Mengeja Jarak Dan Batasan

Mengeja Jarak Dan Batasan
Episode 25 Isi Hati Ares


__ADS_3

*Untukmu aku rela diciptakan sejak awal. Lewat lari-lari kecil sang ilmuan. Aku ingin menintip senyumanmu, mengambil senyawa riang dan bahagia dan menyimpannya dalam kotak hati logamku.


Sebab, bila nanti kau sedih aku bisa menghiburmu dengan membuka kelopak kotak hati itu. Kini kutambahkan cinta di dalamnya.


Cinta yang kucari. Di dalam kamus, buku sejarah, buku resep, dan tumbukan buku milik sang ilmuan. Aku menemukan artinya ketika aku menatapmu. Aku pun menuliskan berbagai data dan kode yang cocok untuk mengartikannya sesuai kemampuanku. Aku membungkusnya dengan kain sutera dan meletakkannya di dalam kotak hatiku.


Kamu seperti atmosfer ozon yang membuatku terus hidup. Walaupun jelas kutahu aku bukan manusia. Aku ingin mengibaratkannya begitu. Kamu seperti baskara di siang hari. Yang setiap kali aku berusaha melihatmu, aku tersengat terik pesonamu.


Andai aku memiliki emosi dan bisa berekspresi, aku akan menunjukkan rona paling bahagia di depanmu. Mungkin senyum termanis. Dan tatapan teduh melindungi. Hadirmu mendewasakan setiap analisisku, bukan mendewakan diriku untuk semakin keras kepala dan menganggap bahwa analisiskulah yang paling benar.


Alice, itu nama pertama yang kudengar saat sang ilmuan membangunkan jiwaku. Saat kulihat tatapan sang ilmuan, aku merasa bahwa nama yang dia sebutkan adalah orang yang harus dilindungi. Kelak keluargaku satu-satunya.


~Ares*


****


Ares menyelinap di antara gedung-gedung tinggi menuju ke bangunan kantor pemerintahan. Ksatria putih mengawalnya di belakang.


Ini strategi yang digunakan agar tidak menimbulkan peperangan dan kerusakan di mana-mana. Itu keinginan dari para Ksatria putih. Mereka memikirkan nasib rakyat di Ibukota jika harus ikut kerusuhan dan terluka.


Tubuh logam Ares yang terkoyak bukan masalah. Kulit manusianya mengelupas. Membuat Felicia yang berada di gendongan Ares merasa miris.


Namun, kekuatan suci Deolinikia yang diperolehnya dari Labirin Zelinekia membuat tubuh itu menjadi lebih kuat. Ares terus berjalan dengan hati-hati dan waspada. Sensor di tubuhnya menyala. Ares juga memberi sinyal kepada teman-temannya agar mengikuti langkahnya yang aman.


Sementara itu Felicia tertunduk murung di punggung Ares. Dia tak bisa berkata apapun. Diam membisu dan menatap kosong lampu-lampu kota.


Semakin dekat menuju kantor pemerintahan, Felicia semakin murung dan takut. Dia takut menghadapi kenyataan. Bagaimana kedua orang tuanya? Bagaimana kalau mereka....

__ADS_1


Felicia menghela napas berat. Kepalanya pusing. Dia merasa banyak hal yang membuatnya tiba-tiba sakit. Ares berkali-kali berusaha membujuknya untuk tetap riang.


Ares menghibur Felicia dengan mengatakn kalau sudah dekat dengan tempatnya dan akan menyelamatkan kedua orang tua Felicia.


Tubuh Felicia malahan semakin lemas di punggung Ares. Ares bingung. Dia harus bisa menenangkan Felicia.


“Felicia sayang, jangan sedih. Kita sudah dekat, kita harus semangat,” Kata Ares.


“Entahlah Ares, aku merasa diriku takut sekali menghadapi kenyataan yang nantinya aku saksikan seolah ada perasaan yang mengganjal dan menusuk hatiku sedemikian perihnya,” Kata Felicia dengan bibir bergetar.


Felicia menangkupkan kedua tangannya dan mengusap wajahnya sendiri. Keringat dungin membanjiri keningnya.


“Felicia sayang, bukankah kita sudah belajar dengan banyak orang di berbagai belahan benua ini? Seperti kata para minotaur. Kita harus ikhlas dan menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya.


Seperti kata Hesperos, semuanya tidak ada yang tidak mungkin. Dan Althaea, kita harus menjadi diri sendiri yang lebih kuat menolong orang lain dalam jalan kebenaran.


