Mengeja Jarak Dan Batasan

Mengeja Jarak Dan Batasan
Episode 8 Boneka yang Tersesat B


__ADS_3

Sebenarnya untuk melawan Lord kita harus memakai strategi kerja sama dengan banyak hero untuk mengalahkan seorang Lord. Hal itu akan efektif untuk mengalahkan Lord jika dilakukan. Felicia berdiri gemetar di samping Ares dengan sebilah pedang di tangannya.


Felicia tak tahu harus bagaimana lagi. Dia harus membantu Ares.


Sementara turtle tetap mengeluarkan api dari mulutnya untuk membakar Ares. Namun, api itu tidak tepat sasaran karena Ares segera menghindar. Tepat setelah api itu habis, Felicia maju ke depan dengan mengayunkan pedangnya.


Cringg!!!!


Tidak seperti keajaiban yang diharapkan oleh Felicia. Pedang itu tidak bisa menembus cangkang turtle. Pedang Felicia terpental beberapa meter dari tempatnya. Felicia jatuh terduduk dan ngeri menatap turtle yang hendak menerkamnyanya.


Ares dari kejauhan berusaha mendekati Felicia yang dalam bahaya. Misilnya juga sudah habis sejak tadi ketika dia memilih menggunakan kemampuan bela dirinya. Ares yang kehabisan energi dan peluru hanya bisa mengelak, menghindar, dan menangkis serangan dari dua monster tingkat S di depannya ini.


Felicia menutup mata dengan tubuh tegang ketika turtle di depannya berjalan mendekat untuk menerkamnya.


Brukkkkk!!!


Ares telah berada di depan Felicia menahan terkaman turtle dengan tangan kosong. Tubuh Ares berderit halus. Entah apa yang dipikirkan Felicia, dia mengambil pedang yang tadi digunakannya.


Tatapan Felicia tak lagi bisa diartikan. Rasa takut itu telah melebur bersama kepedihan hatinya. Dengan mantap Felicia menebaskan pedang pada kepala turtle yang sedang ditahan oleh Ares.


Darah turtle itu muncrat ke mana-mana, sementara kepala yang terpenggal menggelinding di dekat kaki Ares. Ares segera mendorong tubuh turtle yang tak bernyawa itu.


Ares senang melihat Felicia yang telah melupakan rasa takutnya. Akhirnya mereka berdua bisa bekerja sama melawan monster-monster hutan belantara Deolinikia.


Tetapi walaupun mereka telah bekerja sama melawan monster, mereka tetap kewalahan karena monster terlalu banyak. Sedangkan keadaan mereka masih terlalu letih karena pelarian dari Ibukota selama tiga hari tiga malam. Serangan mereka terasa tak berarti sama sekali.


Ares kalah akan ukuran dan energi terhadap Lord dan turtle. Felicia juga semakin lelah, tebasan pedangnya semakin tak bertenaga. Di samping itu Felicia juga khawatir terhadap Ares. Tubuhnya kadang-kadang berasap mengeluarkan deritan halus seperti hendak luluh lantak. Felicia tidak ingin kehilangan siapapun lagi di sini.


“Tidak akan Felicia! Aku akan selalu melindungimu! Apapun yang terjadi!” Teriak Ares seolah mendengar apa yang dikatakan Felicia dalam hati.


Perasaan mereka terhubung oleh suatu ikatan genetik yang memang ditanamkan pada tubuh robot Ares. Ares selalu bisa memahami perasaan Felicia. Dengan sekuat tenaga Ares memberikan serangan-serangan pada turtle dan Lord. Jiwa Ares dan Felicia sedang terancam.


Pertarungan tidak seimbang itu berlangsung sengit dan tidak terkendali. Pihak minoritas selalu terdesak dan terus mengalami kerusakan yang parah.


Dari kejauhan sesosok gadis anggun dengan bentuk tubuh sempurna layaknya boneka, manusia buatan itu merasa iba kepada seorang robot yang melawan monster secara habis-habisan hanya untuk melindungi anak manusia kini lelah bertarung.


Maka sang boneka anggun pun berlari ke tengah peperangan menunjukkan skillnya yang hebat dan luar biasa untuk melengkapi peran robot Ares di depannya yang menjadi tank. Peran sang boneka anggun sebagai support ternyata membuahkan hasil. Sementara itu, dengan kepekaan tinggi Felicia menjadi assasin.


