Mencintai Gadis Culun

Mencintai Gadis Culun
Ep 34


__ADS_3

Terlihat wanita paruh baya yang sedang menikmati minumannya. Tersadar bahwa ada yang datang wanita paruh baya itu pun melirik keasal pintu terbuka. Menampilkan sosok gadis sederhana yang sangat tidak elegant menurutnya setelah menatap gadis itu dari atas sampai bawah wanita paruh baya itu pun berkata....


" apa kau akan berdiri terus menerus didepan pintu itu " ucap Wanita paruh baya itu


Dira pun masuk perlahan dan berdiri duhadapan wanita paruh baya tersebut. Saat dipersilahkan duduk Dira langsung medudukan dirinya.


" ada apa bibi menyuruhku kemari? " tanya Dira menundukan kepalanya.


" jangan panggil saya bibi, saya bukan bibi mu panggil saya nyonya Wijaya " ucap lantang wanita paruh baya itu yang tak lain adalah bibi William.


" baiklah nyonya ada apa? " ucap Dira mengulang ucapannya.


" baiklah langsung ke intinya saja karna saya malas untuk basa basi dengan orang miskin seperti dirimu " ucap Bibi Wiya


Seperti disambar petir saat Dira mendengar ucapan ' miskin'. Dira pun membuang nafasnya kasar

__ADS_1


" saya memang miskin nona tapi tidak miskin atitude " ucap Dira yang kini sudah menatap mata nyonya Wijaya.


" heh kau fikir saya tidak mempunyai atitude, saya juga tau kamu mendekati William hanya karna menginginkan hartanya bukan? " ucapan bibi William membuat hati Dira sakit. Bagai mana bisa bibinya mengatakan hal tersebut tanpa pikir dua kali.


" segitu hinanya kahh orang miskin dimata mu nyonya? " ucap Dira yang kini matanya sudah berkaca kaca menahan air matanya yang sudah siap meluncur.


" lalu untuk apa kau bergaul dengan ponakan ku jika bukan seperti itu. Kau hanya lah gadis miskin lihat lah penampilan mu. Bahkan pakaian yang kau pakai saja tidak layak disebut pakain. ohhh iya,,,,, saya minta kamu ppaham dengan ucapan ku jauhi William. Sebutkan berapa nominal yang kau butuhkan agar kau mau menuruti kemauan ku untuk menjauhi William!! " ucap Bibi William


Kini air mata Dira sudah tidak bisa tertahan hinaan yang ia dengar bagaikan ribuan jarum yang menusuk hatinya.


Dira yang melihat check itu langsung merobeknya tanpa ada rasa takut ntah datang dari mana rasa keberaniannya.


" terimakasih nyonya Wijaya tapi saya tidak membutuhkan itu. Saya memang hanya orang miskin tapi bukan berarti kau bisa membelinya dengan uang. Ada hal yang tidak akan pernah kau bisa beli dengan uang!! cam kan itu baik baik permisi " ucap Dira ingin melangkah berhenti tetapi langkahnya berhenti saat mendengar ucapan bibi Wilyam.


" apakah begini sifat mu terhadap orang yang lebih tua " ucap bibi Wiliam dengan sangat geram

__ADS_1


" apakah begini cara orang kaya menyambut tamunya. " timpal Dira tanpa membalikan badannya. Air yang terus menerus mengalir membuatnya sangat tidak tahan ia pun langsung berlari setelah mengucapkan kalimat tersebut.


Bibi William yang merasa sangat direndahkan membuatnya sangat geram. Ia pun menelfon seseorang.


" Cari tahu sedetailnya tentang gadis miskin tersebut " ucapnya kepada seseorang disebrang telvon tersebut. Setelah mengatakn itu ia langsung mematikan telvonnya.


* * * * * * * * * * *


Dira pun berlari terus menerus hingga hujan pun turun.


" apa segitu hinanya diriku Tuhan, ibu hik...hiks... aku kangen ibu "


Saat sedang duduk dihalte tiba tiba ada mobil yang menghampirinya.


" Dira " ucap Seseorang tersebut yang tak lain adalah Willyam

__ADS_1


" Wil.. " belum sempat Dira berbicara dirinya tak sadarkan diri. Membuat William panik dan langsung menggendongnya ala bridle style.


__ADS_2