
Bella dan Bian mereka bisa mengobrol satu sama lain seperti sekarang ini saat keduanya sudah duduk di kursi pesawat! mereka hanya punya waktu sebentar untuk boarding, tadi. jadi agak hectic, bahkan tak di hampir telat. jadi saat ini memang stres free untuk Bian
"Ya susah!" Bian memang tidak ada yang tertarik di sana!
"Ih, jangan bikin gemes deh aku pengen tahu!"
Bella memaksa, sehingga Bian menggerakkan tangannya merogoh saku celananya
"nah coba liat ini, deh!"
sebuah foto ada di layar ponsel! foto yang membuat Bella berdesir di dalam hatinya.
'jadi ini cowok yang bikin Bian jatuh cinta? Huh, dulu aku melihat dia emang ganteng sih! tapi kenapa sekarang aku ngelihat dia nyeri hatiku ya? kek pelakor mo rebut suami orang?'
Bella tak paham tapi dia tidak suka dengan pemandangan di hadapannya
hingga
"Hemm, kayak gitu mana ada keren-kerennya? aku aja nggak suka!" seru Bella ketus
"Heish, dilihat dari manapun juga dia ganteng tau!"
kata-kata Bian ini membuat Bella berkedip menahan gemas.
apalagi
"coba kau lihat matanya, Bel! coba lihat juga bagaimana cara dia menatap dengan mata elangnya. wajahnya yang terpahat sempurna dan terlihat cool ini kelihatan macho banget tau, Bel!"
"Ahh, tau ah!" Bella menjauhkan handphone Bian darinya! greget sangat hati Bella.
"nggak ada keren-kerennya! masih kerenan juga aku!"
"anak manja kayak kamu itu nggak ada guna! mana ada keren!" sindir Bian makin bikin Bella ingin menggerus wajahnya.
"Ih, apa tadi? enak aja!" Bella merengut. 'Awas nanti kau menyesal menolakku, Bi! Kau tahu, wanita sepertiku sangat ditunggu oleh pria.”
"Kalau begitu uberlah pria yang memang menunggumu.”
'Asem!' pekik hati bella
saat di sindir Bian dengan senyum di bibirnya lalu dia mengalihkan lagi pandangan matanya menatap foto di handphonenya, ketika pesawat kini sudah full power untuk take off! sama dengan full powernya senyum di wajah Bian.
"Kalau ngeliat wajahnya, secape apapun semua rasa pegal itu hilang! ada harapan untuk tetap bersemangat hidup selama kami ada di dunia yang sama, meski tak bersama, itu cukup dan aku selalu bahagia karena pernah bersama dengannya, menghabiskan waktu bersama dan bisa jatuh cinta padanya."
'Gila sih, aku kalah sama yang kaya gituan di mata Bian!'
ingin rasanya Bella berteriak saat itu juga! Bagaimana tidak kesal? dia sudah merayu Bian setengah mati dari tadi tapi tidak ada senyum semanis senyum biar memandang foto Ricky! gondok sangat, jiwa bersaing wanitanya terasa tersaingi
'awas ya, Bi! someday, Aku pasti bisa bikin hatimu jatuh cinta padaku!'
gerutu Bella di dalam hatinya
lalu
aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta kepadaku...
beri sedikit waktu agar cinta datang karena terbiasammmmmp..
"Diem, diem! sember suaranya, bikin malu juga, lagi take off ini, bukan jet pribadi sih!"
"Hmmmph!"
bella terpaksa menyikut-nyikut tubuh Bian karena mulutnya yang sedang di bekap.
__ADS_1
"Haaah, apaan sih! nyanyi juga nggak boleh gitu? itu lagunya Tata Janeeta, aku pen denger aja!"
"tuh, kan.. tuh! anak kecil kayak gini mana tahu! udah jelas itu lagunya Dewa 19!" seru Bian membuat Bella mengerlingkan netranya
"nggak peduli! jadul!" Bella mencibir.
"lagi ngapa sih, aku lagi nyanyi juga diganggu?" protes Bella lagi
"Heish, nyanyinya nyindir aku kan? sampai kapanpun juga aku nggak akan suka sama dirimu, Bel!" Bian bicara sambil menggoyangkan handphonenya dan menunjukkan foto yang masih ada di sana.
