Mencintai Gadis Culun

Mencintai Gadis Culun
Ep 32


__ADS_3

Setelah sampai didepan rumah sahabatnya Dira segera turu saat ia membuka pintu mobil tangannya dicekal Brayen.


" kenapa? " ucap Dira


" tidak papa "


Dira pun keluar dan mengetuk pintu rumah Selly. Tak butuh waktu lama pintu pun terbuka menampakan gadis cantik yang sudah memakai piama sangat lucu.


" ada apa Ra hoamm " ucap Selly sambil menguap.


" ikut aku yu "


" kemana? "


" kita kerumahan Brayen "


Saat mendengar ucapan Dira, Selly memblalakan matanya tak percaya saat mendengar nama Brayen. ia berfikir sejenak, bukankah Ara dan William sangat dekat lalu mengapa ada Brayen. Melihat sahabatnya seperti kebingungan Dira mengerti apa yang dipikirkan sahabat abstraknya ini.


" jangan berfikir aneh aneh "


" baiklah sebentak aku ingun mengganti baju dulu " ucap Selly


Setelah menunggu Selly berkemas Dira pun menghampiri Brayen. Saat hendak membukakan pintu mobil untuk Dira agar duduk didepan dengannya Dira hanya tersenyum kikuk.


Dira membuka pintu belakang Brayen hanya membuang nafasnya kasar.


Setelah memakan waktu satu jam kurang ia sampai dikediaman Brayen. Dira tidak akan tertegun kali ini karna ia sudah tahu dari mulut anak anak kampus yang membecirakan Brayen dan William.


" ayo masuk "

__ADS_1


Saat masuk Selly melototkan matanya saat melihat Adit yang sedang menghisap sebatang rokok.


Adit dan Reno yang menyadari kedatangan Brayen hanya terdiam dan tersenyum.


Dira melihat lihat kearah lain ia tidak menemukan sosok perempuan yang disebutkan Brayen tadi. Dira menatap mata Brayen. Brayen yang menyadari tatapan Dira segera memanggil bi Tina.


" bi " teriak Brayen


" iya tuan "


" paggil gadis tadi bilang disuru Reno " ucap Brayen


Reno yang mendengar ucapan Brayen hanya tersenyum simpul.


" apa kamu memanggil ku " ucap Mella dengan suara lembut khas dirinya. Membuat semua orang yang berada diruang tamu tersebut menatap Mella.


" iya aku memanggil mu kemarilah " ucap Reno


" Besokan minggu, bagaimana kalo kita jalan jalan " ucap Reno memecahkan keheningan.


" Tidak bisa! " ucap Dira. Seketika membuat semua orang yang berada menatap Dira dengan penuh tanda tanya.


" kenapa Dira hmm " ucap Brayen lembut


" aku besok harus kerja "


" apakah tempat kerjaan mu tidak ada libur? " tanya Selly yang kini ikut berbicara.


" kau bekerja dimana? " tanya Adit

__ADS_1


" aku kerja di caffe xx" ucap Dira


" ohhh, sudah besok kau tidak perlu masuk " ucap Adit dengan senyuman semanis mungkin.


" tidak bisa besok aku pasti akan dipecat "


" sudah kau ikuti saja ucapan ku barusan " ucap Adit.


" baiklah aku rasa tidak ada yang harus dibicarakan lagi, mari kita nonton " ucap Reno dengan santainya


" aku yang pemilik rumah atau kau hem? " ucap Brayen menatap sinis tingkah laku teman luknutnya.


" sudah lahh kau seperti baru kenal ku saja "


" bailah ayo "


Mereka pun berjalan menuju lift dan berjalan menuju salah satu ruangan yang sangat gelap.


" nyalakan lampunya " ucap Reno ke Brayen


Setelah lampu menyala Dira tertegun mendapati ruangan yang bisa dibilang bioskop mini


" mari kita menonton "


" heh para gadis kalian ingin menonton apa " ucap Adit


" terserah " ketus Selly


" baiklah kita akan menonton film romantis kalau begitu "

__ADS_1


Saat film diputar hanya ada keheningan sampai film itu menunjukan adegan yang membuat mereka kikuk dan menatap satu sama lain.


Reno yang melihat adegan itu semakin fulgar menutu mata Mella. Begitu juga Brayen ia memeluk Dira menyembunyikan wajah Dira didada bidangnya. Sedangkan Adit dan Selly hanya saling tatap dan kikuk. Selly pun kembali melihat adegan itu membuat Adit tak bisa berkutik dan langsung menangkap wajah Selly agar menatapnya sampai adegan itu belum juga selesai Adit mematikan film dewasa itu.


__ADS_2