
Saat film itu dimatikan semua mata tertuju menatap Adit dengan tatapan tajam.
" kalian kenapa? " ucap Adit dengan enteng nya merasa tidak berdosa.
" udah lah besok besok kalo lo bikin film kaya gini gw lempar lo " ucap Reno
" udah udah ayo tidur lagian ini udah larut malam " ucap Brayen
Dira, Selly dan Mella hanya diam menatap yang lain sudah berdiri dan hendak pergi.
" kalian kenapa diam, ayo ngga mau tidur " ucap Reno
" ohh..i...ya " ucap Dira gugup
Setelah keluar dari ruangan itu, Brayen mengantarkan mereka menuju kamar tamu.
" kalian mau tidur bertiga apa sendiri sendiri "
" kita tidur bertiga aja " ucap Dira
Setelah itu Dira, Mella, dan Selly segera berlalu kekamar hari ini mereka merasakan gugup yang belum pernah mereka rasakan.
Mella hanya duduk dipinggiran ranjang setelah selesai bersih bersih. Dira pun menghampiri Mella.
" hy " ucap Sella basa basi
__ADS_1
" iya, "
" kamu kenal Reno dimana? " tanya Dira
" ceritanya panjang " ucap Mella menghela nafas ketika mengingat kejadian dimana Reno mulai menyentuhnya. Seketika wajahnya berubah sendu.
" sudah aku mengerti kok, tidur yu " ucap Dira yang dibalas senyuman Mella.
*
Keesokan harinya Brayen dan Dira sudah rapih ingin menuju kampus begitu juga dengan Selly sedangkan yang lainnya sudah berada dimeja makan.
Mella melihat Selly dan juga Dira yang sudah siap akan berangkat kuliah membuat perasaanya memenginginkan kuliah. Reno yang sedari tadi memakan nasi goreng buatan pelayan rumah Brayen seketika berhenti saat memeprhatikan pandangan mata Mella. Reno oun mengerti mengapa Mella ngeliatin Dira dan Sely.
" kamu mau kuliah? " tanya Reno yang berhasil membuat Mella gelagaapn.
" kalo mau, besok kamu udah bisa mulai kuliah " ucap Reno membuat Mella semakin gugup.
" santai aja ngga usah kaya gitu mukanya " ucap Adit terkekeh.
Setelah selesai sarapan Dira dan yang lain pun menujun kampus.
Saat memasuki kampus banyak sepasang mata yang menatap kearah ketiga mobil mewah.
Didalam mobil Adit ada Selly yang sangat gugup.
__ADS_1
" udah turun " ucap Adit dingin.
" makasih " Selly pun hendak turun.
Sedangkan didalam mobil Brayen. Ia sangat puas saat tak sengaja melihat ada keberadaan William yang sedang menatap mobilnya. Brayen pun sengaja turun terlebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Dira. Saat Dira turun semua mata tertuju kepada Dira dengan tatapan sinis.
William pun sangat geram melihat Brayen yang menggandeng tangan Ara. Karna tak tahan melihat tingkah konyol Brayen. William memutuskan hari ini tidak memasuki kelas. William pun melajukan mobilnya melewati Dira dan yang lainnya. Brayen tersenyum sinis melihat kepergian William. Ntah mengapa ia merasa hari ini adalah hari keberuntungannya.
Skip...
Setelah kelas selesai Dira dan selly pulang saat sampai di depan gerbang kampus. Tiba tiba ada mobil yang berdiri didepan Dira.
Dira yang melihat seorang pria berjas hitam dan berkacamata hitam itu turun dengan gagahnya menghampiri Dira.
" permisi nona, mari ikut dengan saya " ucap pria tersebut membukakan pintu mobil untuk Dira.
" maaf saya tidak bisa " ucap Dira yang hendak pergi bersama Selly namun pria tersebut mencekal tangan Dira.
" Tolong janagan mempersulit nona mari ikut saya "
" saya tidak mau! " ketus Dira.
" maaf nona saya harus bersikap kasar " pria tersebut pun menarik tangan Dira dan memasukan Dira kedalam mobil. Selly yang melihat itu pun tidak bisa berbuat apa apa.
Mobil itu pun membawa Dira kesebuah caffe yang dangat terkenal di kota itu. Pria tersebut membukakan pintu mobil agar Dira segera keluar.
__ADS_1
Pria tersebut membawa Dira kesalah satu ruangan VVIP.