
Hari hari pun berganti kedekatan William dan Dira mulai menyebar di kampus Dira yang selalu mendapatkan gunjingan dari senior maupun juniornya hanya bisa pasrah. Dira tau dimana posisinya saat ini, ia juga tidak menyangka akan hal ini.
Brayen yang geram Dira selalu mendapatkan gunjingan yang jelek jelek. Mulai menghampiri William, dimana kelas William yang dulu sempat pindah karna ingin selalu berada didekat Dira tapi karna adanya gosip William harus pindah kekelas yang seharusnya ia tempati dari awal.
Saat melihat William dengan santainya membaca buku. Brayen pun menghampirinya.
" apakah kau akan bersikap seperti ini terus, sedangkan Dira selalu mendapatkan gosip hah!!! " ucap Brayen dengan nada tinggi, membuat orang orang menatapmereka.
William hanya diam tidak menggubris Brayen sama sekali bahkan meliriknya saja tidak. Brayen yang sudah tidak tahan melihat William mengacuhkan nya memberikan pelajaran dan.....
Bughh
Tanpa perlawanan William tersungkur ia memegang sudut bibirnya yang pecah akibat bogeman dari Brayen.
William bangkit berdiri dan mengambil tasnya menatap tajam kearah Brayen. Tanpa membalas pukulan Brayen. Karna cara bermain Willyam berbeda ia tidak menyukai tangannya harus kotor menyentuh wajah Brayen.
Brayen yang sangat geram melihat tingkah William yang seperti tidak melihat kehadirannya meskipun ia sudah memukul wajahnya William.
__ADS_1
Brayen pun mengejar William dan menarik tas William yang dikesampingkannya dibahu.
William pun berhenti dan menatap Brayen dengan muka tanpa ekspresi yang sulit dibacanya.
" Bisakah kau lepaskan tanganmu yang kotor ini tuan Brayen Putra Atmaja " ucap William dengan penekanan.
Brayen pun sangat geram kali ini saat William menyebutkan nama panjangnya.
William yang sedang hendak pergi tiba tiba melihat sosok Dira. William pun menghampiri Dira karna beberapa hari ini Dira selalu beralasan dan juga berhenti bekerja dikantornya.
" Dira aku ingin bicara " ucap William dingin
" tidak bisa disini, ayo ikut aku " William pun menarik tangan Dira menuju parkiran dan membawanya masuk kedalam mobil.
William yang sangat sudah tidak tahan ingin mengatakan sesuatu tapi ia urungkan niatnya sesampainya di mansion yang sangat mewah milik William. Dira tercengang melihat rumah yang sudah seperti istana, karna memang Dira selama ini tidak pernah mencari tahu William ia pikir untuk apa mencari tahubtentang William? itu sungguh kurang kerjaan.
Setelah membawa Dira masuk kedalam mansionnya. Banyak pelayan yanv tercengang melihat tuan mudanya yang selama ini tidak pernah membawa seorang gadis.
__ADS_1
William yang ditatap seluruh pelayan bedehem seketika pelayan pun terkejut karna disadari tuan mudanya.
" selamat datang tuan dan nona " ucap para pelayan serempak ada dua puluh delapan pelayan yang serempak menyambut kepulangan tuan mudanya. Memang setiap harinya para pelayan tersebut selalu memberikan rasa hormat ketika tuannya baru pulang maupun darinkampus atau dari mana pun itu.
" Ayo " ucap William mengajak Dira diruang tamu. Tanoa menyapa balik pelayannya.
Sesampainya diruang tamu William mulai bercerita mengapa Dira mengundurkan Dira.
" maaf kan aku " lirih Dira
" tidak ini salah ku " ucap William
" seharusnya aku memang tidak menunjukan kedrkatan kita di kampus " tambah William
" apa kedekatan? " batin Dira
" Mulai sekarang bersikap lah seperti biasa anggap kita tidak salng kenal "
__ADS_1
Disaat William ingin bicara pelayan pun menaruh minuman. Setelah itu langsung pamit pergi.
" baiklah " ucap dira yang merasa sesak di dadaknya