
" SELLY " ucap dira sedkit menaikan suranya satu oktaf
" aduhh Dira apaan sihh kuping gua bisa mepedak nihhh " ucap Selly sambil memegang kuping nya yang terasa pengang
" sekarang lu anterin gua ke tempat gua kerja buruan "
Dira pun mempercepat arah jalannya menuju parkiran.Setelah sampai diparkitan Selly pun menancap gas nya membelah jalan raya yang mulai macet karna memang waktu pulang kantor sebentar lagi.
Sesampainya diperusahaan Wijaya Group, Dira langsung masuk tanpa pamitan terlebih dulu ke Selly. Selly yang melihat tingkah temannya hanya menggeleng kan kepalanya.
" maaf nona apakah nona sudah membuat janji " ucap sang repsesionis
" maaf saya pegawai kantor disini " ucap Dira
" ngga mungkin nona saya belum pernah melihat nona sebelumnya " ucap sang repsesionis tak lama Leon pun menghampiri mereka
" kenapa? " tanya Sekertaris Leon
" Sekertaris Leon Nona ini memaksa masuk katanya dia karyawan disini tapi sebelumnya saya tidak pernah melihatnya " Leon yang mendengar ucapan Repsesionis tersebut melihat kearah Dira.Yaa Leon tampak terkejut pasalnya penampilan Dira berubah 180° derajat
" permisi skertaris Leon saya Dira "
" silahkan masuk " ucap Leon
Setelah sampai diruangannya tak lama pintu ruangan Dira terbuka menampilkan sosok laki laki yang tak lain dan tak bukan adalah Sekertaris Leon.
__ADS_1
" mengapa bisa terlambat 3 jam nona Andira Putri? " tanya sekertaris Leon dengan nada dingin
" maaf tuan tapi tadi..temen saya ngajak pergi " jawab Dira polos.
Leon yang melihat raut wajah Dira mulai pucat. Meninggalkan Dira begitu saja.
Tak lama pintu kembali terbuka Dira yabg mebgira bahwa itu sekertaris Leon tidak berani menatapnya. Dira hanya menundukan kepalanya.
" silahkan duduk nona Dira " Dira yang mendengar suara yang berbeda itu pun melihat kedepan dan ternyata pria itu bukan lah Leon melainkan presdir William.
" ahh baiklah " Dira dengan gugupnya mendudukan dirinya dihadapan presdirnya.
" mulai saat ini saya tidak ingin mendengar penjelasan apapun, mengenai alasan kamu " titah William
" ba..baiklah " Dira pun merasa sangat gugup
William pun berjalan menuju keruangannya dan melihat Leon yang sudah berdiri didepan ruangan bertuliskan Ruangan Presdir.
" apakah ada jadwal saya lagi Leon " ucap William sambil membuka pintu ruangannya.
" tidak ada tuan "
" baiklah kamu jaga Dira jangan biarkan dia pulang sendirian " titah William yang di anggukan Leon menandakan mengiyakan perkataan William.
Jam pulang kantor pun tiba jam menunjukan pukul 8 malam. Kantor perusahaan Wijaya sudah mulai sepi bahkan lampu sebagian kantor pun sudah mulai dimatikan.
__ADS_1
Tiba tiba Dira merasa kebelet dan ingin kekamar mandi. Dira segera menuju kekamar mandi. Dira mulai masuk kekamar mandi tak lupa ia mengunci pintu kamar mandi. Tak lama Dira terkejut lampu kamar mandi tiba tiba mati Dira yang tidak tau harus berbuat apa.
" Leon " panggil Willian didalam ruangannya
" ahh iya tuan " ucap Leon yang membawa senter ponselnya
" apakah Dira sudah pulang " ucap William
" belum tuan " ucap Leon
" Sekrang dimana dia sekarang? " Tanya William yang muka nya datar tiba tiba mulai khawatir
tanpa mendengarkan ucapan Leon, William segera pergi membawa senter ponselnya. William lari menuju keruangan Dira menggunakan tangga.
Sesampainya disana ia tidak melihat Dira. William yang melihat barang barang Dira masih ada mulai khawatir.
Leon pun menyadari perubahan raut wajah William.
" Tuan apakah mungkin nona Dira sedang berada di toilet "
Wiliam yang mendengar ucapan Dira langsung berlari menuju tolet wanita.
Dan benar saja pandangan William berhenti ketika melihat gadis sedang meringkuk ketakutan.
" Dira " ucap William lembut
__ADS_1
Dira yang mendengar suara tersebut segera berdiri dan langsung memeluk erat tubuh William. William yang mendapati perlakuan Dira terdiam dan membalas pelukan Dira.