
Felicia sehari penuh berjalan melewati maze keempat. Kaum yang tinggal di perkampungan seluruhnya adalah minotaur. Tua, muda, dan dewasa. Usia mereka mungkin jauh lebih tua. Mereka baik dan suka membantu yang kesusahan. Felicia tersenyum ceria ketika sempat mampir memenuhi bekal makanan dan makan di sebuah kedai minotaur.
Panorama perkampungan begitu hebat dan sangat kental ketradisionalannya. Dalam analisis Ares, sekitar seribu lebih populasi minotaur berada di sini. Sementara centaur hanya terhitung ratusan. Minotaur tampak lebih berkuasa daripada centaur. Namun, mereka hidup berdampingan dengan damai.
Maze keempat ini sangat ramai. Dan mayoritas minotaur bersenjata.
Felicia juga membeli beberapa peralatan untuk perlindungan diri seperti pisau dan belati. Beberapa bahan ramuan obat. Ares membeli ramuan sihir di sebuah toko.
Felicia dan Ares tetap membaca alur bunga teratai hingga sampai di maze kelima yang hanya dipisahkan dengan sebuah pintu lebar. Para minotaur bebas keluar masuk melewati pintu itu. Saat berjalan menyusuri maze kelima, Alice merasa sedikit lelah dan membujuk Jawhead untuk singgah sebentar di sebuah kedai teh ala minotaur.
“Ares, aku lelah. Kita harus istirahat. Mungkin satu jam,” Kata Felicia merengek kepada Ares.
“Baiklah,” kata Ares.
Ares tahu, dia harus selalu menjaga kondisi kesehatan Felicia. Sudah sekitar dua belas jam lebih mereka tidak beristirahat tidur sejak memasuki maze. Ares merasa bersalah. Namun, ketika melihat semangat Felicia yang membara, dia sendiri tidak tega melakukannya.
Di kedai itu, Felicia berdampingan dengan seorang minotaur bertubuh kecil. Memakai jubah hitam dengan tudung yang dipakai untuk menutupi wajahnya.
“Felicia, apa kau haus?” Tanya Ares.
“Ya,”
Ares pun pergi ke meja pembeli untuk mengambil segelas air putih. Felicia merinding menatap orang disampingnya. Seperti ada yang aneh.
“Namamu Felicia, kan? Apa kau pernah menyesali sesuatu?” Tanya sosok berjubah hitam di sampingnya.
Felicia terkejut. Seseorang misterius disampingnya tahu namanya dan menanyakan hal yang aneh. Menyesali sesuatu? Ya, pernah. Ketika rumahnya diserang pasukan khusus dan dia tidak bisa berbuat apa apa melihat kedua orang tuanya yang kesakitan.
__ADS_1
“Pernah. Karena aku lemah,” Kata Felicia pelan.
“Jadi, begitu. Kalau begitu kuizinkan kau memasuki maze keenam. Selamat jalan,” Kata sosok misterius itu.
“Siapa kamu?” Tanya Felicia penasaran.
“Siapa aku, bukankah hal hang penting. Kau akan mengetahuinya nanti,” Kata sosok misterius itu yang segera pergi ketika Ares kembali membawakan Felicia segelas air putih.
Setelah minum segelas air putih dan memakan beberapa cuil roti kering di kedai teh itu, Felicia tertidur di bahu Ares. Kantuknya tak bisa lagi di tahan. Akhirnya, Ares memilih berada di kedai itu selama dua jam lebih. Lalu, keluar dengan menggendong Felicia di punggung.
Ares bertekad menggendong Felicia menuju ke maze selanjutnya.
****
Bimbang menyelimuti Ares dan Felicia. Mereka seperti terseaat dalam maze ke enam. Mereka sudah sepuluh kali menemui jalan buntu. Puluhan kali terkena jebakan maze. Dan berputar-putar kembali ke titik yang sama beberapa kali. Felicia mendesah kecewa. Sudah dua hari mereka di dalam maze Labirin Zelinekia.
Jebakan yang menjebak mereka semuanya tidak tanggung-tanggung. Mulai dari pisau pemotong, jurang berjarum, lontaran panah, ayunan kapak, bola batu, dinding penghimpit, jebakan pemotong kaki, dan serangan api dari langit-langit maze.
