
Dira kini memasuki rumahnya William yang melihat wajah Dira sedikit murung. Membiarkan Dira.
Keesokan harinya Dira mulai bersiap siap menuju kampus. Ia pun keluar rumah, saat sampai depan pintu rumah ia melihat Brayen yang sudah menaiki motor sportnya.
" Ray kamu.. " Ucap Dira terpotong
" ayo naik masih mau diem disitu aja " ucap Ray
Dira pun menaiki motor sport Brayen.
" Dir pegangan aku mau ngebut nihh " ucap Brayen sebelum melajukan motornya.
Brayen yang tidak mendapat respon dari Dira menarik tangan Dira agar memeluknya. Dira yang mendapat perlakuan dadakan dari Brayen hanya terdiam.
" Ray.. " lirih Dira memeluk Brayen
" kenapa gw mau jalanin motornya nihh " ucap Brayen yang mulai menghidupkan motornya.
Brayen pun melajukan motornya dijalan yang lumayan sangat rame.
Saat sampai di parkiran William tidak sengaja melihat Dira yang tersenyum lepas kearah Brayen. Ntah mengapa Wiliam kesal dengan perlakuan Brayen. Wiliam pun turun dan menghampiri Dira. Dira yang terkejut melihat Wiliam yang sudah berada disampingnya.
" ayo masuk " ucap William menggandeng tangan Dira refleks Brayen pun memegang tangan Dira.
" Lepas " ucap William menatap tajam kearah Brayen. Brayen pun melepaskan genggamannya.
Melihat Dira yang tidak membrontak William tersenyum merasa ia menang dan Brayen kalah.
__ADS_1
" mulai besok aku akan mengantar jemput mu " ucap William setelah sampai dikelas mereka.
belum sempat Dira menjawab ucapan Wiliam Dosen sudah memasuki kelas.
Dira pun fokus mendengarkan materi yang diberikan Dosen tersebut sedangkan Brayen ia tidak bisa fokus dengan keadaannya.
Tak terasa kelas pun selesai Dira dan William segera keluar dari dalam kelas yang sudah mulai sepi.
" kita makan dulu " ucap William sambil menggandeng tangan Dira.
Dira yang tak ingin membantah atasannya hanya mengangguk kecil.
Disuaru tempat Brayen yang melihat tangan Dira digandeng pria lain mulai geram.
Brayen pun menghubungi seseorang untuk mencari tahu siapa William.
" lahh itu sicupu bisa deket sama Will "
" palingan juga make pelet "
" kirain si Will orangnya dingin banget "
" cakep cakep kok naksirnya sama cewe miskin "
beberapa ocehan anak kampus yang masih didengar William dan Dira. Dira yang mulai merasa gugup hanya menundukan kepalanya.
William yang melihat reaksi Dira beranjak pergi tidak jadi makan di kantin kampus. Ntah mengapa perasaannya saat ini saat melihat Dira murung rasanya dada William Sesak.
__ADS_1
" lohh kenapa kita ngga jadi makan? katanya kamu mau makan? " tanya Dira yang heran mengapa William menariknya ke parkiran.
William hanya tersenyum dan membukakan pintu mobil untuk Dira. Dira yang tidak mengerti maksud William hanya mengikuti.
* * * * * *
Saat sampai disebuah Restoran Dira terpukau melihat Restoran tersebut.
William pun memesankan beberapa makanan tak lama makanan mereka yang pesan pun tersaji.
" ayoo makan "
" emm..ba..baiklah "
Selesai makan Wiliam mengantarkan Dira pulang.
" makasih pak " ucap Dira
" kita lagi diluar kantor saya tidak mau kamu terlalu formal " ucap William dengan nada tegasnya.
" baiklah pak, saya permisi masuk dulu "
Dira pun masuk kerumahnya, dan mulai membersihkan badannya. Rasa lelah hari ini yang ia rasakan. Setelah selesai berendam dengan air hangat Dira mulai berbaring menatap ke langit langit kamarnya.
Dira mulai memikirkan kejadian kejadian hari ini. Mulai dari William menggandeng tangannya mengajaka ia makan.
huhhh...setelah ini apa lagi batin Dira
__ADS_1