
Pagi pun tiba Reno terbangun ia terkejut melihat Mella tidak memakai sehelai benang pun. Reno mulai mengingat kejadian semalam betapa terkejutnya ia saat membayangkan dirinya telah melukai sosok gadis yang belum lama ini sudah ia tolong bahkan ia sudah berjanji bahwa dirinya tidak akan menyentuh Mella.
Flasback of,,,,
" t*l*l banget si lo jadi orang, apa ngga bisa lo nyari j*l*ng hah " ucap Brayen yang sudah habis akal dengan sifat Reno yang sangat mudah melakukan hal semenjijikan seperti itu.
" trus gw harus apa? " tanya Reno yang malah mendapatkan pukulan dari Adit.
Plakk...
Adit memukul kepala Reno ia fikir dengan cara ia memukul kepala Reno. Reno akan berfikir jernih.
" nikahin bodoh " ucap Reno
" apa nikah, tap..." belum sempat Reno menyelesaikan ucapannya sudah dipotong oleh Brayen.
" ngga ada kata tapi tapian, trus itu keadaan Mella gimana? "
" Dia masih ngga mau ngomong sama gw " ucap Reno
" sebentar "
Adit melihat Brayen menghubungi seseorang.
" lo nelfon siapa? " ucap Reno
__ADS_1
" ngga usah berisik diem aja lo " ucap Brayen yang enggan menjawab pertanyaan Reno.
Tak lama pintu apartemen milik Reno terdengar ada yang mengetuk Adit segera membukakan pintu. Ia terkejut melihat Selly ada didepannya.
" mari masuk " ucap Adit
" gimana tadi Dira? " tanya Brayen
" tadi Dira udah tidur pas gw tinggalin lagian ada suster yang gw suruh jagain Dira" ucap Selly
"ayo lo ikut gw " ucap Brayen berjalan menujun kamar milik Reno. Reno dan Adit hanya bisa melongo dan mengerti mengapa Brayen menyuruh Selly untuk datang kemari.
Reno dan Adit menyusul Brayen. Reno melihat Mella memeluk Selly dengan sangat erat sambil menangis membuat hati Reno sesak.
" udah kita biarin aja mereka dulu " ucap Brayen menutup pintu kamar tersebut.
Brayen pun berpamitan pergi meninggalkan Reno dan Adit karna ia ingin kerumah sakit menemui Dira.
Dikamar Reno
Terlihat Mella yang sedang merasakan sakit dibagian intimnya. Sedangkan Selly ikut sedih melihat temen yang belum ia kenal harus kehilangan keperawanannya.
" kamu tenang aja yaa Reno pasti bertanggung jawab kok " ucap Selly berusaha menenangkan Mella.
Mella rasanya ingin kekamar mandi tapi dilain sisi ia tidak bisa untuk menggerakan kakinya. Rasa nyeri dan ngilu dibagian intimnya sangat sakit membuat Mella kembali menangis sejadi jadinya. Selly semakin panik dan memanggil Reno dan Adit.
__ADS_1
" kak Reno " teriak Selly didalam kamar.
Reno yang mendengar suara Selly berteriak segera berlari masuk kamar disusul oleh Adit.
" kenapa? " Tanya Reno dengan wajah paniknya.
" Mella kayanya ngerasain sakit deh " ucap Selly polos. Membuat Adit kelimpungan dan menatap kearah lain.
Reno pun menghampiri Mella.
" kamu kenapa? " tanya lembut Reno
Mella mendongakan wajahnya menatap mata sayu milik Reno.
" aku mau kekamar mandi tapi ngga bisa " ucap Mella
Adit dan Selly saling menatap. Adit pun menarik tangan Selly agar keluar dari kamar tersebut meninggalkan Reno.
Reno segera menggendong Mella ala bridle style menuju kamar mandi.
Adit yang tersadar masih menggenggam tangan Selly melepaskan tangan Selly dengan sangat cepat.
Selly hanya memutar bola matanya malas melihat tingkah Adit.
Dirumah sakit belum sempat Brayen membuka pintu kamar rawat milik Dira. Ia melihat sosok yang membuat Ara sakit.
__ADS_1
Yaa Wilyam datang untuk melihat keadaan Ara.