
Aku berjalan menelusuri rumput rumputaan yang sudah mulai tinggi dijalan menuju kamar asrama, aku membuka pintu yang sudah di tutup rapat oleh mereka yang bergegas untuk tidur. Mereka terbelalak kaget karna melihatku pulang dengan cepat, pasti mereka menyangka bahwa aku akan kena semprot oleh Abi pengasuh dan dihukum berhari hari untuk menghafalkan ayat ayat AlQur'an. Tapi sayangnya tidak, kenyataannya berkata lain dan bahkan Abi pengasuh pun meloloskan aku dari jeratan hukuman yang mereka inginkan. Pasti para pembenciku akan mendengus kesal karna aku berhasil lolos dari jebakannya, sebenarnya aku merasa kaihan dengan mereka yang menginginkan kesialanku, apakah mereka bisa hidup dengan tenang jika mempunyai iri dengki di hatinya.
Aku berjalan ke arah kamar mandi untuk membasuh kakiku dan menuju kasus untuk lkas tidur. " Gimana kata Abi mbak? mbak gak dapat hukuman dong. " tanya Rosa yang khawatir karna kepergianku secara tiba iba memenuhi panggilan Abi pengasuh tadi. " Tenang saja Rosa, aku tak akan membiarkan orang yang penuh kedengkian bisa menjajah diriku. " jawabku dengan agak keras agar mbak Icha dan Aul mendengan perkataanku tadi. Untung saja aku pandai akting, jika aku tak panai mungkin saja aku sudah bersama gerombolan orang orang munafik seperti Aul dan Icha. Aku langsung menarik selimut dan mengirim pesan kepada pak Alung, aku merasa sedikit lapar karna tingkah Aul dang mbak Icha.
💌
Aku : Abi saya lapar.
Pak Alung : kamu ini bandel, tadi ditanya lapar jawabnya nggak nah sekarang bilang lapar.
Aku : gak papa bi, saya pinjam sepeda motornya mau pergi cari nasi berdua sama Rosa kalau dia mau.
__ADS_1
Pak Alung : Sudah kamu jangan keluar.
Aku : trus bagaimana saya makan, saya lapar.
Pak Alung : Tunggu Febri pulang nanti dia akan bawa nasi, saya sudah pesan sama Febri barusan, kamu jangan keluar, kamu perempuan Ce.
Setelah mendapat pesan dari pak Alung aku merasa lega, aku memang yakin kalau pak Alung tak akan tega jika aku keluar sendiri jadi aku menghubunginya terlebih dahulu agar dia mencarikan anak putra unik membelikanku nasi, memang aku sangatlah pintar.
💌
Pak Alung : Ce datanglah ke kamarku dengan Rosa, kita makan bertiga.
__ADS_1
Aku langsung mengajak mbak Rosa untuk pergi ke kamar pak Alung agar nasi tak lekas dingin, Kali ini pak Alung memesankan lalapan ayam yang sangat enak, mungkin Febri pintar memilih makanan.
" Ayo Rosa, jangan sungkan sungkan, kita makan bersama, oh ya mi besok umi mau ikut acara Minggu pagi atau tidak?. " tanya pak Alung kepadaku mencari kepastian. " Kenapa emangnya bi?. " tanyaku balik. " Yah kalau umi tak mengikuti acara umi di kamar Abi sambil menemani istrinya pak Mas'ud paman saya. " kata pak Alung menjelaskan. Aku mengiyakan karena aku sangat malas mengikuti acara Minggu pagi, pasti selalu ada kuis kuis yang tak aku sukai saat Minggu pagi. " Saya juga mau ketemu pak Mas'ud bi, pengen tau beliau seperti apa. " kataku dengan jelas meminta untuk pak Alung mempertemukan aku dengan pak Mas'ud.
Rosa makan dengan tanpa bicara seperti biasanya, dia memang anak yang selalu pendiam, karna itu aku memilihnya menjadi teman akrab, setidaknya dia walaupun tak suka dengan tingkah lakuku dia tak akan membicarakan aku dari belakang. Selesai makan aku dan mereka berdua berbincang bincang sedikit dan aku mengakhiri pertemuan ini, tak enak jika pak satpam mendatangi kita bertiga nantinya. Aku dan Mbak Rosa berjalan dengan pelan pelan berusaha untuk tak membuat kebisingan di malam hari dengan cara berjalanku. Aku berjalan pelan membuka pintu kamar asrama putri dengan mengndap endap.
Esok pagi hari yang sangat cerah, seperti yang aku dan pak Alung rencanakan tadi malam, aku tak bersiap siap secara berlebihan seperti anak anak lainya yang akan mengikuti acara Minggu pagi. Aku hanya mandi dan berdandan seperti biasanya tentunya tetap stay di tempat untuk menunggu panggilan dari pak Alung. " Rosa pengen ikut kah mbak ke pak Mas'ud?. " tanyaku ke Rosa. " Sebenarnya aku ingin mbak, tapi aku takut. " kata Rosa sambil menundukkan kepalanya. " Gak papa mbak Rosa, ada saya gak mungkin kena semprot deh, dijamin. " bujukku. Karna bujukanku yang manis akhirnya mbak Rosa mau untuk menemani aku bertemu pak Mas'ud untuk pagi ini.
Anak anak santri putri sudah pergi semua ke tempat acara tersebut berlangsung, mereka tak menghiraukan aku dan Rosa yang diam saja karna kesibukan mereka masing masing. Pak Alung menghubungiku dan mengatakan agar aku datang ke kamarnya karna pak Mas'ud sudah datang bersama istrinya. " Siap bosku. " jawabku mantap dan bergegas menuju ke kamar pak Alung dengan diikuti Rosa di belakangku. Sesampainya aku di depan pintu kamar aku langsung mengetuk pintu dan pak Alung mempersilahkan aku masuk, aku tak takut jika pak satpam tau bahwa aku disini karna pak satpam pastinya sudah berangkat sejak tadi.
" Assalamualaikum pak, saya Cece, dan ini mbak Rosa." kataku memulai perkenalan. " Iya paman, dia yang mau nikah sama saya. " imbuh pak Alung sambil tersenyum menggoda kepadaku, membuatku tertunduk membenamkan wajahku agar tak terlihat merah. Memang benar nih orang pinter ngerayu, batinku. Pak Mas'ud yang mengetahui tingkat pak Alung Yangs sedang menggodaku hanya tersenyum tipis dan berkata " ya gak papa kalau kamu sama dia, dia juga terlihat seperti anak baik ban penurut, dia pasti tak akan menyusahkan kamu. " kata pak Alung. Aku terlihat seperti seorang wanita yang tangguh, bahkan mas Surya sangat senang dengan sifatku yang tegas membuat citraku semakin terlihat sangat baik di depan semua orang, kata mas Surya dulu kepadaku.
__ADS_1
Pak Alung berkata kepadaku agar aku mengizinkan dia dan pak Mas'ud pergi ke sekolah sekolah untuk mengajar sastra Arab, dia adalah guru bayaran untuk extra di setiap sekolah ternama. Aku mengiyakan dan menyalami pak Alung sebelum dia berangkat, dia terus memandangiku dan segera menaiki motor yang sudah dinyalakan oleh pak Mas'ud. Istrinya pak Mas'ud, aku dan Rosa memasuki kamar pak Alung saat sudah menunggu pak Alung dan pak Mas'ud pergi ke sekolah, dia adalah istri yang sangat menyayangi suaminya.