
Pada horizon harapan kutemukan bahtera
Berisi permata hati yang dititipkan padaku
Pengayom hati, perajut asa, pelukis mimpi
Pelita jiwa yang hadir di tengah bahagia
Menjelma baskara di siang hari
Menjelma candra di malamnya
Permata
“Sayang aku punya berita bagus untukmu!” Kata sepasang suami istri bersamaan. Nada mereka menunjukkan binar bahagia yang sama.
"Kau duluan. Katakan berita bagus apa itu?” Sang suami mengalah.
“Tidak, kita akan mengatakannya bersama-sama,” Kata sang istri.
“Baiklah,” Keduanya menghitung hingga hitungan ketiga.
“Berita bagusnya aku hamil...mendapat kontrak organisasi Dawn Deolinikia,”
Keduanya tertegun sejenak. Cahaya mata mereka menunjukkan binar kebahagiaan. Tentu saja rezeki sang anak. Semua kebahagiaan bagaikan tak ada tandingannya dengan kabar yang mereka terima hari ini. Dunia tampak buncah akan kebahagiaan.
“Ayo, berkemas kita akan segera pindah ke rumah baru. Petugas akan menjemput kita tiga puluh menit lagi,”
Sang istri segera membereskan semua barang-barang yang akan dibawa. Masih terduduk di pinggir ranjang Sang istri memasukkan foto keluarga. Di atas meja masih ada sebuah benda yang belum dibawa, sebuah jam tangan kristal dengan jarum emas yang berdetak lembut.
Sorot cahaya lampu membuat setiap sisi kristal memantulkan kilau pelangi yang sangat indah. Di sebuah sisi samping masih ada guratan tidak rata bertuliskan Arion dan Atashya.
Jam tangan itu buatan suaminya. Benda paling berharga. Sang istri menjadi teringat akan masih muda dulu.Jam tangan kristal itu hadiah ulang tahunnya. Selama ini tersimpan rapi dan kadang dipakainya. Dia selalu menjaganya dengan baik. Dalam benaknya, kelak jam tangan kristal itu akan dia berikan kepada calon buah hatinya.
__ADS_1
Tok! Tok! Tok!
Pintu depan terketuk beberapa kali dan Professor Arion segera membukanya. Sosok tegap tinggi dengan sebuah senapan lasser terapit di pinggangnya. Utusan dari pemerintah Deolinikia.
“Good Morning, Professor Arion! Apakah Anda sudah siap?” Tanya seorang prajurit itu.
“Ya,” Professor Arion menjawab dengan mantap dan wajah tegas. Professor Arion tahu pekerjaan ini bukan main-main baginya.
Suara percakapan sang suami dengan prajurit terdengar jelas. Cepat-cepat sang istri memakai jam tangan dan menarik koper keluar menuju mobil yang terparkir bersama sang suami. Mereka berangkat menuju Ibu kota.
****
“Atashya, kurasa kita perlu membeli beberapa barang untuk keperluan kita nanti,” Kata Professor Arion kepada istrinya.
Mobil terus melaju menembus hiruk pikuk jalan raya. Sesekali terdengar teriakan orang-orang di pinggir jalan yang menawarkan tumpangan atau sekadar menawarkan jualannya. Masih sama seperti dulu.
Namun, yang membuat hari ini berbeda dengan tahun-tahun lalu adalah suasana yang bersih dari demon. Tentu saja itu berganti setelah pertumpahan darah waktu itu untuk memperebutkan singgasana pemerintahan Deolinikia.
Padahal jelas sekali kalau di sini, manusia adalah kaum pendatang. Dan kini manusia ingin menguasai segalanya. Orang-orang yang berdarah demon harus dihancurkan. Sedangkan mereka yang setengah demon dibiarkan karena berjumlah banyak. Alasan yang tidak logis. Namun, era pemerintahan sistem republik yang baru di Deolinikia ini membuat semuanya berlangsung dengan sedikit lebih baik.
Professor Arion merasa bersyukur dan berdoa agar anaknya kelak tidak mengalami apa yang pernah terjadi pada dua puluh tahun yang lalu ketika dia sendiri masih muda. Masa itu dia harus menghadapi pertumpahan darah di atas tanah Deolinikia.
Manusia yang bersekutu dengan elf melawan demon beserta budak dan setengah demon lainnya. Para pemilik kekuatan akhirnya memilih berdamai. Namun, Professor Arion sendiri khawatir dengan teritori manusia. Manusia bisa lebih buruk dari demon dan bisa lebih hebat dari elf. Hasrat manusia adalah musuh terbesar manusia itu sendiri.
