
Brakk!!!
Professor Arion memukul meja dengan keras. Dia tidak terima ketika Mr. Alvaro, Perdana Menteri Pemerintahan Umum Deolinikia dan Mr. Reynard, Ketua Umum Organisasi Dawn Deolinikia memaksa Sang Professor untuk menyetujui perjanjian yang berisi tentang kesepakatan memproduksi robot android dengan articial intelligence ciptaan Professor Arion yang belum sempurna berjenis HFFFCRISHA1 secara massal.
Kata mereka ini dilakukan untuk mengokohkan pemerintahan di Deolinikia. Menurut Professor Arion, hal ini terlalu berlebihan dan berbahaya karena akan memicu banyak kejahatan di mana-mana.
“Kami akan menyediakan fasilitas dan pelayanan terbaik untuk keluarga Anda Prof, serta ada peningkatan gaji untuk Anda. Ini adalah penghargaan untuk Anda seorang ilmuan terbaik negeri ini,” Kata Mr. Reynard memberi iming-iming gaji besar pada Professor Arion.
“Saya tidak bisa melaksanakan hal ini, Tuan. Memang benar tugas saya sebagai seorang ahli dan ilmuan adalah untuk menciptakan sesuatu yang baru dan bermanfaat untuk makhluk dunia, tetapi saya juga harus mempertimbangkan keamanan, serta ketertiban dalam penggunaannya,” Professor Arion berusaha mengelak dari serangan ucapan Mr. Reynard.
“Kau salah paham Professor Arion, ini semua juga dilakukan demi kebaikan pemerintahan di Deolinikia ini,” Sergah Mr. Reynard.
“Kau telah berjasa untuk negara dengan menyetujui hal ini,” Lanjut Mr. Alvaro berusaha membujuk Professor Henry.
Dua lawan satu, Professor Arion mulai merasa kondisi yang tidak nyaman di sana
“Saya pikir, dengan menyetujui hal ini hanya akan menguntungkan satu pihak saja. Pemerintahan akan semakin kuat, lalu bagaimana dengan nasib rakyat di Deolinikia?” Professor Arion memberi argumentasi yang tegas.
“Mereka akan baik-baik saja selama mereka menaati aturan negara ini,” Kata Mr. Alvaro dengan tegas.
“Kalau begitu rakyat tidak akan memiliki kesempatan untuk mengungkapkan pendapat serta mendapatkan hak-haknya! Kita manusia yang harus memiliki kemanusiaan! Lihat, kita ini kaum pendatang yang sudah membinasakan dan menghancurkan kaum demon.
Kita telah merebut hak mereka atas Deolinikia! Kita tak mempedulikan perasaan orang lain, tidak peduli keadaan lingkungan di luar sana. Kita seperti manusia yang tak memiliki hati,” Kata Professor Arion akhirnya mantap dengan prinsipnya.
Binar mata kedua orang di depannya seketika padam. Hawa ketegangan dan ketidaknyamanan mulai terlihat membuncah. Rahang Mr. Alvaro mengencang, dia jelas tidak suka dengan kata-kata Professor Arion.
Mr. Reynard hanya mendengus pelan. Mereka berdua tidak menyangka bahwa Professor Arion akan kukuh pada pendiriannya seperti ini. Iming-iming harta ternyata tidak mampu meluluhkan pemikiran Professor Arion.
“Professor, aku tahu kau yang terbaik di negeri ini. Namun, kali ini saya akan secara tegas meminta Anda untuk menyetujui keputusan kami. Tidak boleh ada penolakan dan tidak boleh ada yang membantah,” Kata Mr. Alvaro kemudian dengan nada tegas dan mengancam.
__ADS_1
“Bagaimana kalau aku menolak?” Tanya Professor Arion dengan nada menantang.
Professor Arion sudah tidak tahan berada dalam tekanan dua orang tnapa hati di depannya ini.
“Kami punya cara yang bagus untuk membuatmu setuju,” Mr. Reynard tersenyum jahat kepada Professor Henry.
“Apa?” Professor Arion semakin tidak tahan dengan suasana ini.
“Kami akan terpaksa akan mengambil hal yang berharga bagimu,” Mr. Alvaro tersenyum.
“Keluargamu,” Desis Mr. Reynard menambahkan kalimat Mr. Alvaro.
Keluargamu.
Kata itu terngiang dan terulang berkali-kali dalam benak Professor Arion. Mata Professor Arion memanas, tubuhnya kaku. Kedua tangan Professor Arion terkepal erat. Ingin sekali dia menutup mulut dan memberi pelajaran pada kedua orang di depannya.
Keluarga kecilnya adalah harta paling berharga. Apalagi sang permata hati yang baru saja berusia lima tahun. Suasana masih dalam keadaan bahagia menyambut si kecil.
