Mengeja Jarak Dan Batasan

Mengeja Jarak Dan Batasan
Episode 11 The Maniac of Magic


__ADS_3

Di sisi kiri istana ada sebuah bangunan besar bercerobong. Hampir seperti pabrik karena banyak pipa-pipa besar yang menghiasi bangunannya. Di halaman sempitnya


terdapat hamparan taman dengan berbagai jenis tanaman.


Tanaman yang belum pernah ada. Belum pernah Felicia jumpai di benua ini. Bentuknya aneh-aneh seperti dimodifikasi untuk tumbuhan yang tahan segala cuaca dan keadaan ekstrem dan memiliki duri tajam seperti pisau.


Felicia mempererat pegangan tangannya pada Ratu Ananta. Feliciq takut kalau


sewaktu-waktu tumbuhan itu menggeliat dan melukainya.


“Felicia sayang, jangan takut. Mereka tidak akan menganggu kepada orang yang memiliki


aura baik. Mereka adalah ciptaan Laboratorium. Beberapa dari mereka sudah di


tanam di perbatasan. Mungkin Ares melihatnya di sekitar gerbang utara,” Kata


Ratu Ajanta kepada Felicia.


Ares mengangguk melihat Felicia yang menatapnya. Pintu gedung besar ini juga terbuat dari kayu dengan ukiran pola teratai. Tangan kecil Felicia menyentuhnya. Ukiran teratai yang bergelombang langsung menyambutnya.


Ratu Ajanta memimpin di depan saat masuk ke Lab. Ratu tampak biasa saja dan tenang. Sementara Felicia bersembunyi di balik punggung ratu. Walaupun Felicia telah terbiasa memasuki Lab terutama waktu bersama ayahnya dulu, Felicia tetap merasa masih tidak nyaman.


Kenangan-kenangan seolah membayangi setiap langkahnya. Apalagi ketika masuk Lab asing di negeri asing pula.


Di dalam gedung itu terdapat banyak peralatan baik untuk medis maupun penelitian. Semua obat-obatan diteliti dan dibuat di sini. Ramuan-ramuan lainnya yang


tampak seperti ramuan sihir juga memenuhi separuh ruangan.


Ini bukan laboratorium biasa, begitulah Felicia berpikir. Ini sekaligus laboratorium sihir. Kemungkinan besar yang mengaoperasikannya bukan hanya manusia.


Beberapa awetan makhluk hidup juga tampak rapi dalam tabung berbaris pada sebuah rak besar. Rak-rak tinggi berisi botol kecil cairan warna-warni itu membuat Felicia tertarik dan memberanikan diri berjalan-jalan dalam ruangan Lab.


Felicia mulai ikut berjalan-jalan untuk melihat berbagai ramuan yang dipajang. Sesekali


dia menyentuh botol kaca ramuan itu. Ada beberapa ramuan yang ketika disentuh


berubah menjadi menyala atau berganti warna. Felicia berbinar bahagia melihat

__ADS_1


semua ini.


Sungguh menakjubkan. Tidak seperti di Lab ayahnya dulu yang lebih banyak berisi logam-logam dan cairan kimia biasa, serta monitor digital.


Saat berada di tengah ruangan yang tampaknya kosong itu, tiba-tiba saja seorang


mengejutkan Felicia dari belakang. Felicia tak sempat berteriak. Hanya badannya yang menegang dengan jantung berdegub kencang.


“Yahhh, nggak kaget. Kamu siapa? Tamu baru itu?” Kata sosok aneh yang mengejutkan itu.


Sosoknya kecil mungil dengan dua telinga kucing besar dan ekor yang bergerak-gerak.


Wajahnya yang imut dengan surai rambut berwarna putih. Bajunya serba putih


dengan lurik biru indah. Berarti dia adalah seorang ksatria putih. Dilihat dari tubuhnya dia seperti masih berusia sepuluh tahun.


Baru kali ini Felicia melihat sosok ras selain elf dan demon. Ras apa makhluk di depannya ini?


“Hei, jangan terkejut seperti itu,” Kata sosok aneh itu. Sosoknya masih membuat bingung Felicia. Dia setengah manusia setengah kucing? Ajin?


“Maaf, aku bingung. Kamu itu apa?” Tanya Felicia.


“Namaku Felicia dan robot di belakangku adalah Ares. Kami dari Deolinikia,” Kata Felicia kepada Nero.


