
Ntah mengapa saat mengucapkan kata kata itu hati Dira sakit. William pun mengantarkan Dira untuk pulang karna hari semakin sore.
" Ayo aku akan mengantarkan kamu pulang " ucap William
Dira ingin menolaknya tetapi itu semua akan percuma karna William tidak menyukai penolakan.
Didalam mobil lamborghini milik William hanya ada keheningan.
" Dira tetap lahh bekerja ditempat ku " ucap William
" tidak bisa ku sudah mengajukan surat pengunduran diri ke hrd " ucap Dira
" baiklah, aku tidak bisa memaksa mu "
Dirumah Dira
" Ya Tuhan apaakah aku salah bicara, selama ini William sangat baik tapi aku seperti orang yang tidak tahu terimakasih " gumam Dira sambil merebahkan dirinya.
*
" Layen Dimana William !!! " ucap Bibi Rose yang langsung masuk tanpa permisi.
" maaf, nyonya tuan muda ada dikamar " ucap kepala playen.
" apakah tuan muda kalian membawa seorang gadis kemari? " tanya bibi Rose
" iya benar nyonya "
Bibi Rose pun pergi meninggalkan kepala pelayan tersebut.
Tok tok tok
" masuk " ucap William
" Will, siapa gadis yang berani kau bawa kemari? " ucap bibi Rose to the point
__ADS_1
" apa urusan mu !! " ucap William dingin.
" aku ini bibi mu tanggung jawab mu diserahkan orang tua mu kepada ku dan paman mu apakah kau tak menganggap ku dan paman mu selama ini " ucap bibi Rose yang mulai tersulut emosi.
" siapa yang menyuruh kalian menjadi paman dan bibi ku " ucap William menyunggingkan senyumnya menatap bibi Rose dengan sinis.
" bukan kah kalian hanya menginginkan harta ku " ucap William lagi.
" bisakah kau hargai aku sebagai saudari dari mamah mu " ucap bibi Rose.
" tidak !!! " bentak William.
" pergi dari rumah ku sebelum aku membakarmu hidup hidup !!! "
Dengan amarah yang menggebu gebu bibi Rose pun terpaksa meninggalkan kamar William.
" Layen "
" iya nyonya "
" cari tahu tentang gadis yang dibawa tuan muda kalian tadi "
" apa maksud kalian "
tak lama William pun turun menuruni tangga melihat bibi Rose bicara dengan Layen.
" apakah kau yang memberikan gaji mereka? " ucap William
Bibi Rose pun membalikan badannya melihat william yang sudah berdiri dibelakangnya
" pergi dari rumah ku dan jangan pernah datang kemari " ucap William
" Layen kembali bekerja, jika kau masih ingin bekerja "
Layen pun segera pergi meninggalkan tuan mudanya dengan bibinya
__ADS_1
" jangan pernah kau berikan perintah dirumah ku ini !! "
Tidak menjawab ucapan William bibi Rose pun pergi.
*
Keesokan harinya Dira mulai bekerja di cafe salah satu milik pengusaha.
" ini seragam mu " ucap salah satu pelayan yang bernama Neyna
" makasih "
Dira segera berganti pakaian...
" tolong anterin ini kemeja nomor dua belas ya " ucap Neyna
" iya "
saat ingin mengantarkan makanan pesanan dimeja tak sengaja kaki Dira tersandung dan membuat makanan tersebut jatuh kesalah satu sepatu pengunjung.
" maaf tuan saya tidak sengaja " ucap Dira
" tidak papa bangun lah "
Menejer cafe tersebut menghampiri Dira.
" ada apa ini Dira " bisik maneger
Dira tidak menjawab ia hanya menunduk takut.
" tidak papa pak ini hanya sedikit masalah kecil " ucap
" maaf kan kami atas tidak kenyamanan "
Dira pun membersihkan lantai yang kotor akibatnya yang tidak hati hati.
__ADS_1
" Dira kamu baru pertama kali kerja sudah seperti ini " ucap Neyna yang membantu Dira membersihkan bekas pecahan.
" aku minta maaf Neyna, karna kecerobohan ku ini "