Mendung

Mendung
Saya Rindu


__ADS_3

Pak Alung memelukku dan kita menumpahkan keluh kesah kita masing masing di hari kemarin, selalu seperti itu. Aku dan pak Alung berciuman, pak Alung menciumku sangat lama, dia tak seperti biasanya, sifatnya sedikit lebih agresif dari sebelumnya. Dia meraba punggungku dan membenamkan wajahnya kedalam dadaku. " Pak Alung, belum waktunya ya. " kataku sambil membuka celah celah dari pelukan pak Alung, pak Alung terdiam karna perkataanku, dia berjalan pergi menuju galon air untuk menyadarka. diri dengan segelas air.

__ADS_1


Maafkan saya pak Alung, tapi kita harus menunggu untuk beberapa waktu saja. Pak Alung mengusap dahinya dan berhenti untuk melakukan apa apa sejenak, dia terdiam dan memandangku dalam dalam. Dia terduduk di bawah lantai dan mendengus kesal, apa yang sedang dipikirkan pak Alung sekarang? apakah kecewa karna aku mengingatkannya atau dia menyesali perbuatannya, aku sama sekali tak tau apa yang dia pikirkan, pikirku dalam hati. " Cece, kamu boleh pergi. " kata pak Alung sejenak, apakah dia mengusirku atau apa, pikirku lagi.

__ADS_1


Aku yang disuruh untuk balik ke kamarku malah pergi mendekati pak Alung, " Abi kenapa? jangan marah sayang, umi cuma mengingatkan saja. " kataku dengan nada lembut sambil duduk di atas pangkuan pak Alung. Pak Alung tak memarahiku sama sekali karna telah naik dipangkuannya, dia malah melingkarkan tangannya di perutku dan menciumi leherku. Sejenak, lima menit setelah itu aku berdiri dan meminta izin untuk kembali ke asrama, agar anak anak lain tak curiga dengan aku dan pak Alung.

__ADS_1


Aku berjalan menuju kamar asrama putri pada jam 03:30 WIB, aku tak merasa takut karna aku sudah terbiasa mendatangi kamar pak Alung untuk mengisi air. " Mbak Rosa belum tidur?. masih belajar aja dari tadi. " candaku dengan menyodorkan air minum kepadanya. " Iya mbak, pr-nya banyak sekali lho, saya jadi bingung. " jawab Rosa dengan sedikit mimik wajah kebingungan. " Mbak Rosa nanti pagi saya.. " kataku terputus. " Saya kenapa mbak?. " tanya Rosa kebingungan, aku hanya menjawabnya dengan gelengan kepala. Rosa yang kecewa dengan jawabanku lalu mencubit tanganku pelan sambil tertawa. " Mbak Cece jarang lho ragu ragu seperti itu. " kata Rosa mulai menyelidikiku, aku langsung buang muka dan meninggalkannya tidur.

__ADS_1


Saat bangun pagi aku sudah melihat banyak anak anak asrama eragkat sekolah begitu juga Rosa, dia pergi begitu saja tanpa membangunkanku dari tidur, sungguh manusia yang sangat menjengkelkan. Aku berjalan ke kamar mandi dengan membawa peralatan sabunku, menggosok gigi dan langsung mandi, siap siap untuk bertemu pak Alung kembali. Aku selesai mandi dan berjalan menuju kaca untuk dandan. Kringgg suara telpon genggam ku yang berbunyi, aku berjalan mendekati telpon dan mengangkatnya. " Hallo pak Alung, eh salah Abi. kenapa?. " tanyaku dengan nada sedikit lembut. " Mi, Abi rindu, cepat kesini mi san temui Abi ya. " kata pak Alung tergesa gesa, entah apa yang membuatnya begitu panik.

__ADS_1


__ADS_2