Mencari Kebahagiaan

Mencari Kebahagiaan
MEMBUJUK


__ADS_3

Bella tak bisa bicara apa-apa lagi! hanya kalimat itu saja lirih keluar dari bibirnya. Perasaannya galau!


Bukankah menerima tantangan itu sama saja seperti bunuh diri?


"Iya sayang!"


tapi Bian tampak tenang! dia bahkan memanggil Bella mesra sambil mengelus rambut gadis itu, seakan tak peduli dengan semua kecemasan Bella


"aku rasa itu perjuangan yang harus aku lakukan untuk mendapatkanmu!" lalu Bian mengalihkan pandangan matanya pada kakek Bella dan juga ayahnya bergantian


"Bisa aku pelajari dulu tentang perusahaan yang kalian ingin aku handle?" tambah Bian lagi, yang menyadarkan keduanya juga kalau Bian serius.


"Ehem!" Henry berdehem, lalu mengalihkan pandangan matanya pada Dixon.


"aku akan memberikannya nanti di jam makan siang!" seru Dixon yang berusaha untuk tenang


'Dia tidak akan sanggup menyelesaikan semuanya! Ini hanya bom waktu untuknya!' Dixon mencoba untuk menenangkan diri dan tetap menunjukkan kuasanya di hadapan Bian maupun Bella.


"Dan satu hal lagi aku ingatkan pada kalian berdua, percuma kalian berusaha untuk kabur!" kakek Bella bicara lagi.


"Derek, akan menjadi asisten pribadimu selama kau mengurus perusahaan yang akan diberikan oleh Dixon. Sedangkan kau, Bella, untuk sementara tidak ada kegiatan di dunia entertainment kecuali kau didampingi suamimu."


'Heish, Aku disuruh jadi babysitter atau Aku disuruh mengurus perusahaan sih? mereka ini! ingin aku berhasil membantu mereka atau tidak? atau mereka lebih suka memang aku masuk dalam penjara atau mati?'


Bian menebak-nebak kalau yang diterapkan oleh Henry Addison hanyalah obstacles untuk membuat dirinya sulit! tapi Bian sudah mengambil keputusan untuk membantu Bella dan dia juga sudah menyanggupi rencana mereka.


"Kakek--"


"Bella, sudah tidak perlu berdebat lagi!" Bian mengingatkan sambil merangkul Bella. "Ngomong-ngomong kami harus tinggal di sini atau kami harus tinggal di luar dari rumah ini?" mereka masih ada di teras Karena itulah Bian mencoba menanyakannya! Semua pembicaraan ini dirasanya sudah cukup! dia ingin bicara dengan Bella berdua.


"masuk dan beristirahatlah di kamar Bella," ujar henry, lalu dia mengalihkan pandangan matanya pada Derek.


"Antarkan keduanya!"

__ADS_1


pria itu pun mengangguk dan seseorang yang mendorong kursi roda Henry, dia menyingkir dari pintu, membiarkan Bian dan Bella masuk ke dalam rumah keluarga Addison.


"Paul, antarkan aku ke ruang kerjaku! dan kau Dixon, Aku tunggu kau di dalam sana!"


"Baik ayah!"


tak ada lagi penolakan yang diutarakan Dixon saat ayahnya sudah memberikan perintah.


"Hei, kalian berdua kenapa merenggut begitu? dan di mana John dan Carl?"


seorang wanita dengan dandanan agak sedikit heboh dengan sanggul dan make up-nya baru saja keluar dari kamarnya! dia baru menyelesaikan make up nya dan menghampiri Dixon juga Henry.


"Ehm, tidak sesuai dengan rencana sayang!" ucap Dixon, membuat istrinya bingung


"apa maksudmu?"


"Safitri, sebaiknya kau siapkan saja semua untuk pernikahan putrimu dengan kekasih yang baru saja datang!"


"Apa ayah? Bella menikah dengan siapa?" wanita itu terlihat kaget


"Suamimu akan menceritakan semuanya padamu nanti, Safitri! Sekarang menyingkirlah, aku ada perlu dulu dengannya!"


Tidak ada penjelasan lagi yang diberikan Henry. Dia meninggalkan menantunya yang terlihat kebingungan! Tapi memang sudah tidak ada lagi yang bisa dijelaskan. Henry harus bicara dengan Dixon. mereka berdua pun sudah menghilang dari pandangan mata Safitri dan masuk ke dalam ruang kerja.


"Ayah, Apa rencanamu untuk menghadang pengangguran itu dari keberhasilannya?"


"Menghadang katamu?" Henry mengerutkan dahinya mendengar yang baru saja diutarakan oleh putranya, setelah mereka berada dalam ruang kerja Henry.


"Loh, Bukankah Ayah merencanakan semua itu karena ingin menghadangnya? ingin membuat dia mengalami kesulitan dan kita bisa membuangnya, membuatnya tidak lagi bisa mengganggu keluarga kita? Menjauh dari MaraBella?"