Professor Arion menghela napas pelan.
Mobil akhirnya berhenti di sebuah supermarket. Professor Arion turun dari mobil ikut masuk supermarket untuk menemani istrinya berbelanja. Selama berbelanja Professor Arion mengekor istrinya di belakang.
Ketika hendak menuju bagian bahan makanan seseorang menabrak Professor Arion, membuat Sang Professor tertinggal istrinya.
“I’m sorry, are you okay? Kurasa aku tidak memperhatikan jalanku, maaf,” Professor Arion meminta maaf kepada seseorang di depannya.
Orang itu mengangguk. Dia berpakaian aneh serba hitam dengan hodie bertudung. Professor Arion menjadi tidak bisa melihat dengan jelas wajah orang tersebut. Namun, orang tersebut memberi sebuah isyarat, dia berbisik mengatakan sesuatu.
__ADS_1
“Sesuatu akan terjadi, sebaiknya jaga keluargamu baik-baik. Mereka jahat,” Begitulah kata orang tersebut kepada Professor Arion. Dari dengusan napas dan pandangan mata Professor menemukan bahwa orang tersebut memiliki gigi taring yang panjang. Apakah dia demon? Tanya Professor dalam hati.
"Si-siapa mereka yag kau maksud?" desis Professor Arion menoleh ke tempat orang tadi.
Belum sempat Professor mengetahui tentang apa maksud dari kata-kata tadi, orang misterius tadi sudah tidak ada di hadapan sang professor. Professor masih termangu dengan pusaran pikirannya. Hingga seseorang menepuk bahunya membuat Professor terkejut.
“Hei, ada apa? What happend? Kukira kau di belakangku, “ Ternyata itu adalah sang istri.
“Tidak ada apa-apa, tadinya aku melihat-lihat yang ada di sini, maaf ya,” Sang professor tidak ingin sang istri tahu jika dia bertemu dengan orang misterius. Istrinya pasti akan khawatir. Namun, untung saja sang istri percaya.
Setelah selesai berbelanja mereka kembali ke mobil. Di telinga Professor masih terngiang kata-kata orang misterius tadi.
“Sayang, apa yang kau pikirkan? Jika ada masalah kau bisa membaginya kepadaku,” Alangkah baik hati istrinya itu. Bahkan kini dia sedang mengandung permata hati pertama mereka. Professor ingin sekali melindungi dan menjaga istrinya itu.
“Tidak ada, kau tahu aku masih kepikiran tentang kebetulan ini. Kita akan memiliki permata hati dan memiliki pekerjaan sebagai sumber penghasilan,” Kata Professor.
“Kau benar, ini adalah keajaiban. Berapa lama kontrakmu?” Tanya sang istri.
“Ini adalah proyek besar, katanya aku sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, mereka memberiku kontrak selama sepuluh tahun, sampai proyek itu berhasil,” Kata Professor Arion kepada istrinya.
Istrinya mengangguk senang. Semua kebahagiaan ini nyata. Sementara itu mobil terus melaju meembus keremangan tanah Deolinikia. Tanah milik semua makhluk yang mau menjaganya. Tanah yang selalu tampak muram sepanjang abad.
Di sisi lain benua, di sebuah altar suci Deolinikia terjadi sebuah pertemuan diam-diam tanpa diketahui oleh bangsa manusia sisi Utara yang menghuni Pemerintahan Umum Deolinikia.
Pemimpin demon hadir bersama pemimpin kaum elf. Sedangkan dari wilayah bagian Zelinekia, tempat sebuah kerajaan di bawah Deolinikia seorang ratu manusia mewakilkan diri.
Semuanya berlangsung menegangkan. Tidak ada sesuatu yang tampak bisa dinikmati atau dirasakan dengan santai.
Semua serius membahas nasib dan langkah yang akan dilakukan untuk mempertahankan benua Deolinikia dari kehancuran. Terutama para pemilik kekuatan disarankan untuk tidak mudah tersulut api emosi. Semua harus dibicarakan baik-baik agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Namun, bagaimanapun hasil rapat itu, setiap pemimpin tetaplah bimbang. Deolinikia bukanlah benua kecil yang semuanya tampak dan bisa dengan besar hati menerima regulasi kedaulatan.
Deolinikia adalah dunia yang besar masih penuh rahasia yang belum terungkap karena banyak sekali pesan-pesan yang terkubur pada setiap peradabannya.
__ADS_1
Seperti, kenapa tanah Deolinikia selalu dalam keadaan remang? Kenapa cahaya matahari yang konon dijaga oleh seorang dewa tak mampu menembus langit Deolinikia?