
Setelah perjalanan yang memakan waktu 30 menit akhirnya Brayen pun sampai di rumah Dira.
" Dir ini rumah kamu? "
" iya ini rumah aku kecil banget yaaa"
" kamu ini ngomong apa sih Dir, kamu harus bersyukur banyak diluar sana orang yang tidur dikolong jembatan "
" bukan maksud aku ngga nerima keadaan aku Ray tapi aku cuma ngga mau kamu temenan sama aku karna terpaksa atau merasa iba sama aku "
" heyy dengerin aku yaa aku ngga pernah berteman untuk mandang kamu dari keluarga berada atau tidak itu ngga penting buat aku, aku hanya mau kamu tetap menjadi diri kamu yang apa adanya " ucap Brayen yang membuat Dira meneteskan air matanya
" aduhh aku salah ngomong yaaa? kamu kok nangis? kalo aku salah aku minta maaf yaa Dir " Dira pun memeluk Brayen dan menagis di dada bidang Brayen
" Ray ini pertama kalinya aku punya teman yang ngga mandang aku dari keluarga punya atau ngga ini pertemuan pertama kita tapi kata kata kamu itu seakan akan kita kaya udah temenan lama " ucap Dira yang masih memeluk erat Brayen dan disambut Brayen
Tanpa disadari ternyata Wiliam mengamati Dira dan Brayen
__ADS_1
" yaudah kamu jangan nangis yaa aku ngga suka liat kamu nangis yaudah kamu masuk aja yaa " Brayen pun mengelus pipi Dira yang basah karna air matanya
" kamu ngga mau mampir dulu " bujuk Dira
" Dir aku kan pria ngga enak dong kalo ada tetangga kamu yang liat ntar timbul fitnah aku ngga mau itu terjadi, kamu ngerti kan ?"
" aku ngerti makasih yaaa "
" makasih untuk apa?"
" karna kamu udah ngertiin keadaan aku kaya gimana trus juga kamu itu teman pertama aku di kampus "
" yaudah aku pulang yaa kamu istirahat besokan kuliah lagi "
" iya hati hati " dibalas senyuman Bryen yang membuat jantung Dira seakan ingin melinat dari tempatnya
Dira pun segera masuk dan ternyata tidak ada ibunya ibu kemana yaaa ini kan udah sore kok ibu pulang sihhh batin Dira yang memikirkan ibunya
__ADS_1
Jam menunjukan pukul 18:30 malam tapi ibunya tidak kunjung pulang Dira khwatir dan menunggu ibunya di teras rumah tak lama kemudian ada bapak bapak yang menghampiri Dira
" Neng Dira ibu nya neng pingsan tadi dikebun sekarang udah di rumah sakit hayuuu neng jemput ibu "
Dira yang mendengar ibunya pingsan pun langsung pergi untuk menghampiri ibu nya ntah apa yang sudah iya pikirkan disepanjang jalan.
" ibu kenapa bisa pingsan bu " Dira pun menangis melihat kondisi ibu nya yang sedang berbaring lemah dirumah sakit
" ibu bangun ibu masih sayang kan sama Dira ? " Dira memeluk sang ibu sambil menangis. Tidak lama kemudian Dokter menghampiri ruangan ibu Dira
" Dengan keluarga pasien ?" ucap sang Dokter melirik Dira dan bapak bapak yang sudah menolong mamah nya
" iya saya Dok " dengan mata yang masih berkaca kaca Dira segera menghamliri dokter tersebut
" Ibu Dira kenapa Dok? " ucap Dira tersedu -sedu melihat kobdisi ibunya yang tak kunjung sadar
" ikut saya keruangan ya mba Dira "
__ADS_1
" baik Dok "
Sesampainya diruangan dokter yang merawat mamah Dira sesekali Dira menghembus kan nafas dia tidak ingin ada penyakit yang serius dalam tubuh mamah nya.