"Wah, kau benar-benar menyesal nanti kalau memang ada orang yang menyukaiku, Bi.”
"Berarti sekarang belum ada kan? Ga laku ya?”
jedug!
'Nah sakit kan kejedot!' untung pas sekali pesawat menabrak awan! jadi seakan-akan Bella mendapat hiburan melihat Bian memegang kepalanya. tadi memang kurang smooth take off-nya. karena pengaruh cuaca juga.
“Bukan belum ada, Bi! tapi aku belum mau membuka diri. jangan-jangan kau yang tidak laku ya?”
"banyak yang suka tapi aku nggak suka! cintaku cuman buat Ricky semata!"
'sumpah nyebelin banget! kalau aku harus bersaing sama cewek nggak masalah lah! tapi ini Aku harus bersaing sama ... ish!' sungguh harga diri bella sebagai wanita tercabik-cabik di sini! apa yang kurang dari dirinya?
"aku jamin ya, Bi. suatu saat nanti kau pasti akan suka sama aku!" Bella masih ngancem-ngancem.
"Terserah kau sajalah. Tapi nanti kalau aku nggak suka dan tetap kayak gini, jangan nyesel! ntar nangis lagi!” goda Bian jujur dia juga tidak bisa menahan tawa untuk yang satu ini
'Bocah, bocah! Hahha! mau sampai kapanpun kau mencoba tetap Ricky yang ada di hatiku! the only one and only,' bisik hati Bian yang memang sesuai dengan ucapannya barusan! dia sangat pede dengan ini dan sudah mengantongi kembali handphonenya, yang memang sudah di airplane mode.
"Lihat nanti kau akan menyesal kalau aku sudah bersama pria lain, loh Bi.”
"Justru aku merasa bahagia tak harus repot-repot ke New York untuk berpura-pura jadi pacarmu.”
"Fokus! Tadi kau ingin membicarakan tentang ayahmu kan, Bel?"
Bian ingat sesuatu dan Bella langsung menjentikkan jarinya
"Oh iya!”
Dia pun menceritakan semua yang memang harus diketahui oleh Bian, semua rahasia itu. Supaya Bian tidak salah bicara nanti di depan ayahnya dan juga demi keberhasilan rencananya.
"Apa kau mengerti, Bi?"
"Pertanyaan ini sudah kau ulang berkali-kali dari saat kita naik pesawat ini sampai sekarang pesawat sudah mendarat, masa ya aku ga ngerti? otakku kan lebih gede prosesornya!"
Perjalanan selama sembilan jam itu dihabiskan oleh Bella dan Bian banyak membahas masalah Dixon Addison! Pria yang cukup mengerikan untuk Bella! seorang yang begitu dihargai di keluarganya dan pengambil keputusan terbesar!
"Iya, apa kau paham?”
"Tak perlu kau pikir. Ayo kita bersiap turun!"
Mereka sudah ada di bandara dan hati Bella pun juga semakin berdegup.
"Kau yakin bisa meyakinkan ayahku kan, Bi?"
Bella memegang tangan Bian, dia tidak mau lagi digendong karena kakinya sudah tidak terlalu sakit. Lagi pula mereka sudah tidak ada di pasir dan mereka juga tidak buru-buru. Bian ga masalah jalan kaya siput juga.
'meski dia tidak menggendongku tapi aku lihat dia memang perhatian banget! nungguin sampai semua orang keluar baru ngajak aku keluar! dan ish, Kenapa sih orang kaya dia nggak bisa suka sama cewek?' Bella bergumam mengomentari sikap Bian dan ini membuat Bella jujur di dalam hatinya semakin tertarik pada Bian! meskipun dia ingin menolak rasa, api tetap tak bisa.
"Bi, kau belum jawab!" di garbarata Bella mencoba menghentikan langkah kaki Bian dan dia memelas menatap pria itu
"aku takut nih! kau yakin bisa meyakinkan ayahku?" bisik Bella memelas.