Perlahan tapi pasti, dibantu oleh skill dari sang boneka anggun, turtle sudah terbunuh. Lord masih terus menyerang dan semakin marah ketika turtle terbunuh. Gerak lincah dari sang boneka anggun sangat luar biasa untuk mengecoh Lord.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk benar-benar selesai menghancurkan seorang Lord. Kerja sama tim dari Ares, Felicia, dan sang boneka anggun menjadi serangan kombinasi yang sangat bagus.


Sang boneka anggun tersenyum dan berjalan mendekati Ares yang sedang diselimuti rasa lega tiada banding. Felicia merasa sangat tertolong karena kini tubuhnya begitu letih dan sakit. Gadis ini seperti penyelamat yang datang di saat-saat yang tepat.

__ADS_1


“Hallo, apa kau baik-baik saja?” Tanya sang boneka anggun kepada robot Ares.


“Terima kasih, kau telah membantu banyak. Kupikir aku akan hancur jika kau tidak datang tepat waktu. Seharusnya aku bisa melakukan semua ini tetapi misil dan peluruku habis. Bela diriku terlalu menghabiskan banyak energi. Sementara energi pada tubuhku telah kugunakan untuk berlari selama tiga hari tiga malam tanpa berhenti,” Jelas Ares panjang lebar.


Ares seperti Felicia, dia merasa nyaman dengan sosok boneka anggun di depannya ini. Jadi, sangat leluasa sekali untuk bercerita banyak.


“Jadi, begitu ceritanya. Aku ikut prihatin dengan keadaan kalian. Jadi, aku memutuskan untuk menolong kalian. Eh, sebelumnya perkenalkan namaku Angela, ya seperti yang kau lihat. Aku adalah robot berbentuk boneka manusia. Aku berada di sini untuk melakukan pengembaraan dalam sebuah tugas mencari seseorang.


Dahulu nasibku sama dengan kalian, aku tersesat di hutan belantara Deolinikia ini ketika kapsul yang membawaku terkena badai dan jatuh. Aku adalah boneka yang tersesat tetapi aku tahu setiap inchi dari hutan belantara Deolinikia ini. Kebetulan sekali aku melihat kalian dalam bahaya,” Kata sang boneka anggun yang mengaku bernama Angela di depan Ares.


Angela, dia benar-benar seperti malaikat penyelamat.


“Angela, perkenalkan aku Ares. Dan yang di sampingku adalah Felicia. Aku juga sedang dalam tugas yang sangat penting, yaitu menjaga Felicia. Aku berasal dari Ibukota Deolinikia. Kami melarikan diri dari sana karena terjadi banyak kejahatan yang tidak manusiawi.


Namun, orang tua Felicia tertinggal di sana karena mengalami luka yang parah akibat kejahatan dari pasukan khusu milik pemerintah Deolinikia,” Jelas Ares kepada Angela.


Angela mengangguk. Sementara Ares menyuruh Felicia untuk berkenalan dengan Angela. Wajah Felicia tampak sumringah senang melihat Angela. Angela menjabat tangan Felicia dengan lembut, seolah Angela bukanlah robot melainkan manusia sungguhan.


Melihat anak manusia yang masih muda di samping Ares dengan keadaan yang pastinya letih dan sakit, Angela merasa tidak tega. Dia berniat akan menuntun mereka berdua ke arah tujuan yang diinginkan.


“Terima kasih kamu sudah mau menolong kami,” Kata Felicia.


“Ya, bagiku menolong orang yang kesusahan adalah bagian dari kebaikan,” Kata Angela kepada Felicia dan Ares.


“Setelah ini kalian akan ke mana?” Tanya Angela.


“Bagaimana kalau aku menemani kalian? Kalian belum tahu jalannya kan?” Angela memberikan tawaran kepada Ares dan Felicia.


“Benarkah kau mau membantu kami?” Tanya Felicia dengan wajah berbinar.


Felicia tak menyangka akan bertemu seseorang yang baik sekali di tengah hutan belantara ini.


“Ya, tentu saja. Aku juga ingin membeli beberapa perlengkapan di kota kerajaan,” Jawab Angela dengan jelas.


“Terima kasih,” Kata Ares dan Felicia bersamaan.


“Hari sudah malam, kukira kita bisa bermalam di sini dan melanjutkan perjalanan besok pagi,” Kata Angela.


Malam itu, akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat dan tidur lebih awal karena besok mereka akan melanjutkan perjalanan.


Serangga malam mulai menampakkan diri. Kunang-kunang berterbangan. Suara burung hantu mengisi sunyinya malam. Sedangkan lolongan anjing hutan dan serigala sesekali menyentak tidurmu.


