Mengeja Jarak Dan Batasan

Mengeja Jarak Dan Batasan
Episode 7 Boneka Yang Tersesat A


__ADS_3

*Langkah kaki gesitnya tampak selalu riang


Selalu tersenyum tanpa patah arang


Pada siang hari dia berlari


Menepis semua kekecewaan di dalam hati


Dengan ketabahan luar biasa dia tetap di sini


Hingga anugerah itu datang sendiri


Jiwa baik itu abadi selamanya


Di dalam rangka raga boneka


Jika kau tersesat, maka tanyakan


Kepada sang boneka anggun penunjuk jalan*


Dr. Dion adalah salah satu pendiri Lab 1412, sebuah institusi yang dibuat dengan tujuan untuk membawa perdamaian di dunia ini.


Namun, karena rekan-rekan kerjanya yang jatuh dalam eksperimen senjata perusak dan pemusnah massal, dr. Dion merasa tidak punya pilihan selain pergi dan membuat proyek baru yang lebih bermanfaat dan dapat memberikan sumbangan kebaikan dan menjaga perdamaian serta kebenaran.


Dr. Dion mempertanyakan etika eksperimen terhadap manusia. Karena hal ini dr. Dion lantas berusaha menciptakan bentuk kehidupan baru, hanya dari kerangka mekanis, senar boneka kendali, dan kulit sintetis. Pada akhirnya dr. Dion benar-benar melahirkan kehidupan buatan yang baru.


Dr. Dion dengan tegas percaya bahwa cinta dan harapan adalah penemuan terbesar umat manusia, jadi dia memprogram cerita paling menyentuh ke dalam hati ciptaan barunya. Pada suatu pagi yang cerah, dr. Dion akhirnya selesai dalam pembuatan Peace Android Prototype 1.


“Ahh, akhirnya selesai,” Kata dr. Dion melihat hasil karyanya. Sang ilmuan itu tersenyum puas.


Seonggok boneka berbentuk manusia yang tampak sempurna berdiri di depannya. Begitu


menawan boneka tersebut. Senyum tipis dengan pipi merona dan rambut kecoklatan


yang anggun. Cantik untuk ukuran boneka. Teknologi canggih diterapkan pada boneka itu.


“Namanya, Angela....,” Gumam dr. Dion melihat karya di depannya ini.


Seperti malaikat, sorot mata boneka manis ini begitu teduh dan membahagiakan.


Angela mengikuti bimbingan dr. Dion, belajar keras untuk memahami dunia dan berharap


bisa memenuhi harapan dokter yang tinggi. Namun, kehidupan damai mereka bersama


pun segera terputus.


Para ilmuwan gila Lab 1412 mendengar desas-desus bahwa dr. Dion telah menciptakan jiwa yang hidup di luar tubuh manusia dan mereka tidak dapat mempercayainya.


Mereka akhirnya meyakinkan diri mereka sendiri bahwa dr. Dion telah mengkhianati mereka, menjaga pengetahuan ini pada dirinya sendiri sebelum melarikan diri. Karenanya mereka menggunakan kreasi masa lalu dr. Dion, Alpha dan Beta untuk


memburu dr. Dion dan ciptaannya.


Mereka berusaha menangkap dan ingin mengusai pengetahuan yang dimiliki oleh dr. Dion. Mereka berpikir bahwa pengetahuan milik dr. Dion dapat digunakan untuk menyempurnakan karya-karya mereka.


Saat para pengejarnya baru saja mendekati, dr. Dion menempatkan Angela ke dalam

__ADS_1


sebuah kapsul penyelamat, menginstruksikannya untuk mencari teman baiknya yaitu dr. Rooney.


Namun, ternyata kapsul penerbangan dilanda badai dahsyat yang mengerikan saat berada di tengah perjalanan, dan mendarat di sudut jauh Deolinikia. Muncul dari reruntuhan kepingan kapsul, Angela memulai perjalanannya untuk mencari dr. Rooney demi menyelamatkan ayahnya yang sedang dikejar Alpha dan Betha, serta terancam nyawanya karena diburu oleh teman-teman ilmuwan dari


Lab 1412.


****


Tiga hari tiga malam Felicia tertidur. Sementara HFFFCRISHA1 terus berlari tanpa henti dalam lebatnya hutan belantara Deolinikia. Sinar matahari tak mampu menembus lebatnya daunan kanopi hutan belantara Deolinikia.


Perdu dan semak belukar yang lebat menjadi karpet di atas tanahnya. Tanah yang basah dan lembab menjadi sifat utama tanah di belantara Deolinikia.


