
"Bian! ini kekasihku, ayah! apa ayah lupa? ayah kan sudah berjanji padaku kalau aku membawanya dalam waktu satu kali dua puluh empat jam, ayah akan--"
"HANYA KEKASIH, BELLA!" Dixon dia dengan cepat memotong ucapan putrinya. pandangannya masih sinis menatap Bella. "Dia hanya kekasihmu!"
"Maksud Ayah apa?" Bella bingung dan saat ini Bian masih diam memandang ayah Bella, belum ada satupun yang terucap di bibirnya hanya dalam relung hatinya saja dia menggerutu.
'Fuuh, beruntung aku yang memang tidak memiliki orang tua lagi! Dulu Ricky terpaksa harus mengikuti perjodohan hingga hubunganku dengannya kandas! Dan sekarang, anak ini ingin sekali mengembangkan karirnya tapi karena perjodohan dia terancam kehilangan masa pasionnya!' gumam Bian di dalam hatinya. keadaan ini membuat dirinya mengingat kejadian masa Lalu di mana kekasih hatinya akhirnya terpikat pada wanita.
Bian merasa terluka. 'mungkinkah ini yang dimaksud oleh Bella kalau dia memiliki kemiripan denganku?' Bian mulai mengingat ucapan Bella yang membandingkan dirinya sendiri dengan impian sebagai artis pada kondisi Bian yang ingin memperjuangkan pride-nya.
'Apa yang bisa aku lakukan untuk menolongnya?' Tapi Bian masih diam, mencoba merendam emosinya, dia juga mencoba memikirkan apa cara terbaik untuk melapaskan Bella dari paksaan ayahnya. Bian sungguh berempati pada Bella.
"Maksudku aku tidak melarangmu untuk pacaran dengan siapapun! asal kau tahu siapa calon suamimu, Bella!"
Bian bergumam tadi, sambil dia mendengar penjelasan dari Dixon.
"Enggak ayah! Pokoknya, aku nggak akan punya calon suami lain kecuali Bian! orang yang ada di sampingku. aku sangat mencintai Bian, ayah. Dan aku gak mau pria lainnya, gak sama sekali!" mata Bella berkaca-kaca.
"selama ini nggak ada yang perhatian sama aku sama seperti cara Bian perhatian ke aku. apa ayah tahu gimana dia membuatku merasa disayangi?"
'Haduh, dasar artis! pintar sekali dia bersandiwara! Heish.' Bian ingin mengumpat Bella
tapi
'aku rasa memang benar dia tidak mendapatkan kasih sayang secara bapaknya aja kayak gini! ah, kesian banget! Pantes aja dia pengen jadi kekasihku.' Bian kembali berempati makin dalam. di saat dia juga sedang menimang-nimang apa yang dia bisa lakukan untuk menolong Bella.
"Apa yang kau harapkan dari seorang pengangguran Bella!"
Bukan hanya Bella yang kaget. Bian pun juga merasakan hal yang sama ketika mendengar ucapan Dixon, konsentrasinya terpecah
'Jadi dia baru mencari tahu info tentang aku dan pekerjaanku, kah? kalau begini, rahasia masa laluku di media dia belum tahu?'
Bian agak heran. tapi ini memang memberikan keuntungan lebih! Bian masih dianggap pria normal oleh Dixon.
__ADS_1
'sepertinya aku tahu aku harus melakukan apa!' pekik hati Bian, yang kini sedang menyambung-nyambungkan kira-kira apa yang sebaiknya dia lakukan.
"ayah, Bian bukan pengangguran biasa! kau tidak tahu saja kalau Bi--"
"Bella, sudah Jangan berbohong lagi!"
"Heh?"
Bian tiba-tiba menyentak macam itu membuat Bella membulatkan matanya.
"Ayahmu benar kalau aku hanya seorang pengangguran, sayang!"
'kenapa senyumnya manis banget!' Bella, kehilangan fokus. Dia tak tahu bagaimana harus merespon tapi memang matanya kini mengarah pada Bian yang tumben bisa memberikan sesuatu yang menyejukkan di mata Bella.
"Haah, ayahmu memang benar tidak ada yang bisa dibanggakan dari seorang pengangguran!" Bian tidak menceritakan Siapa dirinya lebih lengkap lagi, justru malah memindai netra Dixon
"Ke-kenapa kau bilang begitu?" wajah Bella pias, setelah menatap Bian dan ayahnya bergantian.
