Mengeja Jarak Dan Batasan

Mengeja Jarak Dan Batasan
Episode 4 Red Twilight


__ADS_3

"I prefer to be true to myself, even at the hazard of incurring the ridicule of others, rather than to be false, and to incur my own abhorrence"


~Frederick Douglass


****


“Hei, apa kabar?” Tanya seseorang yang menyapa Professor Arion.


Professor Arion terkejut dengan seorang petugas khusus di depannya yang tiba-tiba akrab.


“Baik, terima kasih. Maaf ini siapa ya?” Kata Professor tanpa rasa bersalah.


Professor Arion merasa tidak pernah mengenali seorang berpakaian petugas khusus di depannya ini.


Diam-diam Professor Arion mengamati wajah orang di depannya. Rambutnya gondrong kecoklatan dengan mata abu-abu yang menyala. Senyumnya tegas dan menyenangkan hati. Tubuhnya tegap, mungkin lima sentimeter lebih tinggi dari Professor Arion.


Sosoknya seperti Max Tiger sang ksatria dari Kerajaan Zelinekia. Tapi mana mungkin? Professor Arion hampir tertawa karena membayangkan seseorang di depannya adalah seorang hero terkenal. Tentu saja tidak mungkin.


“Astaga, aku Andre. Teman kuliahmu dulu,” Kata petugas khusus di depannya tergelak karena tidak percaya kalau Professor Arion tidak mengingat dirinya.


Mata Professor Arion berkilat dan mengerjap sebentar. Seulas senyum terpampang sebelum berubah menjadi tawa renyah.


“Ya Tuhan! Kukira siapa. Benar, aku ingat. Ya, aku ingat. Kamu Andre yang gondrong itu,” Professor Arion tertawa sebelum dia melanjutkan kata-katanya.


“Tadinya ketika kuamati kukira kau itu Max Tigerl, hero dari Kerajaan Zelinekia itu. Tapi setelah kupikir lagi, tidak mungkin kan kalau seorang hero mau menjadi seorang petugas khusus yang berada di Laboratorium? Potonganmu benar-benar tidak berubah dan aku malah lupa,” Lanjut Professor Arion masih dengan celah tawanya.


“Ya ampun! Kamu itu, terlalu rumit pemikirannya. Sampai-sampai hal yang seperti ini saja dibuat imajinasi dan dipikirkan terlalu dalam,” Kata Mr. Andre sambil menggelengkan kepala.


Mereka berdua berjabat tangan dan tersenyum. Mereka melanjutkan perbincangan itu hingga siang hari. Tidak menyangka dua teman lama bertemu kembali dalam satu pekerjaan yang sama.


Suasana yang tadinya tegang karena pekerjaan, kini mencair begitu saja.


****


Pada siang harinya setelah makan siang, Mr. Andre berjalan menuju ruangan Professor Arion. Dalam benaknya Ada beberapa rencana topik untuk mengobrol bersama Professor Arion. Mungkin ada dua sampai tiga topik yang sudah berbentuk rincian kata-kata berputar di otak seorang Mr. Andre.


Banyak rencana dan tugas yang harus dia lakukan. Langkah sepatu Mr. Andre terdengar mengetuk lantai dengan irama teratur.


Tok! Tok! Tok!


Seperangkat berkas sudah terselip rapi di lengannya. Laporan pekerjaan minggu ini. Bagi Mr. Andre pekerjaan ini tidak lagi penting setelah kemarin lusa dia bertemu dengan Mr. Alvaro. Semuanya tidak akan lagi sama seperti sebelumnya. Mr. Andre tersenyum.

__ADS_1


“Silakan masuk,” Professor Arion memberikan izin kepada Mr. Andre.


“Terima kasih,” Kata Mr. Andre dengan sopan.


Di ruangan ber-AC itu, Mr. Andre melangkah ke tempat duduk yang berada di depan meja Professor Arion. Ruangan ini luas dan bersih. Tatanan barang-barang antik di pinggir ruangan menambah kesan rapi yang estetik.


Professor Arion berdeham.


“Bagaimana pekerjaanmu minggu ini? Apakah ada masalah di bagian administrasi?” Tanya Professor Arion kepada Mr. Andre.


“Ya, seperti minggu-minggu sebelumnya. Keadaan administrasi baik-baik saja. Mungkin hanya perlu pembenahan dibeberapa bagian kecil. Oh, untuk pengadaan logam yang kita impor kemarin belum kucatat, karena barangnya masih dalam perjalanan.


Logam tungsten itu kurasa sangat baik untuk digunakan dalam proyek ini. Namun, pengolahannya butuh waktu yang lama,” Jelas Mr. Andre kepada Professor Arion.