Derap langkah kaki HFFFCRISHA1 yang teratur kini sudah mulai lelah. Walaupun dia robot terbaik, tentu saja dia memiliki batasan. Tiga hari tiga malam HFFFCRISHA1 berlari,


menempuh ratusan kilometer dari ibu Kota Deolinikia.


Langkah kaki HFFFCRISHA1 memelan. Pandangan matanya mencari tempat yang aman untuk beristirahat, jauh dari monster serta binatang buas penghuni hutan belantara Deolinikia.


Di bawah sebuah pohon lebat, HFFFCRISHA1 duduk. Kemudian dengan hati-hati diturunkannya Felicia dari gendongan punggung. Diletakkannya Felicia pada sandaran pohon.


Felicia kecil yang tertidur pun terbangun dengan mata sembab bekas tangisan tiga hari yang lalu. Ada guratan luka di pelipis kiri Felicia, bekas darahnya sudah mengering. Pasti terkena pecahan kaca yang terlontar berhamburan saat Felicia berteriak.


HFFFCRISHA1 mengelus rambut Felicia dengan penuh kasih sayang. Jawhead yang seorang robot merasa kasihan kepada Felicia.


“Felicia sayang, maafkan aku. Aku tidak bisa membawa serta ayah dan ibumu. Aku di suruh pergi dan lari karena situasi yang sangat sulit. Keselamatan kamu menjadi nomor satu. Semoga kamu memahami semua ini Felicia. Aku sedih, kamu terlalu kecil untuk mengalami semua ini,” Kata HFFFCRISHA1 dengan nada sedih.


Andai saja HFFFCRISHA1 adalah manusia, air matanya sudah mengalir deras di pipinya. Jauh di dalam hati kecil HFFFCRISHA1 memiliki rasa kemanusiaan yang lebih besar dari siapapun.


Mata Felicia kecil tampak berkaca-kaca. HFFFCRISHA1 sudah takut kalau nanti Felicia akan menangis dan berteriak-teriak. Namun, Felicia tidak melakukannya. Air mata juga tidak menetes keluar.


“A-aku, bermimpi bertemu dengan ayah dan ibu. Mereka bilang bahwa mereka baik-baik


Suaranya habis ketika menangis dan berteriak-teriak kemarin.


“Aku berjanji akan selalu menjaga dan melindungimu. Aku tidak akan meninggalkanmu Felicia, karena kamu adalah amanat dari Sang Professor yang menciptakanku. Aku akan selalu berusaha membahagiakanmu,” Kata HFFFCRISHA1 sembari memeluk Felicia kecil dengan lembut.


Tanpa diketahui oleh HFFFCRISHA1, sebutir air mata terjatuh ke tanah. Felicia kecil


berusaha tersenyum sejak hari perpisahan itu.


Semilir angin di belantara Deolinikia, membuat mereka merasa nyaman di bawah pohon ini. Ada sepercik kedamaian walaupun duka dan kesedihan masih menempel begitu


lekat. Anak rambut di dahi Felicia melambai tertiup angin.


Ekspresinya sudah lebih baik dari kemarin-kemarin. Namun, HFFFCRISHA1 sendiri masih khawatir tentang apa yang terjadi kepada Sang Professor. Begitu pula istri beliau yang kemarin dalam keadaan mengenaskan.


HFFFCRISHA1 mendesah pelan. Dunia manusia begitu penuh dengan kejahatan. Kalau begitu dia sendiri yang harus mencari setitik kebenaran.


"Hei, aku punya satu permintaan," Kata Felicia kepada HFFFCRISHA1.


"Apa itu Felicia?" Tanya HFFFCRISHA1 kepada Felicia.


"Kode namamu terlalu sulit diucapkan, HFFFCRISHA1. Aku merasa hatiku bergetar setiap kali mengucapkannya. Aku tidak tahu kenapa," Felicia mengungkapkan perasaannya.


"Kau bisa memberiku nama Felicia, aku akan mengabulkan semua permintaanmu. Termasuk jika kamu ingin aku mengubah penampilanku," HFFFCRISHA1 dengan senang hati menawarkan semua yang dia bisa lakukan untuk membahagiakan Felicia.

__ADS_1


"Aku ingin memanggilmu Ares, bagaimana? Aku ingin kamu berubah juga. Mungkin sebagai kakakku, dua tiga tahun di atasku," Felicia mengungkapkan keinginannya.


HFFFCRISHA1 menjauh tubuhnya memerah seolah logamnya mendidih. Wujudnya berubah sedikit ramping dengan penampilan remaja dewasa.


"Ares," Felicia menitikkan air mata.


