Mencari Kebahagiaan

Mencari Kebahagiaan
DARURAT


__ADS_3

Bella: Hyaaks, ide gila macam apa ini? kau ga sedang minum, kan?


Leony: Kau minta solusi kan?


Bella: Iya, tapi ...


Leony: Dengarkan, Ini serius! Kalau Bian setuju, kau bisa mengenalkannya pada keluargamu! Katakan kau sudah punya kekasih. Mungkin ini bisa membuat keluargamu tak jadi menjodohkanmu, Bel!


Bella: Mereka ga akan percaya


Leony: Kan belum di coba! Lagian, Bian cukup ganteng dan meyakinkan, Bella!


(Leony memang masih ragu Bian setuju dengan rencananya, apalagi Bian tak ada kepentingan. Tapi memang ini satu-satunya jalan keluar untuk membuat Bella tidak berhubungan dengan pria lain. Apa jadinya kalau Bella menikah? Ini akan semakin sulit untuk Bella mengejar karirnya dan ini menjadi masalah juga untuk Leony)


Bella: Maksudmu aku harus berpacaran dengan cowok yang ga suka cewek?


Leony: Pura-pura Bella! Hanya perjanjian sementara saja! Demi karirmu


'Duh, yang benar saja sih aku harus pacaran dengannya pura-pura?' Bella sebenarnya inginmenolak.


Tapi


Leony: Gapapa, anggep aja temen deketmu! Lagi pula, temenan sama orang begitu banyak untungnya loh, Bel! Dia bisa diarepin buat jadi temen curhat dan dia pengertian banget! Kayak kau punya sahabat cewek, lebih kental lagi, dia pasti akan memperlakukanmu spesial! Apalagi kalau kau bisa jadi teman curhatnya dan sudah dipercaya olehnya. Mereka tuh butuh perhatian dan pengakuan, Bel!


Leony makin menggosok meyakinkan. Apa betul dia bisa minta tolong pada seseorang seperti Bian? Bella sendiri masih gamang.


'Tapi dia memang sudah membantuku semalam! Dia tidak menyentuhku dan kayaknya benar kata Leony, dia orang yang peduli juga dan punya hati lembut karena dia berusaha untuk memberikan solusi jalan keluar, meski aneh! Termasuk nyiapin sarapan pagi, buburnya enak! Dan dia ga punya kekasih, ga ada yang cemburu kalau aku minta tolong!'


Bella pun mengaitkan saran Leony dengan kenyataan saat Bella dengan Bian.


Leony: Ayolah Bella! Kenapa diam sih? Ini ide terbaik!


(Leony menekankan)


Leony: Apa kau ingin berakhir dengan perjodohan dan kau harus menikahi seorang pria yang tidak kau kenal dan ujungnya kau harus merelakan karirmu yang sedang menanjak ini? Kau pikirkan berapa biaya yang harus kau bayar kalau kau membatalkan kerjasama dengan pihak production house?


(Leony tak sabar! Dia mencoba membujuk Bella dan mengingatkan suatu tanggung jawab Bella)


Bella: Untuk uang, keluargaku tidak masalah. Mereka pasti akan membayar itu! Aku sedang pikirkan saranmu nih.


Leony: Jadi kau ingin menuruti yang diperintahkan keluargamu atau saranku? Gercep lah jangan cuma dipikir yang ginian! Kemarin ke Boracay juga ga mikir panjang.

__ADS_1


Bella: Menyindirku lagi?


Leony: Bukan, tapi ngingetin! Kita ini terbatas waktunya!


Bella: Ish, jangan berteriak di telingaku! Baiklah, aku rasa aku akan menggunakan caramu! Aku akan bicara dengan Bian dulu. Bye!


klik


Bella mematikan teleponnya tapi saat itu juga


dreet dreet dreet


'Ya ampun aku sudah diteror!' hati Bella bergemericik dan dia khawatir sangat dengan dering telepon yang baru saja masuk. Bella menghempaskan napas pelan, sebelum:


Bella: Iya ayah.


(Akhirnya Bella memberanikan diri buka suara)


Dixon: MaraBella Addison, apa kau tahu yang sudah kau lakukan dan membuatku ingin kau mempertanggujawabkannya sekarang juga di hadapanku?


Bella: Maafkan aku Ayah, tapi itu semua salah paham! Aku bisa menjelaskan ini!


