
Ketika kamu mencari kebenaran
Pergilah menuju ke tempat yang terang
Di sebuah tempat yang agung
Berlantai pualam dan bertiang kristal
Lambang pada kain yang dikibarkan,
Berarti sebuah cita perdamaian
Sabda sang ratu adalah petunjuk
Ksatria adalah perisai dan pedang kebenaran
Di benua Deolinikia ini, terdapat sebuah kerajaan ras majemuk yang bernama Zelinekia. Kerajaan yang diperintah oleh seorang ratu manusia semenjak sang raja terdahulu meninggal.
Seharusnya sang putra mahkotalah yang harusnya menggantikan sang raja. Namun, di hari kelahirannya, sang putra mahkota menghilang. Keluarga kerajaan sebagian mengatakan kalau sang putra mahkota diculik atau di bunuh oleh seseorang.
Pada kamar sang putra mahkota terdapat jejak cakaran dan darah. Semua itu membuat keluarga kerajaan bertanya-tanya. Peramal mengatakan kalau sang putra mahkota diculik oleh demon dan dijadikan penerus raja demon di kerajaan demon.
Namun, di balik semua itu, dibalik misteri dan huru-hara yang terjadi pada kerajaan ini, rakyat tetap berusaha menjaga keadaan agar tetap damai. Semua berusaha ikhlas dengan segala peristiwa yang terjadi.
Meninggalnya sang raja kemudian, tak menyurutkan semangat rakyat hingga diangkat Putri Ajanta menjadi ratu. Putri Ajanta sudah dikenal sebagai sosok yang santun dan pandai. Oleh karena itu, rakyat tidak ragu menjadikan Putri Ajanta menjadi ratu pemimpin Kerajaan Zelinekia.
Kehidupan berjalan dengan damai walaupun kadang-kadang sering terjadi serangan dari demon secara tiba-tiba. Serangan biasanya dipimpin oleh seorang pangeran demon bernama Axdiel yang didampingi panglima kegelapan yaitu Thamuz.
Ratu Ajanta merasa yakin kalau Axdiel adalah saudaranya yang menghilang saat lahir itu. Ratu yakin kalau Axdiel adalah putra mahkota yang hilang. Pada pertemuannya yang kesekian kalinya Ratu Ajanta mengatakan kepada Axdiel bahwa dia berjanji akan membawa kembali saudara laki-lakinya itu.
Ratu Ajanta membawa Kerajaan Zelinekia pada tingkat kesejahteraan yang sejati. Dia membuat banyak perubahan berarti pada seluruh struktural dan fungsional kerajaan.
Seperti pada persiapannya untuk menangkap dan membawa pulang pangeran. Sang ratu mengangkat lima orang perwira untuk menjadi ksatria kerajaan. Mereka akan menjadi kekuatan utama Kerajaan Zelinekia. Mereka adalah Selly, Nero, Kagaya, Will, dan Max Tiger. Mereka hadir dengan senjata terbaru yang sangat mempesona.
Dari kelima orang yang menjadi ksatria kerajaan, yang paling istimewa bagi ratu adalah Nero. Nero diasuh oleh ratu sejak kecil.
Mungkin begitulah sedikit keadaan yang perlu diketahui dari Kerajaan Zelinekia.
Tak perlu ada kebencian untuk mewujudkan keinginan. Tak perlu ada rasa kesal untuk melakukan sesuatu. Tak perlu ada murka dalam segala permasalahan. Kita hanya perlu kedamaian.
****
Angela dan Ares berjalan beriringan memasuki kota kerajaan. Suasana begitu ramai. Namun, semuanya berjalan baik-baik saja. Tidak ada kerusuhan.
__ADS_1
Kota Kerajaan Zelinekia sudah menerapkan sistem modern seperti pada Ibukota Deolinikia. Namun, unsur klasik dan kunonya masih sangat kental sehingga kota kerajaan terlihat sangat unik dilihat dari manapun. Felicia terkulai lemas di gendongan Ares ikut menatap suasana kota. Felicia dengan setengah sadar menikmati pemandangan kota ini.
Jalan-jalan setapak di kota kerajaan hampir mirip dengan jalan setapak dari gerbang terluar. Batu pualam yang mengkilap dan dingin ketika kaki berjalan di atasnya. Jalanan semakin lebar ketika kami sampai di depan halaman istana. Sebagai tamu yang baik kami menyapa beberapa prajurit yang bertugas.
Kami berhenti di depan pintu besar istana.
“Felicia, Ares aku tidak bisa menemani kalian lagi. Aku harus pergi,” Kata Angela berpamitan kepadaku dan Ares.
“Maaf telah merepotkanmu. Sekali lagi terima kasih atas semua pertolongan yang diberikan,” Kata Ares.
“Apakah kita akan bertemu lagi?” Tanya Felicia dengan rasa sesak di dada.
Felicia merasa akan ditinggal oleh orang yang berharga lagi. Walaupun Felicia belum lama mengenal Angela, Felicia merasa kalau dia sangat nyaman di dekat Angela.
“Felicia, kita mungkin akan bertemu lagi entah kapan. Aku selalu menjelajah di hutan belantara Deolinikia dan mungkin sesekali aku ke sini. Aku juga sering ke Ibukota Deolinikia.
Tergantung di mana aku berada. Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja. Sampai jumpa di lain waktu,” Kata Angela sembari mengelus kepala Felicia.
Angela lalu pergi meninggalkan Felicia dan Ares dengan wajah dihiasi senyuman.
