
Hilang kata-kata di bibir Bella!
Dia shock, tidak tahu harus menanggapi bagaimana! tapi dunianya sudah seperti jungkir balik karena kalimat yang di dengarnya barusan.
Harus bahagia, sedih atau curiga, Bella tak tahu!
Namun
"Waaaah!"
Jelas bukan Bella yang memekik kagum. Tapi caranya merespon sungguh membuat Bella malu.
"Ibu apa-apaan sih!"
Gara-gara Safitri Bella ingin bicara apa tadi dia jadi terdistraksi.
"Tapi itu kan waj--"
"Ish, Ga gitu ibu!
"Yang dikatakan oleh ibumu benar!" tapi Bian membela Safitri.
"Itu kewajibanku. Ayahmu tidak salah. Aku pengantin pria harusnya memang aku yang menanggung biayanya." Bian bicara sambil dia menarik tangan Bella, menaruh kartu hitam itu dalam kepalan Bella.
"Ambil!" tegas Bian.
"Carilah satu perhiasan yang kau suka! ukuran jari tanganku sembilan belas. Carikan juga untukku!"
"Bian ini--!"
CUP!
'Woaaaaah, Ya ampun Bella kau beruntung sekali! calonmu sangat romantis! Dan lihat bagaimana caranya mencuri kecupan darimu, berhasil membuatmu tak bisa berkata-kata! Uh, Aku ingin kembali muda rasanya!'
Safitri sangat terhibur melihat Bian yang tak mau berdebat lagi langsung mengecup bibir anak tercintanya.
"Jangan buang waktu lagi, sayang!" ucap Bian saat Bella masih mematung.
"Pergi dah belanjalah! Aku kerja dulu."
Bian bicara sambil menggerakkan tangan kirinya yang memegang tablet seakan sengaja mengingatkan tentang misi yang harus dituntaskan oleh Bian dalam seperempat tahun ke depan.
"Katakan di mana kita akan membahas ini?" seru Bian yang sudah membalikkan badan, bertanya pada Derek.
"Mungkin kita bisa bicara di ruang pertemuan, tuan?"
"Boleh!"
__ADS_1
Kakek dan ayah Bella adalah petinggi perusahaan. Wajar mereka memiliki ruang rapat khusus andaikan terpaksa rapat tapi tak ingin keluar rumah, karyawanlah yang akan datang. Bian setuju, bicara dimanapun asal bisa fokus. Namun ketika Bian mau melangkah
"Bian--"
Bella masih mencoba menghentikan langkah Bian lagi! Dia ingin tahu Apa tujuan Bian sebenarnya.
"kita bicarakan nanti malam sebelum tidur, sayang!" permintaan Bella masih tetap ditolak tapi kata-kata Bian barusan sudah membuat bulu kuduknya merinding.
"hati-hati di jalan! dan jaga kandunganmu!" belum sempat Bella merespon Bian sudah mengedipkan matanya sebelum pergi. Membuat wanita itu bersungut.
'Sial kau! ibuku belum tahu tentang ini dan Kenapa kau malah membahas di hadapannya?'
Bella ngedumel. sudah kebayang olehnya apa yang akan terjadi setelah ini
"hei! jadi ini yang kau sembunyikan dariku? kau sudah mengandung? dan Ini alasan kenapa ayahmu memberikan izin padamu untuk bersama dengannya bukan?"
"Ehm, ibu sudahlah!" Bella malas membahas
tapi
"Dia sehebat apa di ranjang?"
'Ya ampun sampai kapan aku akan dirusuhi?'
Bella ngedumel tak menyangka kalau ibunya se-cerewet ini.
"Katakan padaku, kau meraba otot tubuhnya? Kencangkah"
"Berapa ronde dia menaklukanmu, Bel?"
"Gayanya bagaimana? Ughh, kau sudah melakukan model apa saja?"
"Ibu, kalau kau tak diam, kita tidak akan pergi kemanapun!"
hingga Bella terpaksa harus menyentak begini supaya Safitri tak lagi banyak mengganggunya.
