Mengejar Surga

Mengejar Surga
Menari-nari


__ADS_3

Waktu terus berlalu hingga sudah dua bulan Leonore meninggalkan kediaman William. Pria ini sudah seperti tidak terurus semenjak kepergiannya.


Kedua orang tuanya bahkan sampai kewalahan melihat perubahan yang dialami William. Mami tidak bisa mengubah semua sifat William sampai Rachel harus kembali ke luar negeri untuk menemui kekasihnya.


"William, apa yang kau lakukan?!" pekik mami.


"Memangnya apa yang aku lakukan mami?" jawab William datar lalu kembali minum.


"Hentikan itu William, kau sudah menyakiti dirimu sendiri." Mami mengambil alih minuman wine tersebut dari tangan William.


"Berikan kepadaku wine itu mami," ucap William sambil merebut kembali wine itu namun tidak bisa.


"Diam kau William, seharusnya kamu jangan melakukan ini karena itu Leonore mungkin bisa jadi meninggalkanmu," sentak mami.


"Tidak mungkin mami, aku bahkan sudah lembut kepadanya namun apa yang kudapat ia pergi," ucapnya sambil mengusap wajahnya yang kusam.


"Kembalilah seperti dulu nak, mami tidak bisa melihatmu seperti ini hanya karena wanita. Kamu bahkan dulu tidak seperti ini ketika Rachel berselingkuh namun berbeda dengan Leonore." William ternyata baru menyadari itu perasaanya yang telah berubah ketika Leonore tiba-tiba hadir dalam hidupnya.


William langsung bangkit dari duduknya dia menatap keluar membayangkan Leonore terakhir kali mengantarnya ke kantor.

__ADS_1


"Aku pria bodoh mami," ujarnya.


"Tidak! Dirimu hanya lemah saja William karena cinta yang sudah kau bangun," balas mami lembut.


"Lalu, di mana Leonore saat ini mami?" pekiknya.


Mami hanya bisa berusaha untuk menenangkan putra semata wayangnya itu. Sebagai orang tua melihat seorang anak sedang terpuruk namun tidak bisa melakukan apapun.


"Leonore kembalilah nak, mami ingin mengatakan sesuatu kepadamu," batin mami.


Sebuah desa terpencil wanita yang sudah menjelma sebagai ibu hamil sedang menikmati momen tersebut di bawah sinar matahari.


"Hai anak bunda sedang di sana?" tanya Leonore pelan.


Ia tertawa kecil di sana seorang diri mengobrol sendirian hingga Danur dan kekasih ya.


"Aku kasihan melihatnya sendirian dalam keheningan, bagaimana kalau kita kembalikan Leonore ke rumah mewah itu?" usul ya.


"Jangan sampai itu terjadi, kau tidak tahu pria yang bernama William itu tidak akan pernah bisa memaafkan orang orang yang membuatnya menderita." Lina melotot kekasih ya itu ternyata takut juga.

__ADS_1


Mereka berdua hanya bisa melihat Leonore dari kejauhan sambil memantau perkembangan kandungannya.


Leonore kembali masuk ke dalam dengan wajah yang terlihat berseri-seri. Langkahnya terhenti karena melihat Danur dan Lina saling menyatu.


Ia bergetar padahal dia dulu melakukan itu bersama dengan William tapi dalam keadaan tidak sadar.


"Pria itu sedang apa ya?" ucapnya sambil mengusap perutnya.


Mereka berdua saling bertanya dalam diri masing-masing sampai tidak menyadari kalau cinta sudah tumbuh.


Berbeda dengan Rachel mendalam kehidupan dan begitu bebas tidak memperdulikan William sama sekali.


Suara musik menari-nari begitu kuat hingga cahaya lampu yang menyala Rachel sama sekali tidak peduli tangan para lelaki terus menggoda agar mau bersamanya menari.


"Mau ikut dengan saya Nona. Minum sepertinya bagus untuk berkenalan?" tawar pria itu penuh dengan kesabaran.


"Baiklah," balas Rachel lalu mengikuti pria itu karena dia juga sudah capek menari.


Pria itu menuangkan ke gelas namun tanpa sepengetahuan Rachel dia sudah memasukkan sesuatu di dalam sana.

__ADS_1


__ADS_2