
" ughh... " Dira yang merasa kepalanya sedikit pusing
" huffff kamu udah sadar " Wiliam menghembuskan nafas nya karna lega melihat Dira sudah sadarkan diri.
" Will mamah hikss...mamah aku pergi Will " Wiliam yang tak tega melihat Dira yang begitu terpuruk pun mendekap Dira dalam pelukannya mengelus kepala Dira secara perlahan.
" kamu harus ikhlasin Diira kamu ngga boleh sedih kaya gini lagi yaaa " Wiliam pun melepaskan pelukannya secara perlahan Wiliam memegang pipi Dira dan berkata.
" Heyy kamu lihat mata aku, aku juga pernah ada di posisi kamu aku tau apa yang sedang kamu rasakan aku mohon berhentilah menangis mamah mu akan sedih jika melihat putri nya sedang bersedih seperti ini.Kuat kan hatimu yaahhh jangan menangis lagi " ucap Wiliam sambil mengelus pipi Dira .
Setelah cukup lama menenangkan Dira, Wiliam pun mengantarkannya pulang karna memang upacara pemakaman mamah Dira sudah selesai.
" Sekarang aku akan antar kamu pulang " ucap Wiliam yang dibalas anggukan kepala dari Dira.
Setelah mengantar Dira kerumahnya Wiliam segera pulang ke kediamannnya.
Keesokan harinya iya pergi kekampus iya melihat Dira yang sudah mulai masuk kampus Wiliam fikir Dira tidak masuk hari ini paska kejadian mamahnya itu yang baru meinggalkannya.
Wiliam pun memasuki kelasnya sebelum iya memasuki kelasnya Wiliam mendengar perbincangan Dira dengan temannya Seli
" Sel aku butuh kerjaan apa kah ada " ucap Dira yang membuat Wiliam terkejut mendengarkannya di balik pintu kelas tersebut
__ADS_1
" gimana yaa Dir tempat kerja kau lagi ngga ada lowongan " ucap Sely yang merasa iba melihat keadaan Dira.
" ohhh yasudah tidak apa apa " ucap Dira menepuk bahu Sely
tak lama kemudia Dira pun keluar dari ruangan kelasnya.Wiliam yang mengetahui Dira pergi segera menghampiri Sely.
" temen Dira bukan? " ucap Wiliam
" iya " jawab singkat Sely
" tolong kasih alamat ini yaa tadi gue denger kalian berbicara katanya Dira lagi nyari kerjaan "
" iya bener "
" oohh iya iya makasih yaa "
Wiliam pun pergi dari kelas itu menuju keperusahaan nya.Sesampainya di perusahaan nya Wiliam bertemu dengan Leon sekertarisnya.
" Selamat siang tuan " ucap Leon sembari membungkukan badannya
" iya siang " ucap Wiliam
__ADS_1
" Leon aku apakah madih ada kerjaan yang kosong ?"
" ada tuan wakil sekertaris saya hehehe " ucap Leon yang terkekeh
" bukan itu maksud ku bodoh " jawab WiIliam
menatap tajam kearah Leon. Leon yang menyadari itu pun langsung memberikan penjelasan
" bukan itu maksudku tuan akan tetapi... " belum sempat Leon berbicara sudah dipotong Wiliam
" tidak ada tapi tapi nanti akan ada seorang gadis yang kemari namanya Anindira Putri langsung kau terima saja kerja disini.Apa kau mengerti hahh!!! " Perintah Wiliam
" ahhh..emmm baiklah " masalahnya
duhh gimana ini tinggal office girl doang apa iya aku taruh dia disana atai sebagai karyawan saja atau gimana ini kenapa aku menjadi pusing aku saja tidak tahu dia lulusan apa Batin leon yang bingung akan memasukan Dira kemana
Keesokan harinya Dira sudah siap untuk pergi kekampus tak lupa iya selalu mencium foto mamahnya sebelum berangkat kekampus.
" Diraaa! " sesampainya Dikampus Dira mendengar ada seseorang yang menggil namanya.
" ehhh kamu Sely ada apa yaa? "
__ADS_1
" ada kerjaan buat kamu nihhh alamatnya kamh bisa datang kealamat itu yaa " ucap Sely memberikan alamat tersebut
" baiklah terimakasih kau baik sekali padahal kita kan baru berteman " ucap Dira sambil memeluk Sely