Bella: Ayah jangan salah paham dulu, aku tidak seperti itu! Aku bukan penyuka sesama jenis. Aku sudah memiliki kekasih, ayah!


'Mati aku! Apa yang aku katakan nanti kalau misalkan ternyata Bian menolak bekerja sama denganku?' Bella ragu.


'Tidak, aku harus optimis! Dia harus bekerja sama denganku apapun yang terjadi!' bisik Bella menyemangati dirinya.


Bella mulai ketar ketir membayangkan betapa bahayanya dia sudah menipu seseorang yang mengerikan seperti ayahnya, Dixon Addison.


Dixon: Apa kau mengatakan ini karena kau ingin menolak perjodohanmu dengan Carl Burke?


Bella: Tidak Ayah, aku memang memiliki kekasih dan aku pergi ke Boracay karena aku ingin menemui kekasihku. Tapi malam itu kekasihku belum tiba di sini, jadi aku menghabiskan waktuku di bar. Aku tidak tahu kalau itu bar sesama jenis, Ayah. Aku juga tidak memperhatikannya. Tapi malamnya aku bersama dengan kekasihku dan sekarang aku masih bersama dengannya juga.


'Benarkah? Apa informanku salah? Bella punya kekasih?' Jawaban yang membuat Dixon teriritasi. Apakah dia harus percaya dengan yang dikatakan putrinya?


'Ini pasti bohong! Baiklah, kau mau bermain denganku, Bella?' pekik hati Dixon ingin menguji putrinya.


Dixon: Bawa dia kepadaku satu kali dua puluh empat jam! Kalau kau tidak berhasil juga, maka jangan salahkan aku kalau aku akan memaksamu menikah dengan Carl Burke weekend ini, Bella!


Bella: Kau tega sekali padaku Ayah! Apa aku bukan anak kandungmu sampai kau melakukan ini?

__ADS_1


(Bella menyentak dan meninggikan suaranya, dia tidak mau menerima perjodohan. Sekarang jaman modern, apa-apaan ini? Bella tak bisa percaya kalau ayahnya masih berpikir macam itu)


Dixon: Justru aku ingin menyelamatkan hidupmu kedepannya Bella! Ingat, dalam satu kali dua puluh empat jam kalau kau tidak bisa membawanya, orang-orangku yang akan mengambilmu paksa!


klik


"Mati aku! Bener-bener mati aku sekarang! Haaaah, aku sudah memulai peperangan terbuka dengan ayah!" Bella membuang handphonenya di tempat tidur lalu dua tangannya meremas kepalanya sendiri.


Esok Harinya.


"Bian harapan terakhirku!"


Demi karier dan hidupnya Bella tidak mau dipaksa, dia harus melakukan sesuatu untuk menolong dirinya sendiri.


Karena itulah


"Biaaaaaan! Bian kau dengar aku tidak? Bisa kau ke sini sebentar, Biiiiii?" Bella memekik dari kamar. Dia yakin Bian pasti mendengar suaranya kalau sekencang itu.


klek


Benar dugaan Bella pintu pun dibuka


"Ada ap--"


"Bian kau harus menjadi kekasihku!"


"Ga mau!"


Dengan wajah tanpa ekspresi Bian yang baru saja membuka pintu langsung menjawab datar macam itu dan tidak ada basa-basi lagi.


"Aku tahu, kau pasti tidak mau menjadi kekasihku, tapi aku mohon, Bi! Kau harus menjadi kekasihku, demi kebaikan hidup kita bersama!"


Bella bicara terburu-buru. Dia memang sangat khawatir sekali dengan hidupnya.


"Aku rasa hidupmu saja yang masalah!" tambah Bian lagi sambil mengubah posisi tangannya bersedekap.


‘Sial, dia benar! Memang hanya aku yang ada masalah. Tapi apa yang harus aku lakukan supaya ini terlihat urgent juga untuknya?’


"Kau tidak menyukai Wanita. Bukankah dengan kau menjadi kekasihku ini bisa menjadi kamuflase? Kau bisa melindungi jati dirimu sendiri dan orang-orang tidak akan menganggapmu aneh dan membencimu.”


"Aku sudah tidak peduli! Aku bangga menjadi diriku sendiri seperti ini! Terserah orang mau bilang apa."

__ADS_1


__ADS_2