Mencari Kebahagiaan

Mencari Kebahagiaan
PROTECT


__ADS_3

'Kenapa ibuku menyebalkan sekali begini sih?' Ingin sekali Bella menyemprot Safitri yang membuatnya gemas!


Tapi, "Tidak Ibu! aku rasa aku tidak bisa menggunakan gaun ini! Apalagi hanya untuk satu jam acara menghabiskan sebesar itu! Aku ingin yang lebih murah!"


"Tapi--"


"Tante Lanny, boleh aku lihat koleksimu yang lebih sederhana?"


"Oh, tentu saja!"


Kata 'murah' sungguh mengganggu teman Safitri. Keluarga Bella adalah keluarga terpandang dan kaya raya! Menghabiskan sejumlah uang yang disebutnya untuk gaun tak mungkin terbebani. Tapi kenapa Bella justru memilih gaun yang membuat matanya teriritasi?


'Andaikan ada yang lebih murah daripada dua ribu dolar untuk satu jam gaun, aku rasa aku akan memilih itu! mungkin seratus dolar pun tidak masalah!'


Keluh Bella di sanubarinya. Bella memilih gaun pengantin dengan bahan brokat untuk lengannya. Polos tanpa ada manik-manik atau apapun, seperti kristal, mutiara, emas dan lainnya sebagai pemanis.


Bahan utamanya adalah satin! Bukan sesuatu yang mewah, seperti Silk, Lace, Tule, Organza atau Velvet. Just ordinary Satin! Memegang bahannya pun Bella patah hati.


"Bella tapi aku rasa--"


"Ibu Aku sudah memilihnya! Aku suka konsep yang sederhana karena aku ingin memakai sesuatu yang luar biasa setelah tiga bulan nanti!"


"Heh?" Safitri masih loading.


"Aku ingin pesta pernikahan yang spektakuler setelah tiga bulan, ibu!" Bella memperjelas akhirnya.


"Ah, jadi itu rencanamu?"


Safitri itu sangat polos! Jadi saat anaknya bersiasat, dia langsung percaya.


Padahal


'Sejak kapan aku suka yang sederhana? Kalau aku bisa mendapatkan sesuatu yang mewah, Aku jelas menginginkannya! Tapi ini bukan uangku, bukan uang kekasihku juga! dan ini sudah dua ribu dolar belum pajaknya. Aku sudah menghabiskan uangnya sangat banyak!'


Betulkah nilai itu banyak untuk Bella?


Bahkan bayaran Bella untuk tampil paling sedikit Bella bisa menggantongi lima belas ribu dolar, bersih sudah tanpa biaya lain-lain. Hanya satu kali di catwalk!


Lalu, kenapa ini dikatakan mahal?


'Aku belum tahu niatnya! Aku harus berjaga-jaga kalau dia menginginkan aku untuk menggantinya! Aku tidak mau dianggap aji mumpung!'


Bella sudah memperhitungkan semuanya, karena Bella tak mau hutang budi lebih besar.


"Baiklah kalau rencanamu seperti itu, aku setuju! kita akan buat yang luar biasa nanti tiga bulan lagi!"


Lanny pun paham Apa alasan Bella! Tidak ada lagi pertanyaan dalam benaknya, dia sudah tak berspekulasi.


"Baiklah Ibu, ayo kita pulang!"


"Eh, bukankah kita harus membeli pakaian dulu?"

__ADS_1


ekor mata Bella pun menyorot pada ibunya


"Aku sudah menyewanya untuk sehari. Aku rasa itu cukup dan sekarang pakaiannya sudah ada di tangan Ibu, kan?"


"Bukan! Maksudku pakaian untuk nanti malamnya! Memang kau tidak ingin tampil spesial degan gaun tidur--?"


"Tidak, bu!" Bella pun memutar bola matanya.


"Aku sedang mengandung, bu! Aku rasa aku tidak perlu menunjukkan apapun lagi di hadapannya, dia sudah lihat semua! tidak perlu spesial karena yang spesialnya sudah lewat!"


ucapan yang membuat Safitri di balik maskernya mencibir


'Anak ini tidak mengerti apa arti dari pernikahan? yang kemarin dia lakukan sebelum menikah dan seharusnya sekarang setelah menikah, dia memberikan yang lebih spesial dong?' gerutu Safitri tapi segigih apapun dia menggosok Bella, putrinya tak mempan di bujuk.


"Kita pulang, ibu!"


"Tidak bisa! kau lupa dengan cincinnya?"