Mr. Andre menunjukkan sebuah map biru tebal berisi data-data tentang pengadaan bahan logam tungsten.


Professor Arion membaca berkas itu dengan saksama.


Wolfram atau tungsten alami yang dijumpai di bumi hampir selalu sebagai senyawa kimia. Logam ini adalah logam langka yang keras pada kondisi standar jika tidak bergabung dengan unsur lain. Ketahanan unsur bebasnya luar biasa, terutama fakta bahwa ia memiliki titik leleh tertinggi di antara seluruh unsur yang ditemukan. Ia meleleh pada 3422 °C (6192 °F).


Massa jenisnya yang tinggi mencapai 19,3 kali massa jenis air, sebanding dengan uranium dan emas, dan lebih tinggi (sekitar 1,7 kali) daripada timbal. Wolfram polikristalin adalah bahan yang ulet dan keras, membuatnya sulit untuk diolah. Namun, wolfram kristal tunggal yang murni lebih liat, dan dapat dipotong menggunakan gergaji baja keras.


Wolfram adalah satu-satunya logam dari deret transisi ketiga yang diketahui terjadi dalam biomolekul, yang digunakan oleh beberapa spesies bakteri dan arkea. Ia adalah unsur terberat yang diketahui dari esensial bagi organisme hidup.


Ekspansi termal yang rendah dan titik lebur yang tinggi dan kekuatan tarik wolfram berasal dari ikatan kovalen yang kuat yang terbentuk antara atom wolfram oleh elektron 5d.


Penggunaan utama wolfram adalah dalam produksi material keras berbasis wolfram karbida, salah satu karbida terkeras, dengan titik lebur 2770 °C (5020 °F).


Selama membaca, Professor Arion mengangguk. Dalam benaknya telah tumbuh rasa percaya yang sangat dalam kepada Mr. Andre. Dia teman lamanya. Laporannya bagus dan patut diapresiasi. Selain itu, dia juga giat bekerja.


“Bagus sekali laporanmu. Kamu harus mempertahankan kualitasmu ini,” Kata Professor Arion memuji laporan dari Mr. Andre.


“Terima kasih, Pak,” Kata Mr. Andre dengan binar mata bahagia.


“Jangan panggil aku dengan kata ‘Pak’, kita itu satu angkatan. Masih sama-sama muda, hahaha,” Kata Professor Arion renyah. Mr. Andre ikut tertawa mendengar bahwa Professor Arion belum ingin dipanggil dengan sebutan 'Pak'.


“Iya, tetapi ada beberapa yang ingin saya bicarakan dengan Anda. Mungkin ini hal remeh temeh. Namun, semoga Anda berkenan ya,” Kata Mr. Andre.


Melanjutkan pembicaraan sebelum Professor Arion merasa bosan.


“Tidak apa-apa, aku malahan senang kalau ada petugas yang akrab dan bersahabat. Ini juga sedang jam istirahat, tidak ada masalah,” Kata Professor Arion, sembari menengok jam tangannya dan merasa tidak ada masalah.

__ADS_1


“Terima kasih, kalau begitu. Nah, jadi hal yang ingin kubicarakan adalah mengenai penambahan beberapa bagian penting pada rancangan robotnya. Perlu sedikit revisi mungkin? Atau hanya beberapa petugas yang salah memasang?” Tanya Mr. Andre hati-hati.


Professor Arion memegang dagunya. Dia sedang menganalisis apa yang ditanyakan temannya itu. Yah, beginilah percakapan dua orang genius yang seperti teka-teki. Hingga terkadang orang lain yang mendengar pun tidak tahu apa yang dibicarakan. Rumit dan terlalu sulit dipahami.


Petugas khusus memang diminta untuk merancang bentuk robotnya agar dirinya lebih leluasa untuk meranjang jiwa AI yang akan diterapkannya.


Professor Arion berjalan menuju lemari di sudut ruangan. Mengambil sebuah map biru tipis. Lalu membukanya dan menunjukkannya kepada Mr. Andre. Di dalam map biru itu terdapat rancangan desain robot. Garis-garis rumit tersusun di atas selembar kertas.


“Apa bagian ini yang membuatmu sedikit bimbang dan aneh?” Tanya Professor Arion kepada Mr. Andre sembari menunjukkan sebuah bagian yang terlihat lebih kompleks.


Mr. Andre mengangguk. Dia mengamati bagian yang ditunjuk Professor Arion. Ya, benar bagian itu. Di dekat jantung robot terdapat sesuatu yang lebih kompleks.


