
Dira pun mulai memetik senar gitar dan mulai memainkan kannya tanpa lagu Quen yang mendengarnya memberikan inisiatif.
" kak aku mau request boleh ngga ? " tanya Quen menatap Dira dengan mata puppy eyes yang membuat Dira hanya menguguk.
" coba kak lagu ' Memikirkan Dia ' tau kan kak " ucap Quen yang lagi lagi Dira mengiyakan reques dari Quen.
'Memikirkan Dia'
Tuhan ku lagi sendiri
Memikirkan dia
Slalu tentang dirinya
Tuhan ini jeritan jiwaku
Jeritan tentang hatiku
Semua keluh kesahku
Semua keluh kesahku
REFF:
Resah hati ini tanpanya
Memikirkan dia
Slalu tentang dia yang memberikan
Indahnya cinta
Untuk ku miliki
Sampai waktu menghentikan semua
..
Tuhan setiap detik demi detik
Ku slalu merindukannya
Slalu tentang dirinya
__ADS_1
Semua tentangnya
REFF:
Resah hati ini tanpanya
Memikirkan dia
Slalu tentang dia yang memberikan
Indahnya cinta
Untuk ku miliki
Sampai waktu menghentikan semua
REFF:
Resah hati ini tanpanya
Memikirkan dia
Slalu tentang dia yang memberikan
Indahnya cinta
Untuk ku miliki
Sampai waktu menghentikan semua
REFF:
Resah hati ini tanpanya
Memikirkan dia
Slalu tentang dia yang memberikan
Indahnya cinta
Untuk ku miliki
Sampai waktu menghentikan semua
__ADS_1
Indahnya cinta
Untuk ku miliki
Sampai waktu menghentikan semua
Setelah selesai menyanyikan lagu itu Quen menangis Dira yang melihat Quen menangis menutupi wajahnya dengan tangan. Dira langsung memeluk Quen. Meskipun Dira tidak tau mengapa Quen menangis mengingat lagu yang ia bawakan atas permintaan Quen memang lumayan menyedihkan.
" Quen kamu kenapa? " Tanya Dira
Quen tidak menjawab pertanyaan Dira, Quen tiba tiba memeluk Dira. Dira pun terkejut, Dira yang tahu posisi Quen berusaha menghilangkan keterkejutannya.
Tiba tiba pintu kamar terbuka Dira melihat Leon dan William sedang menatap mereka.
Leon yang bingung mengapa adiknya memeluk Dira hanya diam. Tiba tiba wiliam masuk dilihatnya ada gitar. Sekarang Leon mengerti mengapa adiknya menangis dipelukan Dira. Quen yang belum menyadari kedatangan Leon dan Wiliam melepaskan pelukannya perlahan.
Leon menghampiri adik satu satunya tersebut dan memberikan pelukan hangat.
Dira yang tidak tau mengapa Quen masih menangis menatap Wiliam yang sekarang sedang memegang gitar.
" ini bawa aja buat kamu " ucap William memberikan gitar terswbut.
Dira seperti mimpi diberikan gitar keluaran terbaru yang bahkan bisa dibilang limeted edition.
Sedangkan Quen duduk disisi ranjang.
" Tuan saya pamit kekamar tamu " ucap Leon
William yang mengerti apa maksid Leon hanya mengangguk.
William menatap Dira yang sedang memegang gitar sambil tersenyum.
" pulang " lirih Dira tiba tiba
William yang mendengar ucapan Dira yang sangat lembut membuat jantungnya serasa ingin lepas dari tempatnya.
" ba..baiklah ayo " ucap Will gugup
" Dira pun turun dari ranjang king size tersebut dan segera turun menuju mobil. William mengikuti Dira dari belakang.
* * *
Dimobil hanya ada keheningan, mobil pun berhenti melihat lampu merah Dira melihat kekiri arah jendela mobil. Dira tertegun melihat Brayen menaiki motor sport berwarna hitam mengkilat. William yang melihat Dira mengikuti arah mata Dira. Kesal karna ia melihat Brayen yang sedang manaiki motor sport.
__ADS_1
sesampainya di depan rumah, Dira hanya terdiam William pun turun dan membuka pintu mobil untuk Dira. Dira tak percaya seorang presdir Wijaya group mau membukakan pintu untuknya.