****

__ADS_1


Cahaya matahari sudah jatuh di pucuk-pucuk tertinggi pepohonan. Daun memantulkan sinar itu ke penjuru yang lain. Seolah bergerak dengan anggun, cahaya matahari memperlebar area yang dikenainya.


Rerumputan yang mulai terkena pelebaran cahaya itu tambah berkilauan. Ya, karena banyak tetes embun di pucuk rerumputan. Cahaya dibiaskan dan menambah kesan estetik tersendiri bagi yang mau menikmatinya.


Musim dingin di Deolinikia telah berakhir.


“Ayo kita segera berangkat,” Kata Angela kepada Ares dan Felicia.


“Ya, itu ide yang bagus,” Kata Ares yang mulai melemaskan sendi-sendi robotnya yang kaku.


Felicia digendong oleh Ares karena keadaannya yang semakin buruk.


Angela dan Ares mulai berlari ke arah Selatan. Satu tujuan mereka yaitu Kerajaan Zelinekia.


Dalam benak Angela di berpikir kalau perjalanan ini tinggal membutuhkan beberapa jam dengan kecepatan lari seperti ini. Kemungkinan mereka akan sampai di Kerajaan Zelinekia senja hari. Itu saat yang bagus untuk menyaksikan Kerajaan Zelinekia di kala senja. Angela tersenyum.


****


Dari kejauhan tampak gerbang besar yang ditunggui oleh dua penjaga raksasa dengan bentuk monster. Ketika jarak sudah memendek, akhirnya Ares bisa mendeteksi kalau yang menjadi penjaga gerbang adalah minotaur. Angela tidak memelankan larinya. Dia tampak sudah biasa dengan penjaga-penjaga gerbang itu.


Akhirnya Angela dan Ares berhenti tepat di depan gerbang dan mendapatkan sambutan hangat dari kedua minotaur.


“Selamat datang di gerbang utara. Gerbang paling luar dari Kerajaan Moniyan,” Ucap kedua minotaur itu bersamaan.


Satu minotaur berbulu hitam dan satunya berbulu cokelat. Mereka tampak sama persis hanya warnanya saja yang beda. Monotaur berbulu hitam bersenjata sebuah kapak besar. Sedangkan minotaur berbulu cokelat memiliki senjata berupa gada besar.


“Angela, siapa tamu yang kamu bawa?” Tanya minotaur berbulu hitam.


“Mereka adalah orang-orang tersesat di dalam hutan belantara. Mereka berasal dari Ibukota Deolinikia. Aku membantu mereka saat terjebak dalam pertarungan melawan monster penghuni belantara,” Jelas Angela.


“Oh, jadi begitu. Kalau begitu perkenalkan, aku Ardin dan yang satunya adalah Ardan. Kami saudara,” Kata minotaur berbulu cokelat.


“Namaku Ares dan yang berada di belakangku adalah Felicia. Kami lari dari Ibukota Deolinikia karena di sana sedang terjadi kejahatan besar yang mengorbankan kedua orang tua Felicia. Tujuan kami ke sini adalah sesuai amanat ayah Felicia, Professor Arion untuk meminta bantuan dan perlindungan dari Sang Ratu,” Jelas Ares.


Kedua minotaur itu mengangguk dalam. Mata mereka yang tajam menatap ke gendongan Ares. Tampak gadis kecil berusia belasan terkulai lemah.


“Sungguh kasihan sekali nasib kalian,” Kata Ardan si bulu hitam. Ardan dan Ardin berpandangan lalu mengangguk lagi.


“Kalau begitu kami mengizinkan kalian untuk masuk ke Kerajaan Zelinekia. Selamat jalan,” Kata keduanya bersamaan sembari membukakan pintu gerbang.


“Terima kasih,”


Angela bersama Ares masuk ke dalam. Mereka langsung di sambut sebuah jalan setapak yang berasal dari batu pualam. Di kanan dan kiri masih berupa hutan. Mereka langsung berlari kembali untuk mencapai kota kerajaan.

__ADS_1


Dua tiga jam kemudian, deretan hutan pepohonannya semakin jarang. Semakin ke dalam mulai banyak ditemukan perkampungan. Ada lahan pertanian juga di sana. Hari hampir senja ketika mereka sudah masuk ke kota kerajaan.


Istana besar Kerajaan Zelinekia tampak begitu mempesona. Senja seperti menjadi bacground dari istana Kerajaan Zelinekia. Matahari tenggelam di balik istana Kerajaan Zelinekia.


__ADS_2