'Ampun deh! pertanyaannya macam detektif aja! masa iya aku juga harus menceritakan hal macam itu? dia ingin tahu sehebat apa? memanjangkan milikna saja dia tak bisa! seberapa panjang miliknya? hah, yang mau aku hisap itu paling sepanjang jari telunjukku! meraba? diizinkan pegang juga tidak! gaya Apa? gaya mengomelnya? menyebalkan sekali!'
Bella masih menggerutu di dalam hatinya sambil menghentakkan kakinya ingin pergi meninggalkan ruang makan. Bukankah mereka disuruh belanja tadi?
"Eeeh, Bella kau tidak boleh jalan terlalu cepat! pelan-pelan kau sudah mengandung!"
'Ya ampun, siksaan hidupku ternyata belum berakhir!'
Bella bergeming dalam hatinya karena Bella juga sudah bisa membayangkan apa yang akan dilakukan oleh ibunya.
"kau harus pelan-pelan melangkah!"
__ADS_1
"Ibu aku tidak akan kenapa-napa! aku sering melihat wanita berbadan dua dan mereka berjalan biasa saja!"
"tapi tidak denganmu!" bahkan Safitri sampai mengerling pada Bella.
"Kalau bayimu keguguran, kau tidak akan lagi mendapat izin untuk menikah dengannya! Jadi kita harus berhati-hati! ikuti semua saranku!"
'Nightmare!'
Bella bergeming lagi. Mau melawan Safitri ibunya tidak tahu kalau dia berbohong! Terpaksa Bella harus mengikuti semua saran safitri.
"Aku akan memegangmu erat-erat saat kita menaiki tangga!"
"Kau harus berjalan pelan-pelan! Ingat usia kandunganmu baru seminggu!"
"Tarik napas dan berhenti sejenak supaya bayimu tidak terlalu lelah! Setiap Lima langkah!"
Sungguh semua saran Safitri membuat Bella pening!
"Ibu tidak sebegininya juga sih! aku juga tadi perjalanan dari Borakay ke sini juga tidak kenapa-napa! udah sih jangan lebay!"
Bella mencembungkan pipinya dan dia tidak mau lagi diperhatikan orang-orang terlihat aneh di mall itu. butik yang ingin mereka kunjungi milik teman ibunya ada di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di New York dan Bella sungguh merasa malu dengan perbuatan ibunya. Meskipun dia sudah memakai masker, kacamata dan tidak ada yang mengenalinya, Tapi tetap saja Bella sangat malu.
"Bella calon suamimu sudah bekerja keras untuk memenuhi semua syarat dari ayahmu! jadi kau tidak boleh mengecewakannya, mengerti? kita berdua harus bekerja sama menjaga kandunganmu!"
'Sampai kapan semua penderitaanku akan selesai? ini semua karena salahmu! harusnya kau tidak mengatakan pada ibuku!' Bella menggerutu
'Heisssh, apa ini caramu untuk balas dendam padaku? Kau begitu marah padaku bukan? Dan sekarang kau ingin menyiksaku?'
Bella sungguh kesal pada Bian! Karena sekarang penderitaannya belum selesai sampai di sana
karena
"Tolong carikan gaun yang pas supaya tidak terlalu terlihat kalau putriku sedang isi, Lanny!"
"Ibu, Sampai kapan kau akan mempermalukanku?"
"Kenapa mesti malu? Kita hanya bersama tante Lanny! Lagian, ini demi kenyamanan bayi yang ada di dalam kandunganmu bella! Dia butuh ruang."
Lemas sudah Bella mendengarnya. Apalagi sekarang ibunya sudah berceloteh banyak hal dengan temannya. Mereka memang hanya bertiga di dalam sana.
"kau harus merahasiakannya! Pernikahan ini tidak boleh tersebar dulu sebelum tiga bulan, Lanny!"
"tenang saja Safitri! sejak kapan kau meragukanku?"
Memang Lanny tidak mungkin membuat Safitri kecewa! mereka sudah seperti kakak adik! mereka sering berbagi rahasia namun ini hanya di antara mereka berdua saja!
"Ya sudah kalau begitu carikanlah pakaian yang terbaik untuk putriku!"
__ADS_1
"Sebentar aku akan tunjukkan padamu yang terbaik!"