Mengejar Surga

Mengejar Surga
Pernikahan


__ADS_3

Keluarga besar William bersuka cita menyambut kedatangan sepasang suami istri itu.


Tidak terkecuali dengan ibu William langsung membawa menantunya itu masuk ke dalam pelukan hangat.


''Maaf ibu tidak tahu mengenai kondisi mas selama ini menantu?" ucap ibu William sedih.


''Bu, seharusnya Leonore yang mengatakan itu karena menutupi kebenarannya,'' lirihnya.


''Tidak nak. Ibu yang tidak becus mendidik William dan kamu yang mengalaminya.'' Kedua wanita itu yang berbeda usia menangis sambil berpelukan.


William sebagai pria tidak kuat melihat dua wanita yang sekarang dia cinta itu rapuh.


''Aku minta maaf Bu,'' lirih William.


''Sudahlah! Sekarang semuanya kita sudah berkumpul ayo jangan lagi di luar menantu!" ajak ibu.


''Ya bu,'' balas Leonore.


Tiba-tiba ponsel William berdering alisnya naik melihat nama Indra tertera di sana.


''Mau apa Indra tiba-tiba menghubungiku?" batinnya.


''Halo Will, kau sekarang di mana?" tanyanya.


''Rumah! Memangnya kenapa?" tanya William.


''Bisa kau membantuku sekarang untuk memberikan pelajaran kepada seseorang?" William terkejut mendengar ucapan sahabatnya itu.


''Siapa?" tanya William terkejut.


''Calon adik ipar mu Will, ayolah bantu aku untuk membuatnya lunak?" William langsung mengangguk cepat hari ini dia benar-benar bahagia sekali.


Leonore dinyatakan sembuh sementara Indra begitu asik mengajar calon masa depannya.


''Mami pasti akan bahagia mendengar kabar ini,'' serunya.


Mami terkejut melihat kedatangan William ke kamar ya dengan senyuman.


''Mami, boleh kita bicara sebentar?" ucapnya.


''Apa itu? Sepertinya kau bahagia sekarang?" kekeh mami.


''Ya, mengenai Indra.'' Wajah mami langsung berubah mendengar nama Indra.


''Apa anak bodoh itu barulah kembali?" William langsung geleng-geleng kepala agar mami tidak berpikiran yang tidak-tidak mengenai sahabatnya itu.

__ADS_1


''Bukan mami, tadi Indra hubungi ibu kalau saat ini sekarang dia sudah memiliki seorang calon istri.'' Mami langsung terkejut senang bukan main mendengarnya.


''Wanita mana yang beruntung itu bisa menaklukkan batu Indra?" tanya tidak sabar.


''William hari ini akan menemui mereka berdua mami, mohon doanya supaya hubungan Indra berjalan dengan lancar.'' Mami merestuinya dengan baik hal ini merupakan yang sudah ditunggu nya selama ini.


''Ya nak, pergilah temui Indra. Mami akan menjaga istri muda juga anakmu.'' William langsung meninggalkan kamar mami setelah mendapatkan izin.


Begitu bahagianya keluarga besar William kabar bahagia sekaligus datang.


Namun alis William naik karena Indra menyuruhnya datang ke rumah sakit tempatnya tadi bersama dengan Leonore melakukan pemeriksaan.


''Apa-apaan kau Indra mengajakku datang ke sini?" tanya William tidak suka.


''Jangan berpikiran yang tidak tidak Will, ikuti saja apa yang kukatakan. Wanita ini begitu sulit untuk ditaklukkan!" potong Indra.


''Siapa wanita itu sampai kau harus melakukan drama ini?" tanya William penasaran.


Sebelum menceritakan tentang mengenai perawat itu, Indra memberitahukan apa yang telah dialaminya barusan.


Pria tampan itu langsung tertawa terbahak-bahak tidak peduli orang-orang melihat mereka berdua aneh.


''Kau masuk ke ruang kamar itu?" tanya William lalu tertawa lagi.


''Aku tidak akan mengampuni wanita itu Will. Akan ku nikahi dia lalu ku berikan pelajaran!" dengus ya.


''Aku makan membuat rekor muri kalau Indra akan segera memiliki seorang anak banyak.'' William tersentak mendengar ucapan Indra.


Memangnya segampang itu membuat anak? Namun pria itu kembali tertawa terbahak-bahak berharap Indra tidak melakukan apa rencananya ini.


