Mengejar Surga

Mengejar Surga
Mamah Yang Terbaik


__ADS_3

Tidak lama kemudian hasilnya keluar William belum mau menemui Leonore karena perasaannya diselimuti dengan kesedihan.


''Bagaimana aslinya dok?" tanya William takut.


''Tuan bisa melihatnya sendiri.'' Dokter tersebut menyerahkan selembar kertas kepada William.


William langsung terkejut melihat hasilnya ternyata positif kalau baby adalah buah hatinya.


Dia jatuh ke lantai tidak menyangka sekarang dirinya menyandang sebagai seorang ayah.


''Bagaimana hasilnya Will?" tanya mamah khawatir.


''Baby anakku mah. Ternyata selama ini Leonore menyembunyikan baby kami,'' ucapnya kebingungan.


''Tenanglah! Leonore pasti memiliki alasan kenapa menyembunyikan dirinya selama ini dari kita.'' Mamah membantu William berdiri seharusnya dia yang terkejut namun ternyata putranya lemah.


''Dok, apa kami bisa masuk ke dalam?" tanya William karena sudah tidak sabar lagi untuk menemui sedia orang yang dia cintai itu.


''Silahkan Tuan, Nona sudah siuman dari tadi.'' William langsung menerobos masuk ke dalam melihat Leonore sedang menyusui baby boy.


''Leonore,'' ucapnya pelan nyaris tidak terdengar.

__ADS_1


''Kau sudah mengetahui semuanya bukan? Pria sepertimu mana mungkin tidak mau mencari tahu kebenaran?" lirihnya.


''Aku minta maaf tidak tahu kalau kau selama ini mengandung anak kita.'' William mendekat karena ingin menyentuh pertama kali sang anak.


''Jangan mendekati kami!" potong Leonore.


''Kenapa? Apa aku tidak berhak atas putra kita?" tanya William heran.


''Kau kotor tidak baik untuk baby.'' Senyuman tipis terbit dari sudut mulut pria tampan itu.


''Aku akan kembali.'' William segera bergegas keluar dari sana dengan wajah yang sumringah.


Ibunya bahkan heran melihat putranya itu tiba-tiba berubah berbeda sebelumnya.


Mamah kemudian masuk ke dalam memastikan semuanya ke baik-baik saja. Terlebih lagi dia saat ini sudah menyandang seorang nenek.


Ingin rasanya menyentuh cucu yang sudah selama ini dia tunggu. Leonore melihat kedatangan ibu mertuanya itu yang begitu baik kepadanya selama ini.


''Bu,'' lirihnya.


''Bagaimana perasaanmu sekarang nak?" tanyanya sedih.

__ADS_1


''Leonore minta maaf bu,'' ucapnya pelan.


Ibu langsung membawa Leonore masuk ke dalam pelukannya hingga terdengar suara tangisan dua wanita tersebut.


''Kamu pantas melakukan itu kepada kami sayang, selama ini kamu pasti menderita di luar sana,'' ucapnya.


''Tidak Bu, aku dirawat seseorang dengan baik mereka memperlakukan ku seperti keluarganya sendiri,'' balas Leonore.


''Ya, ibu mengerti apa yang kau katakan tapi kenapa kamu meninggalkan rumah saat itu?" tanya ibu penasaran.


Leonore menceritakan semuanya kalau kepergiannya rencana dari Rachel bahkan sampai detik ini wanita itu tetap mencarinya.


''Ibu tidak akan pernah memaafkan wanita itu nak tapi untuk sementara ini lebih baik kita fokus mengenai kesehatanmu dan juga baby.'' Leonore mengangguk mengerti dia memberikan baby boy agar digendong sang nenek.


''Dia begitu mirip dengan William.'' Leonore hanya bisa tersenyum tipis dia masih memikirkan jawaban untuk pria itu mengenai hadirnya putra mereka dalam keadaan seperti ini.


Tidak lama kemudian William masuk ke dalam dengan pakaian yang berbeda dengan wajah yang terlihat lebih segar.


''Sayang, aku sudah kembali seperti yang kau inginkan.'' Wajah Leonore seketika langsung memerah ketika mendengar ucapan kata sayang keluar langsung dari mulut William.


''Mamah ke bawah dulu untuk mengurus administrasi menantu. Kalian berdua jaga cucuku ya!" Mamah langsung meninggalkan ruang tersebut untuk memberikan mereka berdua kenyamanan.

__ADS_1


''Mamah yang terbaik,'' kekeh Wlliam karena tahu apa yang diinginkannya.


__ADS_2