
" Abi, Abi, maafin. " baru tiga kata aku ada didepannya dia langsung menyahut perkataanku dengan cepat, " kenapa? jam berapa? kamu gak punya aturan, kamu kira saya ini siapa?, jangan seenaknya disini. " kata pak Alung memberhentikan jalanku yang tadinya ingin mendekatinya, sungguh perkataannya membuat hatiku sangat sakit, bagaikan berjalan diatas duri duri mawar. " Abi maaf ya bi, Abi jangan marah ya. " pintaku dengan sedikit berlari kecil mendekatinya, memegangi tangannya dan memohon mohon agar aku dikasihani olehnya, " saya janji gak bakal seperti ini lagi. " kataku dengan berusaha meyakinkannya, pak Alung terus terusan diam dan tak membalas perkataan dariku. " Aw sakit. " teriakku saat pak Alung mencengkram lengan ku yang memegangi tangannya, dia berusaha menyingkirkan tanganku dengan keras.
__ADS_1
Brak, suara kaki pak Alung menendang lemari yang ada di depanku, aku yang melihatnya langsung menangis tersedu sedu, " diam atau aku akan tambah marah terhadapmu!. " kata pak Alung dengan menunjuk wajahku. Aku menutupi mulutku dengan kedua tangan, berusaha untuk tak mengeluarkan suara tangisan agar pak Alung tidak menjadi jadi. " Ampun Abi, umi cuma pergi sebentar, refreshing karna umi lagi banyak masalah. " kataku dengan sedikit isak tangis di dadaku. " apakah seperti itu refreshing?, dengan menghabiskan uang dan kau keluar dengan orang lain?, apakah saya tak membutuhkanmu?, apakah kamu tak khawatir jika saya mati kelaparan?. " tanya pak Alung dengan nada tinggi kepadaku.
__ADS_1
Aku bergeser mendekati pak Alung, dia mengibaskan tanganku yang berusaha memegang punggungnya. Apakah harus semarah ini sampai aku menangis?, kau suka sekali membuatku kebingungan Alung gila!, seruku dalam hati. " Abi, maafkan saya, saya sayang sama Abi, sudah ya, jangan marah marah lagi. " kataku dengan nada yang halus agar pak Alung sedikit luluh hatinya. Ya, perkiraan ku betul sekali, pak Alung luluh dengan kelembutan sikapku. " Sudah sudah, jangan di ulangi lagi. " kata pak Alung dengan menggenggam tanganku, kita berdua berbaikan, tersenyum bersama dan terus saling menatap, " bi ini minum, tadi umi beli buat Abi. " kataku menyodorkan minuman tadi, " apakah kamu berusaha menyogok ku?. " tanya pak Alung membuatku kaget, dan dengan sigap aku menggeleng gelengkan kepalaku.
__ADS_1
Pak Alung mengulurkan tangannya dan menatapku, menatap mataku untuk aku meraih tangannya dan menciumnya, pak Alung adalah manusia yang paling manja, dia bayi tua, tak heran aku bersusah payah menjalin cinta dengan bayi tua yang menyebalkan, kataku dalam hati. Terkadang aku sadar jika sikap pak Alung sangatlah menjengkelkan, dia memintaku untuk membelikan makanan, menemuinya dikamar dan tak boleh berkomunikasi dengan anak laki laki di asrama, dia adalah orang yang banyak aturan. Aku meninggalkan pak Alung dan berjalan menghampiri gerombolan gerombolan rubah betina itu. " Ce, berterima kasihlah untuk Nisa dan Eza karna memberi tahuku tentang mu, jika tidak mungkin kamuakan terus menerus mendengarkan ceramahny.
__ADS_1