilku atau pakai mobilmu" ucap Leon.
__ADS_1
"Pakai mobilku saja kamu yang nyetir mobilnya" ucap Leon.
"baik Nona Evelin" ucap Leon.
"kamu apa kamu sedang menggodaku" ucap Evelin.
"tidak aku hanya mengingat masalalu kita saat kita masih menjadi suami istri aku tidak pernah memanggil kamu sayang apalagi istriku sebaliknya aku hanya memanggil kamu nona terkadang aku berpikir apakah kita pasangan suami istri" ucap Leon sambil tertawa
"kenapa hal itu di bahas bukankah itu hanyalah masalalu tapi jika kamu mau menjadi kekasihku aku akan memanggil kamu 'sayang' atau kalau kita menikah aku akan memanggil kamu hubby" ucap Evelin.
"sudahlah kita berangkat ke sana sekarang" ucap Leon yang mengalihkan pembicaraannya"
"apakah kamu tidak khawatir dengan Emilia bagaimana kalau dia mencarimu" ucap Evelin.
"tidak apa-apa dia sudah terbiasa dengan semua itu dia sekarang sedang beristirahat karena jika dia terus beraktivitas kondisi tubuhnya jadi semakin lemah"
"kasihan sekali dia harusnya diusia segitu dia bisa bermain dengan taman sebayanya tapi dia malah harus di dalam rumah terus menerus."
"Sebenarnya dulu aku ingin mendaftarkan dia ke sekolah tapi dia tidak mau sama sekali dia tidak ingin bertemu dengan siapapun kecuali orang yang dikenalnya jika dia bertemu dengan orang asing pikirannya pasti akan kacau karena itulah aku meminta bantuanmu untuk menjadi gurunya karena dia sangat nyaman denganmu"
"Kenapa dia bisa menjadi seperti itu" ucap Evelin.
"dulu dia adalah anak yang sangat ceria tapi setelah mengetahui kematian kakaknya dia menjadi sangat depresi keadaannya pun menjadi benar-benar sangat kacau dulu saat aku datang untuk menjenguknya dia selalu melemparkan benda apapun kepadaku mungkin dulu dia sangat membenciku karena aku tidak bisa melindungi kakaknya"
"tapi setelah aku menikah denganmu aku jadi jarang bertemu dengannya karena aku takut kamu salah paham aku hanya bertemu dengannya ketika ada waktu, ya walaupun saat dia bertemu denganku dia masih membenciku tapi aku tetap berusaha agar aku bisa menjaga adiknya Lizzy karena itu adalah permintaan terakhir dia sebelum dia mati."
"apa kamu tidak merasa sangat kesal ketika kamu di benci oleh adik dari mendiang kekasih kamu itu" ucap Evelin.
__ADS_1
"buat apa aku kesal sudah sewajarnya dia sangat membenciku karena aku telah mengingkari janjinya untuk menjaga kakaknya tapi aku malah tidak bisa menempati janjinya dan membuat Lizzy mati sudah sewajarnya dia sangat membenciku"
"tapi aku terus berusaha mendekati dia hingga akhirnya dia pun mau memaafkan diriku karena itulah aku membuat janji dengan diriku sendiri aku berkata siapa pun yang berani melukai adik kesayanganku aku tidak segan-segan mengirimkannya ke neraka"