Felicia tak habis pikir semua ini dapat terjadi. Semua ini benar-benar jebakan kuno maze yang sangat mematikan. Siapa pun bisa terbunuh dengan mudah di sini. Felicia mulai letih dan sedih.
Apa yang terjadi? Kenapa level maze di sini begitu sulit? Ares tampak lelah.
Pedang di tangan Ares sudah tampak sangat tumpul. begitu juga pedang yang ada di tangan Felicia.
Perbekalan juga hampir habis. Di dalam ransel Felicia hanya menemukan cairan warna-warni dalam botol kecil dan pistol pemberian Will . Semuanya ramuan buatan Nero. Felicia mengambil ramuan berwarna hijau yang tinggal separuh botol. Felicia menuangkan setetes ke tubuh Ares. Dan setetes ke tubuhnya sendiri.
Ramuan itu seperti seperti potion energi dan menambah nilai kehidupan. Mereka memutuskan untuk berhenti berjalan dan istirahat dengan bersandar di dinding salah satu sisi maze.
__ADS_1
Felicia terbatuk. Tubuhnya merasa lemas. Ares pun memeluknya erat-erat. Ares menggunakan tubuhnya sendiri untuk menghangatkan tubuh Felicia yang menggigil. Mereka terlalu letih setelah menghadapi berbagai jebakan mengerikan di maze ke enam ini. Maze ke enam ini sungguh di luar batas.
Felicia kini bahkan terlihat kusut dan kumal. Kaki dan tangannya penuh goresan-goresan luka yang sudah mengering. Ares membelai lembut kepala Felicia. Felicia terlelap.
Sementara pikiran Ares masih berusaha memecahkan masalah untuk menemukan jakan keluar sekaligus menyelesaikan teka teki maze ke enam ini. Ares tidak bisa berlama-lama dalam keadaan istirahat karena serangan jebakan tiba-tiba bisa datang dari segala arah.
****
Jalanan maze keenam semakin aneh. Liku-likunya seperti berubah setiap saat. Seolah dindingnya bergeser saat Ares berpindah tempat. Pendar lilin di setiap dinding mazenya juga mulai redup. Tak ada keramaian minotaur seperti pada maze keempat dan kelima.
Terdengar suara pertarungan di arah Utara. Ares pun mempercepat jalannya menuju ke arah Utara. Di sana Ares bersembunyi di balik salah satu dinding. Ares mengintip berusaha melihat kerusuhan yang terjadi. Ares menganalisis data yang dilihatnya. Pertarungan itu terjadi antara Axdiel dan Ratu Ajanta beserta ksatria putih.
Bagaimana bisa mereka sampai di sini?
Axdiel dan Thamuz tampak kewalahan. Mereka membuka portal yang membuat mereka semua beserta Ratu dan ksatria putih tersedot ke dalamnya.
Ares berlari ke arah portal yang mulai menghilang. Terlambat. Portal itu telah menghilang lebih dulu. Ares menganalisis pergerakan portal. Ke gurun. Jadi, mereka hanya memindahkan pertarungan keluar dari maze.
Tunggu, bukan Axdiel ataupun Thamuz yang membuka portal itu. Melainkan seseorang yang tidak terlibat dan ingin menjaga maze ini tetap utuh.
Ares melihat sekitar. Sosok berjubah hitam misterius ada di sana. Sosok yang belum pernah Ares lihat. Wajahnya bertopeng dengan tubuhnya penuh bekas luka bakar. Dia manusia. Jelas sekali bukan bangsa minotaur.
“Siapa kau?” Tanya Jawhead kepada sosok misterius itu.
“Aku Aldous, penjaga terkuat maze Labirin Zelinekia,” Kata sosok misterius itu.
Ares mundur selangkah. Kemampuan teknologi pembacaan datanya mengungkap bahwa Aldous adalah penjaga terkuat yang pernah diceritakan oleh Ratu Ajanta. Ratu Ajanta pernah bercerita betapa kuatnya seorang Aldous.
__ADS_1
“Ya, aku tahu. Ratu Ajanta sudah mengizinkanmu masuk. Bahkan minotaur lainnya. Tetapi Aku tidak akan membiarkanmu masuk dengan mudah,” Tegas Aldous menunjukkan seringai tajamnya yang sangat mengerikan.