Menantu Terbuang Yang Kaya

Menantu Terbuang Yang Kaya
EPISODE 48 Sadar


__ADS_3

Sementara itu Leon dan juga Evelin masih menunggu ibunya Yuna sadar.


"Evelin apa kamu lapar" ucap Leon.


"tidak, aku tidak lapar sama sekali" ucap Evelin.


"jangan bohong! aku dengar perut kamu tadi keroncongan kamu lapar kan" ucap Leon.


"tidak, aku sedang tidak nafsu makan" ucap Evelin.


"apa kamu merasa bersalah gara-gara semua ini bukankah ini semua sudah menjadi takdir"


"aku tahu bahwa ini bukanlah kesalahanku tapi apa kamu tidak mengerti bahwa aku merasa bersalah karena aku tidak berada di sampingnya pada saat dia terluka."


"aku tidak berada di sampingnya di saat dia membutuhkan diriku"


"Sudah lah jangan menangis aku berjanji setelah ini selesai aku akan meminta dia untuk bekerjasama dengan kamu" ucap Leon.


Saat Leon dan Evelin sedang berbincang tiba-tiba tangan ibunya Yuna pun bergerak Evelin yang melihat hal tersebut langsung berteriak pada Leon.


"baiklah kamu tunggu di sini aku akan keluar untuk membelikan makanan untukmu, aku tidak ingin kamu kelaparan" ucap Leon kemudian Leon pun pergi meninggalkan ruangan tersebut dan menuju ke bawah untuk membeli makanan.


Evelin merasa sangat senang ketika mendapat perhatian kecil dari Leon dirinya tidak menyangka bahwa Leon masih peduli dengannya walaupun hubungan dia hanya sebatas mantan suami istri tapi dirinya justru merasa senang ingin rasanya dia kembali seperti dulu lagi tapi apakah Leon mau menikah dengan dirinya itulah kata yang dia ucapkan di hatinya.


Saat Evelin sedang menunggu Leon tiba-tiba tangan dari ibunya Yuna pun bergerak Evelin yang melihat hal itu pun kaget lalu dia pun memanggil dokter dan dokter pun segera masuk ke ruangan tersebut untuk memetik pasien.


"Bagaimana keadaannya dok" ucap Evelin.


"dia baik-baik saja Nona kondisi dia sudah mulai stabil tapi dia perlu istirahat yang cukup" ucap Dokternya tersebut.


Evelin pun merasa sangat senang akhirnya ibunya Yuna sudah sadar dia pun kemudian menghubungi Yuna Evelin mengatakan bahwa ibunya telah sadar, Yuna yang mendengar semua itu pun merasa sangat senang tapi dia tidak ingin bersenang-senang dulu dia ingin bekerjasama dengan Nona Stanley untuk menghancurkan perusahaan CAI.


Yuna pun kemudian menghubungi Nona Stanley lalu dia pun mengatakan bahwa dia siap untuk bekerjasama dengan nona Stanley untuk menghancurkan perusahaan CAI.

__ADS_1


dia mengatakan bahwa dia akan menjadi mata-mata Nona Stanley dan Nona Stanley pun sangat senang ketika mendengar hal tersebut.


Sementara itu Leon sudah kembali kini dia pun memberikan makanan untuk Evelin yang merasa sangat kelaparan.


"Leon, apakah kamu tidak mau makan" ucap Evelin.


"tidak usah, buat kamu saja makanannya" ucap Leon.


"tapi ini sangat enak apa kamu tidak mau makan ini" ucap Evelin kemudian menyodorkan makanannya ke Leon dia ingin Leon menyuapi makanannya.


"ngomong-ngomong bagaimana keadaan ibunya Yuna" ucap Leon.


"dia sudah sadar tadi tangganya sudah mulai bergerak mungkin sebentar lagi di akan bangun" ucap Evelin.


Apa yang di katakan oleh Evelin pun terjadi Ibunya Yuna pun membuka matanya.


"aku di mana?" ucap Ibunya Yuna.


"maaf, kalian berdua siapa?" ucap Ibunya Yuna.


"Perkenalkan saya Evelin dan dia Leon kami berdua adalah sahabatnya Yuna putri Bibi" ucap Evelin.


