Mengeja Jarak Dan Batasan

Mengeja Jarak Dan Batasan
Episode 22 Terjebak dalam Bayangan A


__ADS_3

“Kami sudah menunggu kalian,” Kata Paman Tiger.


“Terima kasih, Paman Tiger dan teman-teman bersedia menemani perjalananku. Aku terharu,” Kata Felicia.


“Tidak masalah, aku akan menebas semua leher demon yang mengganggu perjalanan kita,” Kata Kagaya.


“Terima kasih, Kak Kagaya,”


“Kami akan membantumu, Felicia,” Kata Will.


Semuanya berkumpul sejenak. Lima ksatria putih bersiap menemani perjalanan Felicia dan Ares. Perbekalan dan segalanya sudah dipersiapkan. Mereka hanya butuh dua hari untuk menyelesaikan perjalanan di belantara Deolinikia dengan adanya persiapan yang matang ini.


Apalagi dengan bersamanya ksatria putih yang akan memindahkan perjalanan ini. Binatang buas dan monster belantara Deolinikia tidak ada apa-apanya. Kekuatan ksatria putih sangatlah cukup untuk menghadapi seluruh bahaya yang mengahadang nanti.


Nero menatap Felicia dengan seringai imutnya.


“Kak Nero, aku merindukanmu. Semua yang berikan dan kau ajarkan begitu membantu selama perjalanan menuju Labirin Zelinekia. Terima kasih,” Kata Felicia sambil melompat memeluk Nero.


Ada rasa rindu bertaburan di hati Felicia yang terbayarkan dengan memeluk Nero. Nero sudah seperti kakaknya sendiri.


“Aku, tahu. Kau anak yang berani Felicia, kau mampu menyelesaikan Labirin Zelinekia. Kau hebat, ramuanku hanya membantu sebagian kecil kesulitanmu. Namun, sesungguhnya diri kamulah yang luar biasa. Selamat ya, sekarang kita akan menjagamu dalam perjalanan ini,” Kata Nero sambil mengelus kepala Felicia dengan lembut.


“Apa Ratu Ajanta yang memberikan amanat ini? Kalian semua berangkat untuk menolongku?” Tanya Felicia kepada para ksatria putih. Felicia menatap kelima ksatria putih bergantian.


Tatapan Felicia mengandung binar keingintahuan.


Sejenak mereka hanya terdiam. Seperti ada hal menyedihkan yang disembunyikan oleh para ksatria putih. Felicia mengernyit bingung dengan wajah wajah mereka yang tampak lesu.

__ADS_1


“Ada apa? Kenapa kalian menjadi murung ketika kutanya tentang Ratu? Apa yang terjadi?” Tanya Felicia kepada para ksatria putih.


Felicia mulai merasa tidak nyaman.


Selly menghela napas pelan. Sesuatu menggumpal dihatinya. Dan kini dia harus bercerita tentang keadaan yang sesungguhnya kepada Felicia. Selly membuka mulutnya.


“Jadi, saat kami dipimdahkan oleh sebuah portal aneh yang entah siapa melakukannya hingga kami berteleportasi sampai di gurun. Kami melangsungkan pertarungan. Tetapi Thamuz menghilang. Dia berkata akan menyiapkan banyak jebakan di hutan belantara Deolinikia.


Jadi, kami memutuskan untuk mengawal perjalananmu agar kamu selamat sampai di Ibukota Deolinikia. Ratu Ajanta sekarang masih di gurun melawan Axdiel sendirian. Ratu Ajanta berkata bahwa dia tidak apa-apa dan akhirnya kami di sini,” Jelas Selly panjang lebar.


Dia tampak berat hati. Tentu saja para ksatria khawatir dengan Ratu yang mereka tinggalkan sendirian di gurun.


“Kalau begitu kita harus segera berangkat dan menebas leher demon menyebalkan itu,” Kata Kagaya dengan nada jengkel.


Dia mengangkat pedangnya yang besar.


“Baiklah, kita harus segera berangkat dan menyelesaikan tugas. Maafkan aku, jika aku merepotkan kalian,” Kata Felicia.


Felicia naik ke punggung Ares. Mereka berangkat dengan Selly memimpin di depan. Sementara Paman Tiger dan Kagaya ada di barisan paling depan. Ares dan Will di tengah. Nero di belakang.


Perjalanan pun dimulai bersama dengan izin kekuatan suci Deolinikia yang mengalir dari Labirin Zelinekia. Semilir angin mengantarkan pesan kepada Ratu Ajanta bahwa para ksatria telah melaksanakan tugasnya.