****


Setengah dari baskara sudah terbenam ketika HFFFCRISHA1 berusaha menyisir anak rambut di poni Felicia. HFFFCRISHA1 melihat penampakan bayang-bayang yang berjalan di kejauhan. Mungkin monster dan binatang buas penghuni hutan belantara Deolinikia yang bersiap untuk bersembunyi dan tidur. HFFFCRISHA1 tertegun beberapa saat memandangi langit.


Rembulan mulai muncul, netra merah milik HFFFCRISHA1 yang kini dipanggil Ares oleh Felicia menangkap secercah sinar dari bintang-bintang yang berpendar lebih terang di lekukan horizon. Bayangan formasi komulonimbus dan sirrus di atas pepohonan membentuk semacam gumpalan-gumpalan kapas yang menempel pada kanvas berwarna lembayung.


Tiba-tiba bunyi semak dan perdu yang disibak mengejutkan Ares. Suara derap langkah


aneh terdengar mulai mendekat. Dengan ketajaman indera pendengaran dan pendeteksi bahaya, Ares menganalisis bunyi-bunyian itu.


Suara langkah kaki yang tidak teratur. Mungkin sesosok monster penghuni hutan belantara Deolinikia. Menurut pendengaran Ares, jumlah kaki makhluk itu tidak hanya satu. Jumlah kakinya banyak, dan itulah yang membuat suara langkah kakinya tidak teratur.


“Felicia, bersembunyilah di belakangku. Sesuatu dalam jumlah banyak sedang datang kemarin,” kata


Ares kepada Felicia.


Felicia hanya menurut dan bersembunyi di balik punggung Ares.


Sekawanan Crabs, muncul dari semak belukar di depan Ares. Crabs adalah monster penghuni hutan belantara Deolinikia yang bentuknya seperti makhluk crustacea bercangkang kristal berwarna biru. Matanya merah dengan tatapan mengerikan. Tatapan mata yang tajam berburu dan membunuh.


Mungkin ada delapan sampai sepuluh ekor Crabs pada kawanan ini. Bagi Ares itu jumlah sangat kecil dan mudah dibasmi. Namun, dari belakang pepohonan muncul sesosok Lord didampingi seekor turtle.


Lord adalah penguasa di hutan belantara Deolinikia ini dengan kata lain memiliki kekuatan yang sangat kuat. Sedangkan turtle hampir setara tetapi menjadi peliharaan dan wakil dari Lord. Ares kebingungan dengan datangnya banyak monster ke tempat ini.


Bukankah dia tadi tidak melakukan apa-apa? Dia juga tidak menimbulkan suara-suara keras yang dapat mengusik mereka. Ares bahkan tidak menyerang mereka. Apa yang


membuat monster berdatangan?


Pikiran Ares jatuh termenung dalam pusaran pertanyaan di tengah banyak monster yang


mengepungnya.


Luka guratan di pelipis kanan Felicia yang darahnya sudah mengering. Apakah itu? Jadi,


monster tertarik dengan bau darah manusia? Astaga, Ares telah ceroboh memilih tempat di sini.


Sementara itu, Alice di balik punggung Ares ketakutan melihat banyak monster aneh dengan bentuk-bentuk yang menyeramkan.


Pertarungan tak dapat lagi dicegah. Dengan semangat menjalankan tugas Ares tak pernah merasa lelah. Dia sudah memberondong para Crabs dengan misilnya sejak tadi. Separuh dari Crabs itu sudah tumbang penuh luka. Di belakangnya Lord dan turtle juga mulai menyerang.


Ares tidak hanya canggih dan bergantung pada misil dan tembakan peluru, Ares memiliki skill pertarungan jarak dekat dengan baik pula. Refleks Ares untuk menangkis dan mengelak sungguh menakjubkan untuk ukuran robot sebesar Ares.


Satu tendangannya saja sudah cukup untuk memecahkan cangkang kristal dari para Crabs. Dua Crabs tumbang lagi dan Lord juga terbental tiga meter ke belakang.


Ares terus melakukan perlawanan yang heroik, hingga semua Crabs telah tumbang. Namun, ketika Ares lengah dari belakang ayunan kapak sang Lord mendarat di punggung Ares. Ares terpental dan terkapar lima meter dari sang Lord.


Felicia berlari mendekati Ares yang sedang bangkit.


Kondisi ini sangat sulit. Satu serangan saja dari seorang Lord mampu melumpuhkan

__ADS_1


bahkan membunuh hero terbaik sekalipun.


Felicia mengambil pedang yang terselip di pinggang Ares.


__ADS_2