“A-aku, tidak tahu. Kalian begitu memaksa, aku akan berusaha untuk sepakat dengan kalian,” Kata Professor pelan.
“Baguslah Professor Arion, dengan begini tujuan kami tercapai dan kamu dapat hidup enak. Eh, tetapi Anda harus ingat kalau ancaman tadi akan tetap berlaku kalau saja Anda melakukan kesalahan dan berusaha menolak kami,” Kata Mr. Alvaro dengan nada penekanan.
Rapat itu selesai dengan gumpalan besar kekecewaan di hati Professor Arion. Felicia kecil masih berumur lima tahun, dia harus lebih berhati-hati. Namun, dia juga ingat kalau dia harus menyelamatkan rakyat Deolinikia.
Professor Arion pulang dengan berbagai pikiran yang berkecamuk di dalam otak. Sebenarnya dia punya rencana untuk melakukan sesuatu agar tidak terjadi kesalahan dan kejahatan.
Professor Arion memberi syarat kepada para pimpinan itu memberikan waktu kepadanya sampai kontrak habis dan dia berhasil menyempurnakan HFFFCRISHA1. Tentu saja untuk mengulur waktu dan mempersiapkan segala rencananya.
***
__ADS_1
Professor Arion terduduk di kursi teras. Sementara memandangi kolam ikan yang berisi ikan-ikan emas. Professor merasa dirinya terjebak dalam perangkap dan penjara kolam seperti ikan emasnya. Bimbang dan tak ada pilihan lain yang bisa dilakukan.
Kesibukan masih tampak di Laboratorium, mereka sedang memperbanyak suku cadang dan bagian-bagian inti robot. Mereka tetap melakukannya walaupun usaha pemutakhiran teknologinya belum sepenuhnya sempurna.
Hidup hanya seperti mesin penghasil uang dan menuruti hawa nafsu. Manusia di sini kehilangan kemanusiaannya. Professor Arion tak habis pikir, kini manusia sama saja dengan para demon. Keserakahan dan kerakusan mereka telah mewarnai kehidupan ini.
Senja mulai tiba ketika kabut musim dingin turun menutupi satu meter di atas tanah Deolinikia. Hawa dingin mulai merasuk walaupun cuaca terang. Kabut-kabut terhembus, jiwa-jiwa yang tersesat di Deolinikia mulai bangkit ketika musim dingin tiba.
“Sayang, apa yang sedang kau pikirkan? Bagaimana dengan hasil rapat tadi? Kenapa kau begitu murung?” Istri Professor Arion bertanya sembari memberikan secangkir kopi panas untuk suaminya. Cahaya mata yang teduh dari seorang istri membuat hati Professor Arion semakin damai.
“Ya, mereka memaksaku untuk menyetujui proyek ini dikembangkan secara massal. Sungguh tidak logis dan tak bisa di nalar. Jika teknologi ini diproduksi secara massal maka akan banyak sekali kejahatan yang terjadi di negeri ini,” Kata Professor Arion sambil mendengus pelan.
Helaan napasnya terdengar berat. Professor Arion lelah.
“Sayang, aku yakin kau bisa mengatasi semuanya. Aku akan selalu mendukungmu dan memberimu bantuan. Kau harus bersabar dan lebih semangat lagi untuk menjalani apa yang kamu yakini, selama kita berada di jalan kebenaran,” Kata sang istri memberikan nasihat kepada professor Arion.
“Terima kasih. Kau selalu menjadi seseorang terbaik yang pernah kumiliki. Kau sungguh setia, aku janji akan melindungi keluarga kecil kita ini,” Kata Professor Arion sambil tersenyum manis memandangi istrinya.
Istrinya mengangguk juga dan tersenyum kepada Professor Arion.
Professor Arion menyesap kopinya. Lezatnya seperti suasana senja hari ini. Manis gulanya seperti senyum dan kesetiaan istrinya. Keluarga ini, tempat paling berharga. Diskusi terakhir ini tak akan menyurutkan tekad Professor Arion, tidak akan mengubah prinsip miliknya.
“Di mana Felicia?” Tanya Professor Arion penasaran.
“Dia ada di kamar, tertidur. Tadi sudah makan duluan. Bagaimana kalau kita makan malam bersama? Aku sudah menyiapkan beberapa makanan kesukaanmu,” Kata istri Professor Arion dengan berbinar.
Sang suami mengangguk dan keduanya pun masuk ke dalam rumah. Semilir angin bertiup dari Selatan, dari altar suci Deolinikia. Membawa pesan-pesan untuk para penduduk Deolinikia tentang hikmah musim dingin.
Sementara di rumah ini, keluarga kecil sedang dalam keadaan damai penuh kehangatan.
__ADS_1
Tidak ada bentang alasan jika hati kita mampu melampaui segala batasan.