"Ya, karena aku memang seorang yang tak punya pekerjaan! aku sudah berhenti bekerja dari beberapa tahun yang lalu, Bella sayang!" lalu senyum Bian terlihat, dan dia merubah posisi tangannya dari yang tadinya memang dirangkul lengannya oleh Bella menjadi Bian sendiri yang justru merangkul wanita disampingnya.
"Ayahmu tak salah karena aku hanya menghabiskan uang sisa-sisa dari pekerjaanku dulu!"
Bian tidak munafik, dia jujur dan membuat hati Bella kecut
'Aduh dia beneran mo nolongin aku apa dia pengennya ayah nyalahin aku sih! kenapa dia malah jawab gitu? hancur sudah dunia persilatan! mo pasrah rada ga rela!'
ingin sekali Bella memprotes Bian saat ini juga! tapi apa yang bisa dia lakukan? tidak mungkin juga Bella mengomeli Bian sekarang. Ayahnya pasti akan mengetahui semua rahasianya. ini tidak baik, bagai buah simalakama.
"Cih! Kau sudah dengar Bella, pengakuan kekasihmu itu!" sindir Dixon sambil dia melipat tangannya dan menatap sinis. "Jadi apa yang kau harapkan darinya, hmmm?"
Ayah Bella merasa di awang-awang dan dia merasa memenangi pertarungan ini, karena putrinya tak lagi bisa menjawab hanya diam dalam rangkulan Bian, mengumpat Bian dalam sanubari Bella.
"Coba kau bedakan dia dengan carl!" seru Dixon makin pede.
__ADS_1
"Bisnisnya berkembang pesat! Sahamnya meningkat, kehidupannya luar biasa, dikelilingi segala kenikmatan dunia!" seru Dixon dengan sangat bangga sekali di wajahnya menceritakan kebaikan calon menantu yang diinginkannya.
"Kau bisa menjadi nyonya besar, Bella! kau bisa memiliki segala macam yang kau inginkan dengan menjadi wanitanya!" Dixo mulai membuka cakrawala dan masa depan Bella, dengan posisi mereka masih di teras rumah.
"kau bisa mendapatkan derajat yang tinggi seumur hidupmu, ditambah lagi dengan semua kekayaanku!" Dixon membuka tangannya, seakan-akan dia ingin menunjukkan kalau dia memiliki segalanya.
"kau tidak akan pernah jatuh miskin Dan tidak akan pernah kesulitan ekonomi!"
tapi apakah itu semua menyilaukan Bella?
"aku tidak butuh itu Ayah! aku bisa bekerja dan menghidupi kebutuhanku sendiri!" pekik Bella menantang.
"sampai kapan Bella?" senyum itu terlihat menghinakan
"Dengar, Bella, memang saat awal menjadi artis semuanya terlihat sangat indah. kau masuk ke dalam dunia highlight! semua orang melihatmu tapi itu akan meredup! sama seperti bintang yang berpijar maka suatu saat dia akan mengalami fase mati! sebelum namanya terkubur dan mungkin saja hancur atau bintang itu menjadi sebuah titik hitam! tak lagi berguna!" seru Dixon sinis.
"itulah kenapa banyak artis cantik mereka berusaha untuk mendapatkan seorang pengusaha!"
"Tapi saat ini aku masih berguna! dan Aku pastikan Aku tidak akan membutuhkan pengusaha ayah! Aku akan berinvestasi." Bella masih mencoba membela dirinya.
"Lagian semua bisnis begitu ayah! Butuh inovasi. Dulu bisnis wartel laku, di ganti warnet, terus sekarang keduanya ga laku karena inovasi, itu hukum alam!"
"Kau mau mengajariku? Kau pikir aku buta soal bisnis?" Dixon protes
"Apapun, lah terserah ayah mau berpikir apa!" pekik Bella. "Pokoknya aku tidak akan menikah dengannya ayah!"
"Kau berani menentangku, hmm?"
tangan Dixon sudah melayang dan hendak menyambar pipi Bella
tapi
"Tidak baik main pukul pada anak perempuan tuan Addison yang terhormat!" seru Bian, yang dengan cepat tangan kirinya menyambar dan menghadang Dixon. Wajah Bian juga terlihat menahan emosinya.
__ADS_1
"Bukan hanya Bella aku juga tidak akan menentang kalau kau menghalangi cinta kami!"