Mencintai Gadis Culun

Mencintai Gadis Culun
Ep 9


__ADS_3

Dokter pun menjelaskan penyakit mamahnya yang mungkin sudah cukup lama dipendam dan tidak segera di obati. Saat Dokter menjelaskan bahwa mamahnya mengidap penyakit kanker stadium akhir tangis Dira pecah dia tidak percaya mamahnya yang begitu sangat menyayanginnya harus menanggung beban yang dipikulnya sendori. Mamahnya yang selalu sehat tidak pernah terlihat sakit atau mengeluh kepadanya membuat Dira sesak dia tidak percaya tentang penyakit mamahnya.


" Dok hiks..hiks gimana caranya biar mamah sembuh dok " tangis Dira membayangkan mamahnya akan meninggalkannya


" Sulit sekali mba Dira untuk menyembuhkan penyakit mamahnya mba Dira karna ini sudah stadium akhir "


" lakukan apa saja Dok saya cuma punya mamah hiks..hiks "


" hanya ada harapan kecil mba Dira agar mamahnya mba Dira sembuh "


" iya apa dok "


" kita harus melakukan oprasi tapi saya tidak menjamin mamahnya mba Dira akan bertahan "


" maksud Dokter? mamah bisa meninggal? ngga.. ngga mungkin Dok hiks..hiks " tangis Dira karna iya tidak pernah berfikir bahwa mamahnya memendam penyakit yang bisa merenggut nyawa nya


" maaf mba mau tidak mau memang hanya itu jalan keluar nya karna sudah menjalar kemana mana mba "


" saya ngga sanggup dok bila harus kehilangan mamah saya, hanya dia keluarga saya dok.


🐾🐾🐾


Sudah dua hari mamah Dira dirawat dirumah dakit dan sudah dua hari ini juga Dira tidak pergi ngampus karna iya tidak akan tega meninggalkan mamahnya.


mah kenapa nyembunyiin ini dari aku sihhh mahhh? aku ngga kuat kalo harus ngga mamah ninggalin aku batin Dira sambil terus memegang tangan mamahnya


Tak lama dokter pun datang untuk memeriksa keadaan mamahnya Dira.

__ADS_1


" Gimana dok keadaan mamah " tanya Dira yang khwatir melihat keadaan mamanya yang sangat pucat


" maaf mba kondisi mamahnya mba mulai menurun " ucap sang Dokter menundukan kepalanya tak tega melihat muka Dira yang menahan air matanya.


" ngg..ngga hiks..hiks..mamah akan baik baik aja kan Dok ngga mungkin mamahh...! "


Tangis Dira pun pecah melihat kondisi mamahnya yang turun Dok yang melihat Dira tidak tega dan segera keluar.


"Nak kamu kenapa nangis " tiba tiba mamah Dira pun bangun


"mamah jangan tinggalin Dira yaa janji "


" Heyy Dira sayang kamu ngga boleh ngomong kaya gitu nak itu urusan Tuhan sayang "


"Mahhh..hiks hiks Dira ngga sanggup kalo ngga ada mamah " Dira pun sangat erat memeluk mamahnya menangis dipelukan mamahnya yang terbaring


" Iya Dira janji mahhh "


" sayang kamu jangan nangis lagi yaaa "


" iya mahh "


" nak kamu lihat mamah, kamu harus menjadi orang yang sukses sayang agar tidak gampang dijatuhkan orang lain "


" iya mahhh Dira janji "


" sayang ingat pesan pesan mamah yaa , mamah mau istirahat dulu sebentar,kamu jangan nangis lagi yaa "

__ADS_1


" iya mahh Dira sayang mamah "


" mamah juga sayang Dira "


Mamah Dira pun istirahat sedangkat Dira pergi kekampus untuk memberikan surat izan karna sudah dua hari iya tidak maduk kampus.


" hay Dira " Brayen


" kamu ngagetin aku tau Ray "


" kamu kenapa kok mata kamu sembab gitu Dir? kamu habis nangis? kenapa ada yang nyakitin kamu? Brayen sanget khawatir melihat Dira yang tidak seperti biasanya meskipun mereka baru kenal tapi Brayen yakin Dira menyembunyikan sesuatu


" aku ngga pa pa kok Ray "


" kamu yakin Dir "


" iya yaudah aku pulang dulu yaa "


Ucap Dira saat sudah menitipkan surat izin ke temannya


" aku anter yaaa " bujuk Brayen


" ngga usah Ray aku lagi pengen pulang sendiri gak apa apa kan? "


" ehmm yaudah dehh "


Dira pun berjalan menuju halte sedangkan Brayen mengitu Dira karna tidak biasanya Dira terlihat pucat dan tidak bersemangat ditambah matanya yang sembab karna habis menangis. Tak lama bus yang ditunggu Dira pun datang dan langsung pergi Brayen mengikuti Dira dan bus yang dinaiki Dira pun berhenti.

__ADS_1


__ADS_2