''Jangan sampai mami nanti turun tangan mengenai pernikahanmu ini Indra?" tawanya.


''Semua karena wanita itu William, dia tidak tahu kalau aku di sini adalah seorang CEO?" ucapnya.


''Trus maumu apa sekarang?" tanya William.


''Bisa besok kami berdua langsung menikah?" William sedang minum langsung merasakan tenggorokannya tersendat.


''Kau jangan gila sekarang Indra?! Mana ada wanita yang mau menikah denganmu hanya berkenalan singkat. Apalagi dirimu dibawa ke ruangan itu?" tunjuk William.


Indra ngeri melihat ruangan itu namun kedua bola matanya menangkap perawat yang mengerjainya tadi.


''Itu dia Will! Kau bisa melakukannya untukku kan?" tanya Indra.


''Sepertinya kita membutuhkan bantuan mami Indra,'' ucapnya.

__ADS_1


''Mami? Kalau mami sampai turun tangan nanti wanita itu tidak akan mau Will,'' tambahnya.


''Jangan khawatir mengenai itu karena tadi aku sudah memberitahukan semuanya.'' Indra langsung tepuk jidat kalau sahabatnya ini bocor.


''Kan belum pasti kalau dia calon menantu mami Wil. Aku hanya ingin memberinya pelajaran itu saja,'' ujar Indra.


''Kau tenanglah karena kita butuh strategi biar calon istri mu itu mau kepada pria bodoh sepertimu.'' William tertawa melihat wajah Indra yang cemberut.


''Jangan meledekku seperti itu,' e' gerutunya.


''Ya, aku hanya bercanda. Baiklah sudah ku foto nanti sekretarisku apa mencari tahu mengenai kehidupan calon istri mu itu.'' William masih menahan tawa dia geleng-geleng melihat kelakuan sahabatnya itu.


Setibanya di rumah Leonore menyambut kedatangannya.


''Dari mana?" tanya Leonore cemberut.


''Maaf, tadi aku membantu Indra di luar sana,'' balas William sambil naik ke atas.


''Soal apa itu?" tanya ya.


''Kau tahu yang merawatmu selama ini ternyata calon istri Indra. Dia membutuhkan bantuan ku untuk mendekatkan mereka berdua.'' Leonore tersenyum lebar seketika wajah cemberut itu hilang.


''Perawat itu wanita baik aku setuju kalau mereka berdua dijodohkan,'' balas Leonore.


''Kau juga menyukainya sayang?" tanya William.


''Ya, tapi ada yang membuatku merasa ada sesuatu dengan perawat itu?" ucap Leonore lagi.


''Apa itu?" tanya William penasaran.


''Kemarin aku mendengar dia bertelepon dengan seseorang, kalau kedua orang tuanya di desa mengalami krisis keuangan. Lalu, Minggu depan dia akan melakukan pernikahan terhadap juragan di sana.'' William langsung meraih ponselnya memberitahukan kabar ini kepada Indra.


''Apa Will?" tanyanya malas.


''Kalau kau benar-benar mencintai perawat itu segera bawa dia ke pelaminan. Besok kau tidak akan menemukannya lagi!" pekik William.


''Apa?" Indra tersentak kaget langsung berdiri.


''Perawat itu besok akan menikah Indra lebih tepatnya di desa Maju.'' William langsung menceritakan semuanya apalagi informasi yang didapat dari sekretaris menambah penjelasannya.


Indra langsung berangkat malam itu juga tanpa memikirkan kesehatannya. Tiba-tiba saja pikirannya tertuju kepada perawat yang sudah membuatnya kesal hari ini.


''Dia tidak boleh menikah besok, aku adalah pria yang boleh menikahinya,'' gerutu Indra.


''Will, apa kau yakin Indra bisa sampai tepat waktu?" tanya Leonore cemas.

__ADS_1


''Tenanglah, orang-orang ku ada di desa itu kebetulan mereka belum meninggalkan area pembangunan homestay milik kita sayang. Indra pasti bisa tiba di sana dengan waktu yang tepat.'' Leonore mengangguk mengerti mudah-mudahan saja Indra bisa menyelamatkan pujaan hati ya itu dari orang yang tidak sama sekali mencintai wanitanya.


''Perawat tunggu aku jangan menikah!" teriak Indra lalu melakukan mobilnya dengan kecepatan yang begitu tinggi.


__ADS_2