
Kakakku Koko, mengantarkanku dengan cepat karna dia ada acara di sekolahnya.
walau hari Minggu??? wahhh sekolah elit memang beda, untung aku gak sekolah disana, hehehe. pikirku. tapi setelah sampai diasrama sangatlah sepi, hanya aku dan Bintang yang datang.
Bintang, dia anak kecil yang baru saja masuk SMP kelas VII, tapi sifat sombongnya mengalahkan pengusaha pengusaha sukses di luaran sana. dia selalu suka memamerkan apa yang dia punya, walaupun anak asrama tidak kepengen sedikitpun dengan barang maupun makanan miliknya. aku sangat benci dengan orang seperti itu.
Satu persatu anak asrama mulai bermunculan, dan mereka mulai ngerumpi masalah grup WhatsApp asrama, yang kebetulan aku lagi ikut nimbrung, jadinya aku minta mbak sela untuk memasukkan ku dalaam grup. setelah masuk di grup, aku memperkenalkan diri dengan bahasa yang sopan, lalu kubuka isi kontak yang ada di grup wa tsb. Ternyata pak Alung ikut masuk didalamnya, aku tanpa pikir panjang langsung ngesave nomornya dan mencari alasan untuk memulai pesan singkat kepadanya.
" Ahaaaaa, aku punya ide " senang aku mendapatkan ide.
💌
Aku: pak Alung, gini, saya mau tanya besok apakah saya harus ngulang pelajaran yang pak Alung jelaskan.
pinkk pinkkkk, suara hp berbunyi.
Pak Alung: ohh iya cee, kamu ngulang lagi.
Setelah mendapatkan balasan dari pak Alung, entah kenapa aku merasakan aneh.
bukannya aku gak mau sama dia? tapi kenapa aku mulai percakapan sama dia? ahhhh, sabodo!! pikirku yang masi belum menyadari tentang perasaanku sendiri dan masih memikirkan apa pembahasan selanjutnya.
💌
Aku: ohh, iya pak.
pinkkk pinkk
Pak Alung: ce, bisakah kamu kekamar saya? tolong bersihkan kamar saya ya ce.
Tanpa pikir panjang akupun langsung berjalan kekamar pak Alung tanpa membalas chattnya. sempainya disana dia tidak menyangka bahwa aku menerima permintaannya untuk membantu dirinya.
lho ce, saya kira kamu gak bakal datang" ujar pak Alung.
Ndak pak, saya langsung ke sini setelah menerima pesan dari bapak" jawabku ramah.
Tanpa pikir panjang akupun meraih sapu yang ada didepan kamar dan mulai menyapu dari ujung ke ujung, tapi sungguh aku merasa tak nyaman karna pak Alung sedari tadi mengawasi setiap gerakan ku.
__ADS_1
" Pak, jangan dilihati, saya jadi gak bersih nyapunya karna grogi " kataku dengan jujur.
Dia hanya membalas dengan senyuman dan beranjak pergi dari kamar karna dia sendiri tau bahwa aku tak nyaman dibuatnya.
Setelah selesai menyapu aku beranjak untukeninggalkan tempat dimana ada pak Alung, akan tetapi pak Alung berusaha untuk menahan ku karna, yaaahhh. dia berusaha mencari perhatianku.
" Ce, kamu sudah makan? " tanya pak Alung sembari tersenyum tipis menghadapku, seakan akan dia menampakkan cintanya yang tulus kepadaku. aku hanya tersenyum lalu menjawab "sudah pak" sambil berlalu.
Menunggu sore tiba, aku hanya memainkan hp dan menelpon mas Surya. Aku menceritakan semua kejadianku bersama pak Alung, bahkan kejadianku dilamar oleh pak Alung pun dia harus tau, karna itu komitmen kita. Kita selalu berdiskusi jika ada masalah, tapi sepertinya sebelum mengenal pak Alung aku hanya sekali saja bertengkar dengan mas Surya, dan itupu masalah kecil, mas Surya sangatlah pengertian.
Aku menelpon mas Surya sambil berjalan keluar asrama menuju kantin, aku sempat melaundrykan bajuku pada ibu kantin, jadi aku mengambilnya dan juga membeli makanan karna dari siang sama masih makan satu kali. Hebat bukan?, Cece yang mempunyai gelar crazy women ini mampu setengah hari makan satu kali?.
Anggap saja tadi pagi aku sedang diet, sekarang aku memesan makanan yang mempunyai banyak kalori disetiap suapannya.
" Mbak Inoot, saya pesen makanan donk, laper" jelas ku.
" Mau pesen apa Ce?" tanya mbak Inoot.
" Mau ayam geprek satu porsi sama mie goreng satu porsi tambah cabe tiga nasinya jadiin dua porsi ya mbak trus sama es teh, nanti tolong bawakan ke asrama ya mbak saya mau ambil baju sekalian totalannya kasih tau nanti setelah habis semua" jelasku.
" Hahaha, kok ada cewek kaya kamu Ce, gak masalah ni, nanti kamu dimarahin sama Koko gara gara boros?" tanya mbak Inoot mencari kepastian.