"Hahahha!" tawa Henry terdengar pecah dalam ruangan itu! yang semakin membuat Dixon tidak mengerti apa yang diinginkan oleh ayahnya.


"Jadi kau pikir semua perintah yang aku berikan padanya itu hanya untuk menghancurkannya?"

__ADS_1


"Memang apalagi ayah?"


Dixon tak paham. semua saran yang diberikan oleh ayahnya itu tidak masuk akal dan itu tingkat keberhasilannya sangat kecil! untuk orang yang tidak bisa berbisnis menurut Dixon, dia tidak akan pernah bisa menyelesaikannya! karena Dixon sendiri yang berpengalaman untuk mengurus perusahaan, dia mentok! sumber dana dan perizinan hanya bisa didapatkan dengan bantuan keluarga Burke. Lalu apa lagi yang diharapkan ayahnya selain kekalahan calon suami Bella?


"aku berada di tengah-tengah dan aku netral," seru Henry, dengan mimik wajahnya yang penuh arti!


"netral? jadi ayah mendukung pernikahan itu? ayah bener-bener ingin anakku menikah dengan pecundang itu?" memanaslah hati Dixon, tapi Henry hanya mengangguk saja seakan dia tidak merasakan ada beban ketika mengutarakannya


"Begini Dixon, saat kau menjalin kerjasama dengan John Burke, berapa persentase keuntungan yang bisa kau peroleh?"


"lima belas persen," seru Dixon. "Dan nilai itu cukup besar karena kita tidak mengeluarkan uang, hanya menyiapkan lahan saja. Semuanya akan diurus oleh perusahaan Burke. sedangkan tanah itu akan tetap menjadi milik kita. Lagi pula sayang sekali tanya seluas itu tidak bisa dimanfaatkan! project ini adalah project yang cukup menantang dan bisa menghasilkan banyak uang!" Dixon sangat yakin sekali, karena sudah lebih dari dua puluh tahun dia mempelajari rencana tersebut! hanya saja kendalanya memang di pemerintahan! hingga akhirnya John Burke menawarkan diri menyelesaikan perizinan yang tersendat dan urusan dengan lingkungan hidup asal dia diizinkan menjadi investor.


kekayaan keluarga Burke memang lebih besar daripada Dixon. Hampir sepuluh kali lipatnya. inilah yang membuat Dixon silau! dia sudah membayangkan apa keuntungan yang bisa dia peroleh apabila Burke menjadi besannya. Tapi Bella menghancurkan harapannya.


"Oke, lima belas persen!" Henry manggut-manggut. anggap saja kita sekarang sedang mencoba peruntungan! apa yang akan Kau dapatkan seandainya project tersebut bisa kita biayai sendiri?"


sebetulnya keluarga Addison bukanlah keluarga miskin! mereka cukup banyak uang, terpandang dan mereka punya bisnis yang besar! tapi untuk project yang satu ini akan menghabiskan semua yang mereka punya jika memaksakan diri untuk membangunnya, resiko terlalu besar apalagi perizinan yang tersendat, membuat semuanya sulit. Karena itu Dixon membutuhkan bantuan, dia tentu tak menolak kerjasama dengan zero risk.


"Aku rasa, setelah dikurangi operasional kita bisa mendapatkan sekitar enam puluh sampai tujuh puluh lima persen."


"Nah!" Henry menjentikkan jarinya. "Bukankah itu sebuah keuntungan yang besar? dan kita mungkin bisa menguji kemampuan pria itu?"


"Ayah, tapi dia hanya seorang pengangguran dan tidak mungkin bisa melakukan itu. Yang ada dianya akan menghabiskan resources yang kita punya!"


"Belum tentu, Dixon!" seru Henry membela. "Dulu, sebelum aku membangun kerajaan bisnisku aku hanya seorang loker koran yang menjual koran setelah perang dunia kedua!" tukas Henry.


"Aku mencoba mengembangkan bisnisku, perlahan-lahan sambil aku mempelajari banyak hal! dan saat kondisiku minus, dulu Aku menikah dengan ibumu."


"Tapi itu beda!"


"Apa yang beda?" Henry mengelak. "Aku juga pengangguran, uang hasil aku jualan koran dan mengerjakan bisnis serabutan itu habis ditipu oleh temanku. Semua bisnisku gagal! Aku akhirnya mengulang semuanya dari awal, saat kau dikandungan ibumu. Aku berkerja keras, aku berusaha gigih, semua yang tak masuk akal, selama ada keinginan pasti ada jalan!"


Henry, memang membayangkan tentang keadaannya dulu saat dia mendengar kalau Bella sedang mengandung! Karena itulah dia mengambil keputusan seperti ini. Tapi Dixon tetap tak bisa terima.

__ADS_1


"Ayah, itu kan dulu--"


__ADS_2