Ksatria putih melindungi kebenaran dan melakukan kebaikan. Seperti kata Nannia kemarin, yang jahat akan dimusnahkan dan yang baik akan mendapatkan kesempatan.


Max Tiger sendiri sudah mengatakan bahwa keluarga adalah segalanya. Orang yang menjadi keluargamu adalah mereka yang menyayangimu, mendukungmu, memberimu semangat, dan mempercayaimu. Mereka adalah keluarga yang sesungguhnya.


Felicia, aku menyayangimu. Jadi, kita harus semangat. Apapun yang terjadi nanti pasti ada hikmahnya. Kamu harus siap menerima segala hasil yang sudah dijadikan takdir,” Kata Ares panjang lebar.


Air mata Felicia mengalir mendengar semua perkataan itu. Begitu menyentuh hatinya. Felicia tahu, dia harus menjadi pribadi yang lebih kuat. Felicia mengangguk walaupun Ares tidak melihatnya.


Diam-diam Ares mencatat semua yang dikatakannya dan merekam kejadian ini. Ares ingin membuat memori buatan. Memori yang akan menjadi pengisi hatinya nanti. Ares ingin selalu bisa menjadi penyemangat dan pemberi nasihat yang baik kepada Felicia.


Ares ingin memiliki hati layaknya manusia. Ingin sepenuhnya menjadi pendamping Felicia. Namun, segala keinginannya itu memiliki batasan. Dia hanyalah jiwa ciptaan yang ditempatkan pada sebuah media logam.

__ADS_1


Bahkan kalau saja jiwa di dalam dirinya itu lenyap, dia tidak lebih dari seonggok rongsokan. Ares sedih menyadari semua itu. Namun, dia bertekad untuk bisa membahagiakan Felicia. Selamanya.


****


Langit Deolinikia bertaburan bintang dengan bulan bulat penuh sempurna. Pemandangan yang eksotis tidak ada duanya. Lampu-lampu tampak terang menyala di setiap sudut kota.


Di malam yang larut ini, penduduk Ibukota tengah tertidur pulas. Anak-anak kecil berusia lima sampai tujuh tahun tertidur dalam dekapan kedua orang tuanya. Kehangatan keluarga yang begitu indah.


Bunyi langkah kaki manusia pastilah terdengar jika mereka melangkah. Namun, pergerakan ksatria putih dan Ares ada dalam kesenyapan. Tidak ada bisikan. Mereka berbicara melalui hati. Memikirkan banyak sekali kemungkinan yang akan terjdi.


Ares tak memelankan langkahnya saat mendekati kantor pemerintahan umum Ibukota Deolinikia


****


Cahaya di atas hutan belantara Deolinikia telah habis tak bersisa. Nannia dengan Blessing Heavensnya berhasil membuat musuh tak berdaya. Dengan anggun dan tersenyum hangat, Nannia turun dan mendekati para ksatria pembela kebenaran.


Andromeda yang bersimpuh seolah linglung. Dia menurut pada Nannia ketika sang Angel Of Light menapakkan kakinya di atas permukaan tanah. Rafaela menyentuh kepala Felicia dengan lembut.


Nannia memperbaiki Ares dengan magicnya dalam waktu singkat. Ares kembali sempurna. Lengannya kembali utuh tetapi bekas terkoyak serta penyok-penyok belum hilang sepenuhnya dari tubuhnya.


Nannia tampak berbicara sejenak dengan para ksatria putih. Mereka membuat sebuah persetujuan. Nannia bersedia membuka portal untuk mempercepat perjalanan para ksatria putih dengan Ares. Selly mengucapkan terima kasih kepada Nannia.


Nannia bersedia mengurus Alice, Lezcan, Helcurt, dan Bhorda. Mereka akan diadili.


Nannia membukakan portal menuju tepi Ibukota Deolinikia untuk mempercepat perjalanan yang sempat terhambat. Felicia dan Ares sangat setuju. Akhirnya, mereka berangkat bersama dengan para ksatria putih yang setia menemani.


Dalam perjalanan yang hanya satu kedipan mata itu, Nannia merasa bahwa ia sudah melakukan tugasnya. Walaupun sempat terbersit rasa ragu dan sedih yang mengunjam dadanya. Nannia kembali ke istana langit membawa Andromeda beserta tawanannya.

__ADS_1


__ADS_2