
"tidak ada tapi-tapian kamu memang pantas mendapatkannya."
Bara pun kemudian berterimakasih pada Leon.
"Terimakasih Tuan Leon.
Seminggu sejak kejadian tersebut Bara sudah memimpin perusahaan CAI Corporation dan kini berubah menjadi Perusahaan Stein Corporation.
Berita tentang kematian Reno dan juga keluarganya beserta Mafia Black Tiger Kini telah menyebar bahkan kematian tersebut ada kaitannya dengan Keluarga Stein.
Mereka pun berasumsi bahwa Keluarga Stein balas dendam pada Reno dan Keluarganya. tapi Semua orang tidak tahu siapa orang yang telah membantunya selama ini.
Kini Leon sedang berada di rumah Keluarga Stein dia ingin berpamitan pergi.
"Tuan Leon, aku ingin mengucapkan terimakasih sekali lagi aku benar-benar merasa berhutang pada Tuan Stein." ucap Bara.
"jangan sungkan sudah seharusnya kita saling membantu."
"Aku ingin kamu menjalankan perusahaannya dengan baik dan jika kamu tidak bisa menjalankan perusahaan ini dengan baik aku akan langsung memecatmu." ucap Leon.
"Baik Tuan aku pasti akan menjalankan tugas yang diberikan Tuan dengan baik."
Kini Leon Pun sudah pergi bersama dengan Stanley dan anak buahnya pun mengikutinya dari belakang.
Kini Leon pun menjemput Evelin yang berada di rumah Yuna.
Leon pun kini sudah berada di kediaman rumah Yuna. dia pun miris melihat rumah Yuna dia pun berjanji pada paman **** bahwa dia akan melindungi anaknya dan juga Bibi Amanda.
Kini Leon pun keluar dari mobilnya. Leon pun kemudian berjalan menuju ke depan rumah Yuna.
Leon pun kemudian mengetuk pintunya.
tok
tok
tok
Yuna pun langsung beranjak dari kamarnya dan dia pun membuka pintu yang di ketuk oleh seseorang.
"Kak Leon" ucap Yuna yang membukakan pintunya.
"boleh aku masuk" ucap Leon.
Yuna pun hanya mengangguk. Kini Leon pun sudah berada di dalam rumah Yuna.
"Maaf kak rumahku seperti ini" ucap Yuna.
"tidak apa-apa. oh ya ngomong-ngomong di mana Evelin" ucap Leon.
__ADS_1
"dia ada di kamarku kak, aku akan memanggilnya"
Kini Evelin pun keluar dari kamar Yuna dia pun kemudian melihat Leon berada di depan matanya.
"Leon kamu sudah kembali." ucap Evelin.
"Evelin kita kembali sekarang ada hal yang harus aku urus."
"tapi Leon aku masih ingin berada disini, aku ingin menemani Yuna."
"Kalau kamu memang ingin terus berbicara dengannya kamu bisa datang ke Mansion." ucap Leon.
"hah apa maksudmu" ucap Evelin yang penasaran.
"Aku akan membawa Bibi Amanda dan Yuna ke Mansion lagi pula tempat itu terasa sangat sepi." ucap Leon.
lalu ibunya Yuna pun datang menghampiri Leon.
"tapi apa aku tidak merepotkan kamu Tuan muda" ucap Bibi Amanda.
"Bibi tidak merepotkanku sama sekali justru aku merasa sangat senang lagi pula bibi sudah aku anggap sebagai ibu kandungku sendiri."
"Tuan muda aku mengucapkan terimakasih aku benar-benar berhutang pada Tuan muda."
"Jangan katakan hal itu Bi dan mulai sekarang bibi jangan Panggil aku Tuan muda Panggil saja aku Leon."
Bibi Amanda pun hanya mengangguk.
"aku ingin Kuliah Kak tapi aku tidak punya biaya"
"tenang saja Kakak akan membiayai kamu untuk kuliah tapi kamu harus janji pada Kakak bahwa kamu akan rajin kuliahnya."