"Kalian Sahabat putriku?" ucap ibunya Yuna.


"benar bi kami berdua adalah Sahabatnya Yuna kami datang ke sini untuk menjenguk bibi" ucap Evelin.


"Terimakasih kalian mau berteman dengan Yuna aku kira Yuna tidak mempunyai teman sama sekali tapi ternyata dia memiliki teman yang baik seperti kalian"


"Terimakasih bi" ucap Evelin.


"dia mungkin sangat menderita karena diriku dia selalu menjaga diriku saat aku sedang sakit-sakitan" ucap Ibunya Yuna.


"lalu di mana suami kamu Bibi apa dia tidak mau menjaga kamu" ucap Leon yang membuat Ibunya Yuna kaget.

__ADS_1


"Leon jaga bicara kamu" ucap Evelin.


"Seorang suami yang tidak bisa menjaga istrinya itu benar-benar seorang pengecut seharusnya dia berada di sini menemani bibi bukan berjudi hingga memiliki banyak hutang dan anaknya yang harus menanggung semuanya" ucap Leon.


"Leon diam!" ucap Evelin marah.


"tidak apa-apa, apa yang dia katakan memang benar suamiku bukanlah orang yang bertanggung jawab tapi dari mana kamu tahu semua itu?" ucap Ibunya Yuna.


"aku sudah mencari informasi tentang Kalian sebenarnya aku bukanlah Sahabat putrimu tapi wanita ini lah Sahabat putrimu dulu dia bersahabat dengan Putrimu tapi karena suatu kesalahan putrimu bermusuhan dengan Wanita ini lalu dia pun meminta saya untuk mencari informasi tentang kalian dan ketika dia mengetahui bahwa Sahabatnya sangat menderita dia pun bertekad untuk membantu putrimu" ucap Leon.


"Terimakasih kalian mau membantuku dan aku juga tahu bahwa kalian yang membiayai semuanya aku tidak tahu harus berkata apa untuk membalas kebaikan kalian" ucap ibunya Yuna.


"Sama-sama Bi" ucap Evelin.


kini Leon dan Evelin pun keluar dari ruangan lalu Evelin pun bertanya dengan wajah marah kepada Leon.


"kenapa kamu berkata seperti itu pada ibunya Yuna" ucap Evelin.


"apa maksudmu? memangnya aku bicara apa?" ucap Leon.


"kamu tadi menyakiti hati bibi apa kamu tahu rasanya ketika kamu mengatakan bahwa suaminya tidak bertanggung jawab bukankah itu menyakiti hati bibi" ucap Evelin.


"tapi apa yang aku katakan benar kan? seorang suami seharusnya bisa menjaga istrinya bukan malah menyusahkan istrinya dan seharusnya Seorang anak bisa memiliki kasih sayang dari orang tuanya termasuk ayahnya bukan malah menanggung beban ayahnya yang setiap hari berjudi, aku tahu saat pertama kali aku bertemu dengan Yuna dia tidak mendapatkan kasih sayang dari ayahnya tapi ibunya tetap berusaha untuk menjadi ibu yang baik baginya hingga dia pun sakit seperti ini" ucap Leon


"Jika aku tidak berkata demikian dia pasti akan terus-menerus menderita dengan Suaminya dan dia pasti akan terus di kekang oleh suaminya"


"aku pun kemudian mengatakan seperti itu untuk membuat bibi itu bangkit kembali dan melawan Suaminya, Seorang Wanita yang beristri seharusnya bisa di jaga Suaminya dan Suami yang hebat bukanlah suami yang memiliki harta kekayaan apapun tapi Suami yang bisa menjaga istrinya dengan baik" ucap Leon.


"dan itu juga berlaku bagiku, aku adalah seorang laki-laki yang tidak bisa menjaga wanitanya dengan baik" ucap Leon.


"maaf aku tidak tahu bahwa kamu melakukan semua ini karena kamu ingin membantu bibi Aku telah salah paham denganmu"


"sudahlah jangan terlalu di pikirkan lagi pula aku sudah tahu sifat kamu, kamu adalah orang yang menjaga perasaan orang lain sedangkan aku adalah orang yang tidak tahu perasaan orang lain" ucap Leon

__ADS_1


__ADS_2