
Saat sudah jam pulang kerja dicaffe tersebut, Dira termenung. Sambil menunggu ojek yang sudah ia pesan lewat aplikasi.
" mengapa hari-hari ku sangat berat Tuhan, aku tidak sanggup bila hidup di dunia ini hanya sendiri, apakah ini sudah takdir ku menjalankan hidup ku sendiri tanpa seseorang yang menyayangi ku tulus. Tanpa susah payah harus merubah gaya berpakaian ku. Mengapa kau tidak adil Tuhan, apakah saat nanti aku wisuda hanya sendiri. Aku ingin ibu ku Tuhan mengapa kau mengambilnya secepat ini. Bahkan aku belum sempat membahagiakan dia. " batin Dira
" mba Dira...Mba Dira " ucap tukang ojek yang sedari tadi sidah menunggu Dira.
" ah i..iya " sahut Dira yang nampak terkejut.
" ayo mba jadi saya antar tidak "
" iya jadi mang ayo "
*
Saat ini Baryen termenung memikirkan Dira, ntah mengapa perasaan Braten ingin sekali bertemu dengan Dira.
Tak lama bel rumah berbunyi Brayen menuruni tangga dan ingin membukakan pintu rumahnya.
" bi biar saya aja yang buka " ucap Brayen kesalah satu pelayannya
saat membuka pintu Brayen mendapati sahabat luknutnya. Ntah apa yang akan mereka lakukan. Brayen menatap satu persatu sahabatnya.
" apaan ini mengapa kalian membawa koper? " tanya Brayen
" kita bakal nginep disini selama satu minggu " ucap Reno dengan santainya.
" yaudah masuk "
Kini mereka sudah duduk di ruang tamu...
Saat ingin berbicara mereka dikejutkan dengan kedatangan seorang gadis yang tak asing dihadapannya.
__ADS_1
" Siapa yang membawa seorang gadis kemari? " ucap Braten melirik sahabatnya.
" maaf yaa gw yang bawa " ucap Reno.
Reno pun beranjak dari duduknya menghampiri Mella gadis yang ia beli.
" Woyy lo mau kemana Ray " tanya Adit
Brayen pun pergi kekamarnya sebenarnya ia tidak ada maksud untuk meninggalkan teman temannya ia hanya ingin menghubungi seseorang.
" Hallo "
" Dira kau dimana? "
" aku dirumah "
" bersiap siap lah aku akan menjemputmu "
Setelah selesai Brayen turun dan menemui sahabatnya.
" Ray lo mau kemana? " tanya Reno
" gw ada urusan sebentar lo pada jangan pergi "
" bi " teriak Brayen
" iya tuan " ucap Bi Tina salah satu pembantu paling muda diantara yang lain.
" bawa ia kekamar tamu bantu ia menyusun barang barangnya " ucap Brayen menunjuk Mella.
" udah Ray ngga usah repot repot biar gw aja yang bantuin nanti " ucap Reno dengan santainya.
__ADS_1
Brayen pun menatap Reno dengan tatapan yang sangat tajam.
" gw ngga mau lo buat kotor disini " ucap Brayen lalu pergi meninggalkan mereka.
" Woyy!!! ****** gw ngga kaya gitu juga kali!!! " teriak Reno
" udah Ren sabar " ucap Adit terkekeh geli melihat muka Reno yang sudah merah menahan emosi.
" ayo nona " ucap bi Tina
Mella pun pergi mengikuti bi Tina.
*
Setelah sampai dirumah Dira, Brayen mengetuk ngetuk pintu rumah Dura. Tak lama Dira membukakan pintu rumahnya melihat Brayen yang tersenyum.
" ada apa " ucap Dira
" menginap lahh dirumah ku "
" aku tidak bisa, apa kata tetangga mu nanti membawa seorang gadis masuk kerumah mu " ucapnDira dengan polosnya..
" kau tidak sendiri teman ku membawa teman perempuan aku tidak tega dengannya karna ia sendiri "
" baiklah aku akan ikut tapi ada syaratnya " ucap Dira
" apa sebutkan saja "
" aku akan mengajak sahabat ku "
" baikalah ayo "
__ADS_1
Setelah itu Dira dan Brayen masuk kemobil menuju ke rumah sahabatnya Dira.