
Sontak Dira pun membalaspelukan mamahnya tak sadar Dira mengeluarkan air matanya karna terharu mendengar ucapan sang mamah yang sudah berjuamg mencari nafkah untuknya
"mamah jangan nangis hiks..hiks Dira jadi ikut nangis kan! mahh Dira bakal jauhin Wiliam kok Dira sadar kok mahhh Wiliam itu siapa dan Dira itu siapa" seketika mamah Dira pun mengecup kening anaknya
"sayang maafin mamah yaa"
"Dira yang seharusnya minta maaf sama mamah karna udah bikin mamah khawatir sama Dira"
"yasudah kamu tidur yaa sayang istirahat mamah juga mau balik kekamar dulu yaa nak..mimpi indah ya sayang muahh" sambil mengecup pipi Dira
Dira pun mengunci kembali pintu kamar nya iya merasa memang dirinya tidak pantas untuk berteman dengan orang orang yang berkelas yang hidup dengan segala banyak fasilitas beda dengan Dira yang makan saja harus berkebun untuk membuat olahan makanan yang enak.
aku ini mikirin apaan sihh ngga mungkin seorang Wiliam mau menerima teman seperti ku ini yang serba kekurangan batin Dira.
🐾🐾🐾
Keesokan paginya Dira berangkat kekampus sambil menunggu bus yang datang,dan sudah 15 menit Dira menunggu bus tetapi tak kuncung datang.Tak lama kemudian ada mobil yang menghampiri Dira.Yaa mobil itu siapa lagi kalo bukan Wiliam.
"Dira kamu berangkat kampus yaa?" ucap Wiliam yang melihat Dira menunggu di haltee
"iya" jawab Dira singkat
"bareng aja sama aku Dira" ucap Wiliam yang memberikan tumpangan ke Dira
__ADS_1
"tidak perlu Wiliam aku lebih menyukai naik bus" menolak ajakan Wiliam secara halus
"ayolah Dir"
"tidak perlu" ucap Dira
Tak lama kemudian bus pun datang
"tuhh bus nya udah datang aku naik bus aja yaa Wil"
"ohh iya"
ada apa dengan Dira dan kenapa Dira ngga make baju yang udah aku beliin dia malah tetap memakai baju lama lama nya
"kalian kenapa mukulin dia stop ngga atau aku akan mengadukan ini keDosen!!!!" ucap Dira yang berteriak lantang agar mereka berhenti memukuli pria tersebut.
"kamu terluka ayo aku antar ke UKS" sambil membopong pria tersebut dan mulai mengobati luka tersebut
"ohh iya kenalin nama aku Anindira panggil aja Dira"
"ohh aku Brayen anak baru di kampus ini" Brayen senyum menatap mata Dira
"oohh pantesan aku baru liat kamu" senyum Dira
__ADS_1
"kamu kenapa nolongin aku tadi? sedangkan anak kamous tadi aja cuma ngeliatin doang"
"aku ngga tega ngeliat kamu dipukulin kaya gitu,lagian kamu kenapa bisa dipukulin sihh? wajah kamu jadi banyak memarnya gitu tau!" ucap Dira yang nampak iba melijat wajah Brayen yang sudah di penuhi banyak luka.
"tadi senior nyuruh aku buangin bekas makanan sampahnya tapi aku ngga mau ehh dia malah mukulin aku!" ucap Brayen yang seperti mengadu
"ohh gitu yaudah aku keluar dulu yaa kamu udah gpp kan?" Dira pun beranjak dari kursi nya baru selangkah Dira berjalan ada yang menarik tangannya
"kita keluar bareng yaa kamu jangan ninggalin aku" Ucap Brayen yang membuat Dira hanya terdiam menatap Brayen
"sini aku bantu" Brayen
"kamu pegang tangan aku aja" Brayen
Dira dan Brayen jalan sambil bergandengan tangan tak lama Dira melihat Wiliam yang menghampirinya.
"Dira kamu sama siapa?" tanya Wiliam yang melirik tangan Dira dan Brayen
"maaf yaa Wil aku lagi buru buru mau ke kleas sebentar lagi mata pelajaran aku dimulai" ucap Dira yang tidak melepaskan tangan Brayen sedangkan Brayen hanya diam karna tidak tahu apa apa.
"tadi itu siapa Dira?" ucap Brayen
"oohh itu cuma temen aja kok namanya Wiliam" Dira
__ADS_1