Mendung

Mendung
Bolos Sekolah Agar Tak Bertemu Siput


__ADS_3

Sesampainya di rumah Millah, kedatangan ku langsung disambut hangat oleh keluarga Millah, seakan akan aku adalah putrinya yang ditemukan setelah hilang bertahun tahun, dan tentunya itu tidak nyata, aku hanya mengada ngada. Dinan terus memandangiku sambil kebingungan, bukannya dia yang ingin bertemu denganku, kenapa dia seperti orang hilang arah, pikirku.


Millah dan Fanny pergi ke dapur dengan alasan membuatkan teh aku dan Dinan, bukankah aneh jika aku ditinggal berduaan di ruang tamu. Dinan memulai pembicaraan dengan sangat kaku, seperti gelar pangeran siputnya hilang karna ada ratu yang lebih berkuasa. Dia terus berbicara a i u seperti orang baru belajar baca, membuatku sontak menanyakan apa maksud dia meminta Millah menjemputku dengan beralasan karena tugas matematika.


" Ada apa Dinan, kamu kan yang nyuruh Millah alasan untuk beralasan kerkol? sampai sampai aku harus membawa tas sekolah untuk dapat izin dari pak Alung. " sindirku pelan. Sindiran itu membuat Dinan semakin tak enak hati, untungny Millah dan Fanny datang tepat waktu disaat aku mulai sedikit meninggikan nada bicara.


" Wiihhh bro, tegang sekali, santai aja lah. " kata Fanny agar Dinan tak begitu kaku.


" Ce, apa kita bisa keluar sebentar?. " tanya Dinan padaku.


Aku mengikuti Dinan dari belakang, aku tak tau kemana arahnya yang penting aku ingin tau apa maksud dia.

__ADS_1


" To the point aja deh " kataku tegas. Dinan mulai gelagapan dengan sikapku.


" Ce, kamu mau gak kalau jadi pacarku?. " tanya Dinan memastikan. Aku terus berpikir keras, aku tak menyukainya, tapi jika aku tak menerimanya menjadi pacarku apa aku harus pulang jalan kaki. Cara Dinan terlalu alay untuk mengatakan cinta, tapi disisi lain aku bisa memanfaatkannya untuk menjadi ojek gratisku saat pulang sekolah, gausah repot repot kan aku jalan kaki.


Aku berinisiatif untuk memanfaatkan Dinan sampai dua tahun kedepan untuk jadi ojekku, maka aku harus menjawab iya agar dia mau.


" Iya Din, aku mau. " jawabku langsung tanpa malu. Dalam hati aku sudah memaki maki diriku sendiri, kenapa aku sebegitu alaynya bisa pacaran sama siput. Setelah aku menjawabnya aku meninggalkan Dinan dan langsung meminta Millah mengantarku pulang ke asrama, karna aku harus datang beli makan untuk guruku.


Aku berjalan tigapuluh meter lebih ke asrama, tempat itu sangat luas, bahkan sangat bagus. Aku terkadang bingung dengan tempat tempat disana sangking luasnya. Dari kejauhan pak Alung meneriakiku, aku tak bisa pura pura untuk tak melihatnya, dia orang yang sangat curigaan. Dia menuju ke ujung kamarnya dengan kaki terseret seperti biasanya, aku mendatanginya.


" Kenapa pak?. " tanyaku dengan nada lesu, sebenarnya aku tak ingin melihatnya untuk sekarang. Pak Alung duduk dan melambaikan tangannya, kode agar aku duduk disampingnya. Akupun asal duduk, dia mengatakan ingin makan malam bersamaku, bagaimana aku menolak kalau hatiku ada padanya. Aku mengiyakan dan bergegas pergi ke asrama dengan riang.

__ADS_1


Lalalala... suaraku bernyanyi dengan riang, teman temanku saling berbisik mengataiku gila. Tapi tak masalah untuk itu, aku sangat senang untuk sekarang. Sembari menunggu Maghrib, aku berdandan ria dengan tersenyum riang didepan kaca, semua yang ada terheran heran. Aku berangkat untuk makan malam bersama pak Alung, belajar malam libur karna malam Selasa, jadi aku bisa berlama lama berduaan dengan pak Alung.


Anak anak tidak pernah sholat jama'ah setelah kedekatan ku dengan pak Alung, mereka menjadikanku perisai agar tad dapat ceramah Akhbar darinya. Pak Alung akhir akhir ini selalu mementingkanku, sehingga lupa akan anak anak yang bersorak gembira karna adanya aku, mungkin aku adalah malaikat penolong bagi mereka. Terkadang jika mereka melakukan kesalahan, mereka memintaku untuk membujuk pak Alung, aku adalah kunci dari mood pak Alung yang sering hilang.


Aku selalu senang saat dekat dengan pak Alung, dia selalu membuatku bahagia dengan percaya dirinya. Diatas kasur, dia memintaku untuk memijit kakinya, hanya memijit gengs, tak usah berpikir yang aneh aneh. Dia bertanya kepada ku, apakah aku tak ingin mendengar cerita kakinya itu, tapi aku langsung berkata tidak. Aku tak mau mengenal kisah seram darinya, aku menerima dia apa adanya.


" Ce, besok kamu jangan sekolah ya, sehari aja, nemenin saya seharian. " pintanya mendadak, membuatku terkaget. Tapi memang selama ini aku ingin sekali seharian berdua dengannya, kencan dengannya walau hanya mengitari asrama ini. Aku mengiyakan perkataan pak Alung dengan anggukan manja, pak Alung selalu gemas melihat tingkah lakuku. Aku bergegas balik ke asrama dengan senang hati, aku tak mau besok kencanku akan diadakan dengan muka yang jelek.


Aku diasrama langsung mengabari mas Surya, aku tak mau mas Surya menunggu kabarku terlalu lama, dia kan juga kekasihku.


" Mas Surya, aku kangen. " kataku sedikit manja, aku memperkenalkan mas Surya di teman asramaku, agar mereka semua tak curiga atas hubunganku dengan pak Alung yang semakin dekat. Mas Surya selalu menyambutku dengan ramah, dia adalah calon suami yang baik, namun untuk saat ini aku tak menginginkannya.

__ADS_1


__ADS_2