Lama-lama percakapan ini seperti percakapan dua anak kecil. Nero dengan mudah membuat Felicia nyaman ngobrol. Penyesuaian bahasa Nero sangatlah luar biasa.


Nero mengajak Felicia berkeliling ruangan setelah melihat Ratu Ajanta mengangguk memberikan izin. Nero menunjukkan berbagai ramuan menakjubkan yang bisa membuat Felicia tersenyum.


Ares sendiri sedang berbincang sebentar dengan Ratu Ajanta.


Ratu dan Ares mengamati dari jauh sambil ikut berkeliling. Nero seperti kakak kandung Felicia. Nero tampak senang begitu juga Felicia. Seperti dua anak kecil yang menemukan mainan baru. Padahal usia mereka jauh berbeda. Usia Nero sudah


tua menurut usia manusia tetapi sangat muda untuk seorang ras Leon.


****


Namanya Nero.

__ADS_1


Jauh di dalam Magic Forest, tinggal sebuah ras bernama Leon. Mereka kecil dan nakal namun memiliki kepintaran dan sikap mandiri


yang luar biasa. Berkat kelebihan mereka, para Leon sudah menjadi teman terpercaya bagi Moon Elf sejak sejarah makhluk hidup baru saja dimulai.


Salah satu anggota ras Leon terhebat adalah Nero, atau mungkin dikenal dengan Azler. Nero lahir dengan pikiran yang luar biasa sehingga membuatnya mampu menjadi seorang penyihir terbaik di antara para Leon.


Para Leon merupakan ras yang sangat cinta damai dan mencari ketenangan. Mereka tidak pernah sekalipun keluar dari Magic Forest. Namun, Nero yang bosan dengan kehidupan serba damai pun akhirnya pergi ke luar Magic


Forest dan meninggalkan latihan sihirnya.


Ia memiliki keinginan untuk bisa lebih dari dirinya sekarang dan membuatnya mengunjungi Zelinekia Empire, mencari


tempat agar potensi miliknya bisa dikeluarkan secara maksimal.


Nero pun bergabung dengan pasukan kerajaan dan seketika menjadi sosok unggulan dalam pertempuran melawan pasukan Orc, sehingga membuat dirinya diakui oleh Max Tiger dan kerajaan, sekaligus membuatnya dicintai oleh para penduduk Zelinekia sebagai satu-satunya ras Leon di sana.


Suatu hari sang letnan muda ini ditugaskan untuk menyegel kekuatan jahat lewat sebuah tanda di dalam Imperial Scroll. Melihat hal tersebut, hasrat bertualang Nero kembali menyala di dalam hatinya. Ia memilih untuk mengambil beban takdir sebagai seorang Wizard of Seal dan siap menderita karenanya.


Ia pun diangkat menjadi Magic Lieutenant dan The Imperial Wizard of Seal. Ia juga diberikan kepercayaan untuk menjaga Key of Light yang memiliki kekuatan untuk memindahkan benda.


Hati Nero sangatlah dalam. Lebih dalam daripada jiwa manusia. Lebih dalam dari jiwa elf, apalagi dibandingkan dengan mereka rasnya rendiri ras Leon, kaum demon, dan Orc.


Nero adalah wujud kedaimaian dan kebahagiaan Sang Pencipta. Nero ditakdirkan untuk menjadi salah satu ksatria yang melindungi tanah Deolinikia.


****


Felicia dan Ares beserta ratu pamit setelah puas melihat-lihat seisi Lab. Nero melambaikan tangan kepada Felicia dan meminta Felicia datang kalau ada waktu.


Nero berjanji akan mengajari banyak hal, terutama sihir. Senyum imut Nero masih terbayang dalam benak Felicia. Felicia merasa memiliki seorang lagi yang berharga buatnya.


Menurut Felicia, Nero itu maniak. Maniak dalam sihir. Felicia kini menggandeng Ares yang berjalan di belakang Ratu Ajanta.


Dari Lab, rombongan Felicia menuju gedung lain di sisi kiri kerajaan. Sebuah gedung


besar dua lantai. Tanaman bunga menghiasi halamannya. Beberapa prajurit tampak


berjalan masuk dan keluar dari gedung itu.

__ADS_1


Ratu Ajanta tersenyum hangat. Dia akan memperkenalkan para ksatrianya.


__ADS_2