__ADS_1
"Aku bukan Tuhan dan Aku tidak tahu apa bisa meyakinkan ayahmu atau tidak, Bel. haah!” Bian membuang wajahnya menetap ke arah jalan di hadapannya. "Aku tapi berjanji akan membantumu maksimal! Tapi selama kau tidak merepotkan!" Bian memberikan penekanan lalu mendekatkan kepalanya pada bella, berbisik ke telinganya
"atau aku akan meninggalkanmu, kalau macem-macem!"
"Hei jangan-jangan kau berniat buruk padaku!”
"Kalau aku memang berniat buruk aku tidak akan berangkat ke sini, lah!" ucap Bian lagi di saat mereka sudah melangkahkan kakinya lagi menuju terminal bandara, keluar dari garbarata
dan
"Nona Addison!"
Sebuah nama dipanggil yang membuat gadis yang bersama Bian menengok ke sumber suara
"Derek!" sapa Bella dengan senyumnya dan dia mendongak sambil menarik tangan Bian.
"ayo ikutin Derek! Itu adalah anak orang kepercayaan ayahku.”
Setelah melihat siapa yang memanggil, Bella sadar dan ini ada keuntungannya juga untuknya karena mereka tidak harus melewati imigrasi dan lainnya seperti biasa.
"Selamat datang kembali ke New York, nona Adisson dan tuan--!"
"Bian!"
"Tuan Bian." sapa pria itu dengan senyum di bibirnya lalu dia mengulurkan tangan pada Bian terlihat ramah.
"Terima kasih Derek salam kenal!" senyum Bian ramah, dan ini membuat Bella yang tak sengaja menatap Bian menahan kesal di dalam hatinya
'Haah, sama Derek aja dia bisa senyum-senyum! tadi aku menyapanya dan mencoba untuk selalu berbuat baik padanya tapi dicuekin! ketus lagi! apa dia suka sama Derek?"
omel Bella di dalam hatinya yang bersungut dan Bella kini menarik dan mengambil satu tangan Bian melingkarinya sambil menyuguhkan senyum agak aneh hingga Bian pun teriritasi.
'mentang-mentang yang bersama kami ini anak orang kepercayaan ayahnya nggak gitu juga sih! sampai sakit tanganku dipegangin terus!'
Yah, sepanjang jalan! dari sejak mereka keluar dari garbarata sampai keluar dari bandara bersama Derek, tangan Bian tidak lepas-lepas! rasanya memang protektif banget Bella ini.
"Lepasin coba!" seru Bian tanpa membuka mulutnya lebar hanya menggerutukan giginya dan tentu saja ini didengar oleh telinga Bella.
"Hemm, kita harus terlihat seperti pasangan, Bi!"
'Haah, Ky, nasib gue kenapa gini banget ya?'
lagi-lagi Bian mengingat nama itu saat kepalanya kini masuk ke dalam mobil setelah Bella tentu saja lebih dulu masuk.
"Nona, silakan pakai seat--"
"Derek, sudahlah tidak perlu banyak bicara! tidak perlu nengok-nengok ke belakang lagi! Ayo antarkan aku ketemu ayahku. Aku sibuk sekali dan banyak kerjaan! dan aku tidak suka dengan senyum di wajahmu!”
"Baik Nona.”
sebuah jawaban yang membuat Derek bingung. Apa salahnya hari ini sampai anak majikannya mengomel?
'tak tahulah! mungkin kurang belaian dari cowoknya?' pikir Derek, mencoba menyebarkan diri dengan sikap Nona muda yang memang angkuh itu.
Tak berbasa-basi lagi Derek sudah membawa Bella ngaspal dengan laju mobil cukup di atas rata-rata, tapi karena mobilnya merupakan mobil mewah, maybach, rasanya sama saja seperti kecepatan mobil biasa. masih aman.
"kita udah di dalam mobil lepasin tangan aku!" bisik Bian, dia jadi tidak bisa menikmati pemandangan gara-gara tangan Bella yang terus saja mengusik dan merangkulnya erat-erat.
"Nanti diaduin ama Derek!" seru Bella makin gemas dengan wajah Bian yang keliatan galak
Hingga dengan cepat Bella menggerakkan kepalanya mendekat ke bibir Bian
lalu ...????!!
__ADS_1