“Itu adalah bagian dari teknologi tercanggih kali ini yang aku kembangkan dan ingin kuterapkan pada proyek ini. Di sana terdapat beberapa sirkuit khusus yang kubuat untuk tujuan tertentu. Dengan adanya penambahan itu, ketika robot dinyalakan mereka akan hidup seperti makhluk hidup.


Robot punya keinginan yang bisa dikomando. Robot juga bisa di kondisikan agar tetap bisa bergerak, misalnya saat berperang. Robot akan terus bergerak walaupun jantung robot sudah rusak. Robot akan terus bergerak sampai tubuhnya benar-benar hancur tak bersisa.


Untuk fungsi lainnya sama saja dengan robot canggih di masa kini. Mungkin sedikit lebih canggih. Aku juga menambahkan beberapa uranium di sudut-sudut tertentu agar sendi-sendi robot terjaga. Dan ada beberapa hal yang kuuji cobakan pada robot, misalnya khusus untuk sendi dan otot robot yang dapat menghasilan pelumas sendiri.


Seperti minyak sinovial pada tubuh manusia. Aku membuat prinsip kerja robotnya sama dengan tubuh manusia tetapi lebih sempurna dengan kelengkapan lain, seperti regenerasi dan penolak gravitasi, serta kehidupan yang abadi tanpa batas,” Jelas Professor Arion. Mata biru azure dari Professor Arion terlihat berkilat sendiri sambil menjelaskan.


Mr. Andre takjub dengan perkataan Professor Arion. Begitu jelasnya dan begitu hebatnya perencanaan ini. Tak ada keraguan lagi kalau Professor Arion memanglah ilmuan nomor satu di Deolinikia.


“Wow, hebat sekali Prof, aku sangat bangga dengan rancangan proyek ini. Aku akan lebih giat lagi bekerja denganmu. Ngomong-ngomong di sirkuit yang letakkan dekat jantung itu komponennya apa saja?” Kata Mr. Andre mengapresiasi Professor Arion.


“Hmnn, Sebenarnya konsep itu tidak hanya berasal dari pemikiranku. Seorang sahabat dari tempat yang jauh pernah mengajarkannya padaku. Oh, untuk masalah sirkuit itu kurasa aku juga belum selesai mempersiapkannya.


Masih ada yang belum sempurna. Petugas khusus telah kuminta untuk ikut serta mencari solusi. Aku sedang dalam tahap penelitian,” Kata Professor Arion sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


“Baiklah, Professor Arion. Hemnn, aku masih bingung dengan tujuan proyek ini. Apa yang diinginkan pemerintah? Bagaimana pendapatmu tentang proyek ini Professor Arion?” Tanya Mr. Andre sambil menghembuskan napas berat.


Namun, dalam perkataannya ini dia memiliki tujuan lain, yaitu untuk memancing perkataan dan pendapat Professor Arion.


“Menurutku, proyek ini bagus. Tetapi aku tidak suka dengan pemerintah. Eh, maksudku jika proyek ini berhasil aku tidak ingin digunakan untuk kejahatan kurasa aku tidak rela dan akan melindunginya.


Namun, jika pemerintah memiliki tujuan baik, aku akan selalu mendukung,” Jelas Professor Arion sedikit keceplosan kalau dia ingin sekali membangkang kepada pemerintah.


"Aku akan mengerahkan pikiran dan tenaga untuk mendukung proyek ini. Aku ingin hasilnya memuaskan," Lanjut Professor Arion cepat-cepat.


Mr. Andre mengangguk, padahal jelas dia tahu kalau Professor Arion telah berbohong dalam perkataannya. Teman lamanya ini tahu kalau Professor Arion memiliki sebuah rencana dan keinginan untuk membangkang pemerintah.


Percakapan itu diakhiri dengan pamitnya Mr. Andre dari ruangan Professor Arion. Professor Arion berusaha mempertahankan tatapan bijaksananya. Sedangkan Mr. Andre keluar dari ruangan Professor Arion dengan segumpal kekecewaan di permukaan hatinya.

__ADS_1


Senja hari itu berwarna merah saga. Awan-awan putih di langit tampak mengambang di antara rasa bersalah dan rasa tidak enak di hati Professor Arion. Dia telah membocorkan sedikit informasi rancangan proyek ini.


Sebagian kecil hatinya merasa kalau keraguan besar muncul dari pertanyaan Mr. Andre dan percakapan-percakapan tadi. Dia sudah berbicara terlalu banyak kalau tidak terlalu suka dengan pemerintah dan organisasi. Meskipun Mr. Andre adalah teman lama dan orang kepercayaannya di perusahaan, Professor Arion tetap merasa ragu dan instingnya pun mengatakan ada hal yang buruk dari semua ini.


__ADS_2