"kak bukankah ini berlebihan Kakak sudah membantuku selama ini dan aku tidak pantas untuk mendapatkan hadiah dari kakak."
"Kamu memang pantas mendapatkannya."
Leon pun kini membawa Yuna dan juga bibi Amanda.
Singkat cerita mereka berempat sudah berada di dalam mobil sementara itu Stanley sudah kembali ke markas bersama dengan anak buah Leon yang lainnya.
Kini Leon pun melajukan mobilnya menuju ke mansion.
Singkat cerita mereka pun sudah sampai di mansion. Yuna dan juga Bibi Amanda pun sangat takjub dengan pemandangan yang ada di depan mata mereka.
Mansion milik Leon bahkan lebih besar dari milik keluarga Willson bahkan lebih indah.
Leon pun kemudian mengambil barang-barang milik Yuna dan juga bibi Amanda lalu membawa mereka masuk ke dalam.
"Bibi kalau mau istirahat ada kamar di sana bibi bisa tidur disana. dan kamu Yuna kamu bisa istirahat di kamar sebelah ibumu" ucap Leon."
"baik nak Leon" ucap Bibi Amanda dengan gugup
__ADS_1
"Baik kak" ucap Yuna dia pun sangat gugup sekali mengingat bahwa mansion milik Leon yang sangat besar.
lalu salah satu pelayan pun datang membawakan makanan untuk Mereka.
"Silahkan di minuman" ucap pelayan tersebut kepada Yuna dan juga Bibi Amanda.
Saat mereka sedang berbincang tiba-tiba mereka pun mendengar suara tangisan anak kecil.
"Nak Leon sepertinya ada anak kecil di rumah ini apa itu anakmu" ucap Bibi Amanda.
"Sejak kapan aku mempunyai anak Bi" ucap Leon.
"tapi bukankah itu ada suara tangisan anak kecil"
"Iya disini memang ada anak kecil tapi dia bukan anakku tapi adikku"
Leon pun kini beranjak dari kursinya lalu dia pun langsung menuju ke kamar Emilia. Singkat Cerita Leon pun sudah menggendong Emilia lalu dia pun langsung membawa dia kebawah.
Melihat Leon menggendong Emilia Bibi Amanda pun penasaran.
"Nak Leon siapa anak ini" tanya bibi Amanda.
"Bi, dia adalah Emilia adik dari mendiang kekasihku dan sebelum dia meninggal dia menitipkan Emilia kepadaku."
"Kakak" ucap Emilia yang terus memeluk Leon dia seperti tidak ingin lepas dari Leon.
"Maafkan kakak Sayang kakak baru menemani kamu"
lalu Emilia pun melihat wajah orang-orang asing lalu dia pun langsung memalingkan wajahnya seolah-olah dia sangat takut dengan mereka.
"Sayang jangan Takut mereka adalah Bibi Amanda dan juga Kak Yuna mulai sekarang dia adalah keluarga Kita."
"Apa dia tidak jahat?"
"tenang saja dia bukan orang jahat mereka berdua adalah orang baik, Bibi Amanda adalah orang yang merawat kakak dulu dan juga Kak Yuna Adalah adik kakak jadi kamu nanti bisa main sama Kak Yuna."
Emilia pun hanya mengangguk dia pun kemudian menatap wajah Yuna dan juga Bibi Amanda.
Yuna dan Bibi Amanda pun tersenyum ketika melihat Wajah Emilia.
"Bi maafkan perkataan Emilia tadi dia hanya takut kepada orang asing karena setelah kematian Kakaknya dia menjadi depresi."
"tidak apa-apa Nak ibu tahu kok bagaimana perasaanya di tinggal oleh orang yang kita sayangi."
Leon pun kemudian menitipkan Emilia kepada Evelin karena Emilia sudah sangat akrab dengan Evelin.
"Evelin bisa aku titip Emilia sebentar aku ingin mandi sebentar."
"Baik Leon."
Leon pun kini pergi ke kamarnya lalu dia pun mengambil handuknya dan menuju ke kamar mandi.
__ADS_1
Sementara itu Evelin dan juga yang lainnya sedang bermain dengan Emilia.