Mencintai Gadis Culun

Mencintai Gadis Culun
Ep 36


__ADS_3

Wilyam langsung keluar dari rumah bibinya tersebut. Sedangkan bibinya hanya terdiam memating mendengarkan bahwa Wilyam akan mengambil alih perusahaan milik suaminya. Rasa khawatir mulai bermunculan dibenaknya.


Sedangkan Wilyam langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi. Tak sedikit banyak mobil dan motor lainnya mengumpat dan menyumpah serapah atas perlakuan Wilyam mengendarai mobilnya.


Saat sampai di Mansion Wilyam sangat prustasi. Ia pun menelvon seseorang agar menyuruh seseorang tersebut untuk membuat perusahaan pamannya segera bangkrut. Membuat seseorang yang berada disebrang telvon tersebut terkejut saat mendengarkan penuturan dari bosnya. Tidak ingin terus memikirkan hal tersebut seseorang itu pun mengiyakan. Karna ia tahu tidak akan bisa menolak perintah dari bosnya.


* * * * * * * *


Dirumah sakit Brayen menatap Dira dengan tatapan sendu ia berjanji akan membuat keluarga dari bininya Wilyam akan menderita.


Semalaman ini Brayen selalu berada disamping Dira ia tidak ingin meninggalkan Dira hingga ia melupakan makan malamnya.


Tiba tiba suara ketukan pintu kamar rawat Dira terbuka menampilkan sosok pria berjas yang tak lain adalah orang suruhan Brayen yabg sedang membawa makan malam untuk Brayen. Padahal Brayen tidak menyurunya.


" ada apa? " ucap Brayen tanpa mengalihakan matanya yang selalu menatap Dira yabg sedang tertidur.

__ADS_1


" saya kesini membawakan makanan tuan karna yang saya lihat tuan belum makan malam " ucap pengawal tersebut.


" saya tidak ingin makan " ucap Brayen dingin.


" tuan jika kau tidak makan maka siapa yang akan melindungi nona Dira tuan " membuat Brayen memakan makanan tersebut


* * * * * * * * *


Keesokan harinya bibi Wijaya datang kemansion milik Wilyam. Wilyam yang mendengar keributan segera turun melalui lift.


" Cih,,,,, ada apa kau kemari membuat keributan dimansion ku ini " ucap Wilyam dingin.


Bibi Wijaya pun menoleh dengan langkah cepat ia menghampiri Wilyam dan ingin menampar wajah Wilyam. Sebelum ia mendaratkan tangannya sudah ditepis oleh Wilyam.


" jauhkan tangan kotor mu itu "

__ADS_1


" apa yang kau lakukan Will tentang perusahaan paman mu!!! " ucap bibi Wijaya dengan menekan kan kata 'paman' membuat Wilyam geram


" kalian bukan lah keluarga ku, bahkan aku mengetahui mengapa orang tua ku meninggal itu karna kau kan hahh. Karna kau tidak menyukai ibu ku yang dari kalangan rendahan menurutmu yang tidak mempunya harta. Tapi asal kau tahu ada yang ibu ku punya dan todak kau punya!!!,,,,,, " ucap Wilyam mengehentikan ucapannya


" kau mau tahu apa itu, ibu ku mempunyai hati yabg sangat halus seperti kain sutra tidak seperti dirimu!! " ucap Wilyam menunjuk kearah bibinya


" dan satu lagi jangan pernah kau pakai marga Wijaya meski aku tahu kau adalah kaka dari ayah aku tapi aku tidak akan pernah menghomati mu sedikitpun " ucap Wilyam yang langsung berjalan masuk kelift


Saat bibi Wijaya tidak tahu harus kemana jalan satu satunya ia akan pergi untuk tinggal di mansion yang sangat jauh dari tempat tinggal Wilyam.


Dirumah sakit Ara terbangun merasakan tubuhnya yang terasa sudah lebih baik.


Brayen yang sedang keluar untuk membeli sarapan. Saat ia kembali ia melihat Dira yang sudah sadar ia pun berlari kecil menuju brankar Dira. Dan langsung menggenggam tangan Ara dengan sangat lembut.


" apakah ada yang sakit ?" tabya Brayen yang sangat khawatir. Ara hanya membalas dengan gelengan kepala.

__ADS_1


__ADS_2