****


Thamuz


Jauh di antara pegunungan, kegelapan menyelimuti segalanya. Satu-satunya cahaya yang ada hanyalah lava yang mengalir di retakan tanpa dasar. Sejak awal kekuasaan Abyss di Deolinikia, sudah sangat banyak iblis yang menjadi pengikut setia para Abyss. Dengan kepercayaan mereka yang kuat, para iblis memuja Sang Kegelapan.

__ADS_1


Setelah menjaga Abyss selama berabad-abad, suku Fire Demon akhirnya menjadi penguasa Abyss. Thamuz, sang raja Fire Demon bersama dengan rakyatnya membuat Abyss diselimuti hawa yang luar biasa kuat.


Thamuz dulunya adalah kesatria yang hebat dengan tempramen tinggi serta tidak segan-segan menggunakan metode kasar untuk mencapai tujuannya. Dengan kekuatan alaminya yang tidak karuan, Thamuz akhirnya ditunjuk sebagai chief dari para Abyss dan memimpin pasukannya untuk menaklukkan semua underworld.


Bagi Thamuz, semua musuhnya hanyalah sampah tak berharga dan tidak pantas hidup di dunia ini. Di matanya, hanya ia seorang yang pantas untuk memimpin. Ia tidak bisa menerima si Alice, sebagai salah satu kerabatnya karena ia tidak murni. Lagipula, Alice dirasa tidak cukup berharga untuk memimpin dan berperang.


Dengan terbukanya gerbang Abyss, pasukan iblis bersemangat menanti kedatangan Thamuz. Padahal, jika Thamuz kembali, ia akan membakar dan membunuh semua iblis lemah.


Menurutnya, hanya yang terkuat yang pantas untuk menjadi bagian dari Abyssal Army. Thamuz menunggu hari di mana ia memimpin Abyssal Army ke Deolinikia dan meneriakkan “Hanya yang terkuatlah yang pantas memerintah!”


****


Belantara Deolinikia menjadi ironi sendiri bagi setiap rakyat penghuni benua ini. Belantara Deolinikia membentang dari Barat ke Timur dengan hutan-hutan anakan di sekitarnya.


Felicia tertidur dalam gendongan Ares. Rombongan ini berjalan dengan hati-hati setelah mulai memasuki belantara Deolinikia.


Hari menjelang telah menjelang fajar. Binatang malam di hutan sudah mulai bersiap diri untuk kembali ke sarang. Sementara binatang yang mencari kehidupan di siang hari malah mempersiapkan diri untuk keluar.


Seperti sebelumnya ketika Ares memasuki hutan untuk menyelamatkan diri. Semakin ke dalam, hutan semakin lebat. Lebih lebat daripada hutan di Utara yang dia lewati bersama Felicia untuk menuju ke labirin.


Ksatria putih masih dengan wajah lesu mereka. Ares tahu, pastinya sangat berat memilih keputusan ini. Ksatria putih adalah para ksatria yang setia terhadap ratu. Mereka pastinya ingin ikut berjuang bersama ratu mereka.


Paman Tiger dan Kagaya mengobrol ria. Dua orang itu tampak bebas akan masalah. Tapi dari garis wajahnya tetaplah terlihat kalau mereka menyimpan rasa khawatir. Selly sendiri berkali-kali menoleh ke belakang. Lalu, menanggapi kecil obrolan dari Kagaya dan Max Tiger.


Namun, perintah mutlak sang ratu juga penting. Mereka mematuhinya dan memilih mengawal perjalanan Ares dan Felicia menuju Ibukota Deolinikia. Ksatria putih juga tahu betul kalau Ares dan Felicia membutuhkan bantuan mereka.


Terutama ketika Thamuz menghilang dan mengatakan ingin menjebak rombongan yang melewati belantara Deolinikia. Keputusan mereka sudah benar. Axdiel memang ingin melawan Ratu Ajanta sendirian. Begitupun dengan ratu.

__ADS_1


Ares sendiri bimbang. Apakah hati Felicia sekarang juga sedang bimbang? Ada ketakutan yang merayap melalui udara di dalam hutan ini. Aura kegelapan yang pekat membuat Ares tahu dia harus waspada.


Ares tidak tahu. Apakah keputusannya tepat atau tidak. Yang dia tahu, dia akan mengabulkan apapun permintaan dari Felicia.


__ADS_2