"Sudahlah ibu!"


"apanya yang sudah? Enak saja!" Safitri menolak dengan tangannya menyeret Bella. Tepat sekali disampingnya adalah toko perhiasan yang ingin didatangi oleh Safitri.


'Sial aku!'


Dari nama toko yang mereka masuki, Bella tahu semua di sana tidak ada yang murah!


"Ibu, kita bisa mencari di toko lain!" Bella ingin pakai siasat yang tadi


Tapi


"Cincin pernikahan sekali dipakai tidak akan dilepas lagi! jadi kau harus mencari satu yang terbaik, Bella!"


'Masalah untukku!'


Bella tahu apa arti kata terbaik yang dimaksud ibunya! Tapi masalahnya, berapa nominal yang harus dikeluarkannya?


'Aku harus mencari cara!'


"Selamat sore."


Pramuniaga sudah menyapa. Tidak mungkin mereka keluar lagi tanpa berbasa-basi. Terpaksa Bella duduk di kursi panasnya, menerima beberapa barang-barang yang tadi sudah diminta oleh Safitri! semua berkilau, indah, mengkilat, menyejukkan mata dan menggoda di hadapannya! pelayan dengan sarung tangan juga mengambil hati-hati setiap benda yang ingin diserahkan pada Bella.


"Ini yang terbaik, silakan dicoba!"


Mereka masih mengenakan masker. Tentu saja pelayan toko tetap berhati-hati karena mereka tidak tahu siapa yang ada di balik masker dan di belakang kacamata itu!


'Apa mungkin mereka punya uang?'


Sang pelayan menebak-nebak! Tapi namanya juga ada pengunjung, mereka tetap harus memberikan yang terbaik meskipun dari tatapan dan cara mereka bersikap Bella tahu ini tidaklah full heart.


"sayang, aku rasa yang ini sangat bagus!"

__ADS_1


"Tidak, itu terlalu besar dan diamond-nya terlalu banyak. Aku tidak mau yang mencolok! Aku akan memakai itu sehari-hari dan aku tidak ingin dia mengganggu setiap kali aku bekerja!"


di balik kacamatanya yang masih bisa dilihat oleh Safitri Bella mengedipkan matanya


"Ibu tahukan artinya?"


"oh Iya kau benar!"


lagi-lagi Bella beruntung karena dia seorang model! dia tidak mau terlihat bling-bling dengan cincin di tangannya.


Bukankah pernikahan ini harus disembunyikan dulu?


Safitri paham.


sehingga


"bagaimana Kalau yang ini? tipe solitaire! dan hanya ada satu diamond di tengah tidak terlalu besar juga! aku rasa ini sangat manis, cobalah dulu!"


Safitri meminta yang lain dan membujuk putrinya


"Bella cocok sekali di jarimu, aku suka!" ucap Safitri saat Bella mencobanya.


"Sekarang juga ada diskon sepuluh persen, jadi harganya hanya tujuh belas ribu dollar!"


'Demi apapun aku memang suka! tapi harganya mengiris hatiku!' hati Bella kecut.


"Ehm, Mungkin aku ingin sesuatu yang lebih sederhana?"


"Ini sudah yang paling pas!"


"Tidak Ibu! aku ingin model yang sama dengan model untuk prianya!" ada saja alasan Bella. "Bian suka kembaran denganku."


"Oh iya Kami punya!" pramuniaga sebenarnya sudah bersungut saat menyerahkan cincin sesuai dengan inginnya Bella.


Cincin dengan mata kecil, model kembar. diamond-nya bahkan sangat kecil, Safitri tak bernafsu!


"Dan ini adalah yang paling sederhana yang kami punya!" hingga penjaga toko pun memberikan ultimatum secara implisit.


Bella paham apa maksudnya. Tapi yang sesederhana itu seberapa murah?"


"Ehm, ini berapa?"


Untung saja Bella pakai masker kalau tidak wajahnya yang merah pun akan membuatnya malu. Masuk toko perhiasan dan mencari yang paling murah? Sedih sangat hati Bella!


"Untuk couple delapan ribu dua ratus dolar!"


Dasar keluarga toxic! aarrrgh, kesal Bella. Saat itu matanya terang, entah kenapa cahaya meredup setelah melihat bayangan orang berkerumun. Saat ia menuju pulang ke rumah.


"Minggir semua! polisi dan Ambulance tiba!" ucap seseorang, yang Bella yakini, dirinya kecelakaan hingga lupa tak sadarkan diri.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2