Setelah kepergian Angela, Felicia dan Ares menuju pintu utama istana. Sebenarnya, mereka sadar kalau penampilan mereka sungguh tidak layak memasuki halaman kerajaan.
Baju Felicia yang kumal dan tubuh Ares yang berlepotan lumpur serta tanah hutan. Selain itu, beberapa bagian tubuh Ares juga bergores dan rusak. Penampilan yang sama sekali tidak sedap untuk dipandang.
Perwira itu seorang laki-laki yang menenteng sebuah tas biola dengan kelengkapan senjata sebuah pistol. Wajah tampannya tampak memesona siapapun yang melihat. Senyumannya yang bersahabat membuat siapapun nyaman berlama-lama bicara dengannya.
****
Namanya Will.
Peperangan yang terjadi antara Zelinekia Empire melawan bangsa Southern Mountains bangsa Elf membuat sosok Will dijemput oleh Imperial Army. Ternyata tujuan tersebut adalah mengamankan sosok anak yang telah ditinggal kedua orang tuanya untuk dikirim ke
Kerajaan Zelinekia.
Bagi seorang anak yatim, tempat tersebut memberikannya dua pilihan. Kedua pilihan tersebut adalah menjadi seorang Demon Hunter atau perwira yang bertugas mengabdi kepada kerajaan seumur hidup.
Namun, Will mengambil langkah yang mengejutkan. Will memilih menjadi seorang ksatria.
Saat disuruh memilih, dia justru mengambil
biola dan senjata. Meski tampak tidak mewakili kedua pilihan, langkah tersebut
justru menandakan bahwa sang penembak jitu siap mengemban kedua tugas tersebut.
__ADS_1
Ketertarikan Will terhadap musik memang sudah dia perlihatkan ketika mendengarkan suara biola di sana. Sosoknya yang biasa terlihat dingin menjadi berubah. Dia mulai menunjukkan rasa ketertarikan terhadap berbagai hal ketika ayunan biola dimainkan.
Keputusannya dalam memilih kedua benda tersebut karena dirinya sangat benci akan peperangan dan iblis yang telah merenggut keluarga dan rumahnya. Sementara biola dianggap sebuah benda yang sangat berarti karena dapat menenangkan dirinya dari pengalaman buruk yang dimilikinya.
Justru Will menggunakan dua benda tersebut sebagai kombinasi yang mengejutkan. Biola yang dia ambil ternyata digunakan untuk melantunkan nada-nada buruk yang dapat
membuat musuhnya kehilangan fokus. Setelah itu, barulah dia menghabisi musuh-musuhnya dengan senapan andalannya.
Keputusan yang dipilih Will juga memiliki makna bahwa dirinya akan mengabdi kepada Zelinekia Empire.
****
Laki-laki itu mendekati Felicia dan Ares yang sedang bingung dengan luasnya istana Kerajaan Zelinekia. Saat berjalan, rambutnya bergerak-gerak. Bibirnya juga mulai melengkung mengulas senyum.
“Selamat sore, apakah ada yang bisa saya bantu?” Tanya Will kepada Felicia dan Ares.
Suaranya terdengar santun tetapi tegas. Keramahannya menambah citra gagah perkasanya.
“Kurasa kami tidak tahu jalan menuju sang ratu. Kami ingin bertemu dengan ratu,” Kata Ares.
Felicia dalam gendongan Ares berbinar melihat kakak tampan di depannya. Kesedihan ditinggal oleh Angela menguap begitu saja.
Walaupun begitu, Felicia tidak bisa bergerak banyak. Tubuhnya sakit.
“Aku bisa membantu kalian. Aku akan menunjukkan jalan menuju aula besar. Biasanya ratu sudah berada di sana sebelum makan malam,” Kata Will kepada Ares dan Felicia.
“Kau belum menyebutkan namamu. Aku Ares dan yang berada di gendonganku adalah Felicia. Kami lari dari Ibukota Deolinikia karena terancam oleh adanya kejahatan besar yang sedang terjadi di sana,” jelas Ares.
Ares seolah ingin segera akrab dengan Will.
“Namamu Will. Di sini aku sebagai ksatria putih yang berada di bawah perintah Ratu secara langsung,” Jelas Will sambil tersenyum hangat.
“Mari aku antar sekarang. Kondisi kalian sungguh terlihat buruk,” kata Will sambil berjalan masuk ke istana.
Seolah ada magnet akan wibawa dan keanggunan Will, Ares berjalan mengikutinya di belakang. Sementara di dalam gendongan, Felicia merasa kalau tubuhnya terlalu lemas. Perjalanan jauh tanpa ada asupan yang berarti membuat tubuh mungil Felicia drop secara drastis.
Saat memasuki pintu istana, pemandangan berganti dengan hamparan lantai pualam berwarna putih bersih. Tiang-tiang besar terbuat dari kristal berwarna biru cerah. Lampu kristal di setiap sudut dan langit-langit istana menambah kesan yang mengagumkan. Semakin ke dalam semakin luas.
Hingga kami menemukan pintu besar kedua. Pintunya terbuat dari kayu berukiran indah. Corak teratai dan beberapa bentuk lain yang tidak Ares pahami. Will membukanya hanya dengan menyentuhnya. Suasana yang luar biasa dengan dekorasi kristal memenuhi
seluruh ruangan ini.
Ini aula besar di mana ada sebuah singgasana dari kristal. Di sana duduk seorang ratu berparas anggun cantik jelita. Dialah sang Ratu Ajanta.
__ADS_1