" Tenang mbak, yang habis uangku kan, Koko mungkin bisanya cuma ceramah, hehehe" ejekku ke Koko tersayangku. Setelah aku berbincang bincang lama dengan mbak Inoot akhirnya akupun kembali ke asrama dan melanjutkan pembicaraanku yang terputus dengan mas Surya tadi.
Keesokan harinya, seperti biasa menjelang pagi akupun bergegas ke tempat pembelajaran, karna pak Alung telah menungguku disana. Hari ini aku datang sedikit telat, jadi aku hanya sikat gigi dan mencuci muka tanpa mengganti pakaian tidur favoritku, daster yang sedikit tipis untuk memberi udara saat aku tidur.
Aku yang tergupuh gupuh sampai mengundang gelak tawa pak Alung karna memang dari kecil lariku seperti bebek. Dia sempat melihatku dari atas ke bawah sampai sampai aku harus memulai pembicaraan karna diaelihatiku terus menerus. Apa sih om om gak jelas, tau gitu biarin dia nunggu lama, dasar manusia aneh" aku mengejeknya dalam hati. pak Alung langsung tersadar dari lamunannya dan memulai pembahasan, oh iya, aku dan pak Alung membahas sastra Arab. Kita berdiskusi tentang sastra dan aku harus mengajukan pertanyaan minimal tiga pertanyaan untuk menambah pengetahuanku.
Setelah pembelajaran selesai, seperti biasanya. Dia menahan ku dan melontarkan pertanyaan pertanyaan yang membuat aku bingung.
" Ce, misal kamu dilamar oleh seseorang apa kamu mau menerimanya? " tanya pak Alung.
jujur, setiap aku mendengarkan pertanyaan itu aku merasa geli, sesalku karna mendengarkan pertanyaan itu untuk kedua kalinya.
" Maaf pak, tapi orang tua saya harus tau, dan sejak saat ini belum ada yang melamar saya jadi saya tidak memikirkan hal itu " jawabku sedikit sungkan.
" Memang kriteria menantu bapak kamu itu apa sih Ce? " tanyanya lagi tanpa merasa malu.
__ADS_1
Aku terdiam, karna kriteria menantu idaman orang tuaku adalah orang yang bisa sastra Arab. mati kau Ce, dasar gila. sesalku yang kedua kalinya.
" Orang yang bisa sastra Arab pak, soalnya biar bisa ngajarin saya itu " jawabku agak ketus karna dia tanya privasiku. Wajar bukan?.
Aku yang beranjak berdiri dari dudukku berhenti seketika dia memanggilku, pak Alung.
Ce, habis ini kamu bersihkan kamar saya ya, saya masih mau baca buku" pintanya.
anjiirrtt, dia jiwaku mulai meronta ronta. Aku meninggalkannya tanpa memberi jawaban lagi seperti sebelumnya.
Diasrama aku datang dan berlari mengambil handuk lalu melangkah ke kamar mandi.
Agar menemui pak Alung? gila apa ya, bisa lari lari kaya orang liat rumah kebakaran aja, pikirku sejenak. Tapi aku tetap membasuh tubuhku dengan cepat dan bergegas melukis wajahku agar aku sedikit terlihat cantik, itu kebiasaan ku di asrama.
Setelah itu aku berjalan menuju kamar pak Alung dengan anggunnya, lenggak lenggok tubuhku saat berjalan. bahkan pak Alung melihatku dengan terheran heran hari ini. Aku berjalan melewatinya dan mengambil sapu didepan kamarnya seperti biasa.
Dia tetap memandangiku yang menyapu seperti pandangan serigala menemukan mangsanya. Sesaat setelah aku selesai menyapu dan beranjak untuk kembali ke asrama, dia lagi lagi menghentikan ku.
" Ce, coba kamu duduk dulu, saya mau ngomong sama kamu " ujarnya.
Akupun dengan lugunya duduk di atas lantai dan bertanya dengan wajah polos, "Ada apa pak".
" Duduklah diatas kasur " pintanya lagi.
Aku yang kaget mendengarnya lalu menurutinya, bodoh bukan aku?. Dia mendekatiku dan aku tetap diam mengunci bibirku rapat rapat.
" Ce? " tanyanya lagi.
" Iya pak " jawabku sambil menengoknya. Tapi jujur, aku sangat tidak menyangka. Saat aku menengoknya dia menciumku. Deg deg deg, suara jantungku berdetak jadi semakin kencang, ciuman pertamaku direbut oleh pak Alung. Gila nih orang. Setelah aku mendapatkan ciuman dari pak Alung aku bergegas pergi sambil mengusap bibirku, sesampai di depan pintu dia memanggilku lagi.
" Ce, besok belajar ya, biar tau caranya" kata pak Alung dengan santainya.
Sumpah, pak Alung emang gila, bisa bisanya dia menciumku dengan paksa, apakah begitu rasanya bibir?. lariku sambil memikirkan hal yang barusan terjadi.
Deg, deg, deg. Sesampainya di asrama hatiku masih saja berdebar debar, hatiku goyah seketika. Aku mengganti baju, sarapan dan menunggu Koko di kantin mbak Inoot seperti biasanya.
Kenapa hatiku seperti ini?, hatiku berdegup kencang memikirkannya.
__ADS_1