Mengejar Surga

Mengejar Surga
Jangan Rebut Kebahagiaan Ini


__ADS_3

Keesokan harinya keluarga besar William berkumpul untuk melihat kehadiran anggota keluarga baru mereka.


Leonore tersenyum melihat orang-orang yang mengasihinya bahagia. Ia tidak menyangka selama ini ternyata dia berprasangka buruk terhadap keluarga William.


''Tapi di luar sana masih ada orang yang tidak menyukai keluarga ini malas,'' lirihnya.


''Kau kenapa sayang?" tanya William tidak sengaja melihat wajah Leonore sedih.


''Bisa kita dua bicara tapi jangan di sini,'' pinta Leonore.


William langsung mengangguk mengerti dia membawa Leonore ke taman menggunakan kursi roda.


Tatapan penuh cinta membuat perasaan Leonore teduh dan tenang.


''Apa yang ingin kau katakan?" tanya William penasaran.


''Soal Rachel, bagaimana keadaannya sekarang?" William langsung menghembuskan napasnya kuat tidak suka mendengar nama wanita itu lagi.


''Dia selalu membuat onar, soal dia sekarang aku tidak tahu,'' balas William.


''Kenapa? Bukankah kalian salam mencintai?" semprot Leonore.


''Leonore dengar, semenjak kepergianmu dari rumah aku tidak pernah lagi berhubungan dengannya,'' ujar William.

__ADS_1


''Kenapa?" tanya Leonore penasaran.


William menarik napas kuat lalu menatap Leonore begitu dalam berharap wanita di hadapannya ini mengerti apa yang dikatakannya.


''Rachel telah menjatuhkan dirinya kepada komunitas berada di luar negeri Leonore. Dia bukan wanita baik-baik sekarang karena itu aku tidak menyukainya.'' Kedua bola mata Leonore terbuka lebar tidak menyangka Rachel mampu melakukan itu sementara William begitu mencintainya.


''Jadi, karena itu Rachel menyembunyikan keberadaanku selama ini karena tidak mau.'' William langsung mengangguk dia menggenggam tangan Leonore yang dingin.


''Kita buka lembaran baru ya, kebahagiaanku sudah lengkap sekarang dengan kehadiran kalian berdua,'' pinta William.


''Aku tidak berjanji William.'' William menaikkan alisnya tidak suka mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Leonore.


''Dari kemarin sepertinya kamu memberikan isyarat kepada aku ada sesuatu yang tidak ku tahu, apa itu Leonore?" tanya William berusaha untuk tetap tenang.


''Aku tidak menyukaimu seperti ini Leonore. Aku mohon terbukalah untukku sekali ini saja agar bisa semua kesalahanku selama ini aku tebus,'' mohon William.


''Aku sakit Will.'' William langsung beranjak lalu mundur beberapa langkah.


Tatapannya tidak bersahabat mendengar pengakuan Leonore barusan.


''Apa maksudmu Leonore?" tanya William.


''Dokter dianogsa ada sesuatu di kepalaku.'' William langsung membawa Leonore masuk ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Dia tidak mau wanita yang sudah membuatnya berubah total mengalami hal yang buruk.


''Kalau itu memang ada aku akan berusaha untuk mengobati mu Leonore, itu janjiku kepadamu,'' bisik William.


''Aku minta sesuatu kepadamu boleh?" William melepaskan pelukannya menatap lekat wajah pucat itu.


''Apa itu?" tanya William penasaran.


''Jangan beritahu keluarga mengenai kondisiku, aku tidak mau mereka ikut sedih dengan keadaanku sekarang ini,'' pinta Leonore.


William semakin tidak kuat mendengar permintaan Leonore padahal mereka baru saja berkumpul namun berita yang tidak mengenakan membuatnya jatuh ke dasar.


''Aku mengerti.'' William kembali membawa Leonore masuk ke dalam pelukannya.


Sebagai seorang pria dewasa baru pertama kali dia menitikkan air matanya.


Kehadiran mereka berdua disambut keluarga dengan baik ibu William langsung membantu naik ke atas tempat tidur.


"Bagaiman perasan mu sayang?" tanya mamah.


"Sudah lebih baik mah," jawabnya lalu melihat William yang murung.


"Hari ini kamu sudah bisa kembali ke rumah, kita semua akan rayakan kepulanganmu sekaligus memberitahukan seluruh dunia kamulah menantuku satu-satunya." Leonore hanya bisa tersenyum tipis ia senang akan hal itu namun keadaannya saat ini yang membuatnya sedih.

__ADS_1


"Tuhan, jangan rebut kembali kebahagiaan ini," batin William lalu mengusap air mata ya tiba-tiba lolos.


__ADS_2