Mengejar Surga

Mengejar Surga
Sepuluh Menit Lagi


__ADS_3

Indra menatap Amora agar mempercayainya kalau dia bukanlah pria miskin.


''Amora percaya denganku kalau aku adalah pria baik-baik bukan seperti yang mereka katakan,'' ucap Indra.


''Aku tidak mau mendengar ucapanmu karena dari pertama kita bertemu tidak enak.'' Amora langsung membuang wajahnya ke samping tidak mau melihat Indra.


Perasaannya begitu sakit sebentar lagi dia kan dikirim ke luar negeri sesuai dengan hukum adat di desa ini.


''Kau sekarang tidak bisa ngapa-ngapain pria aneh. Sekarang tibalah saatnya kau mendapatkan hukuman karena sudah berbuat tidak baik terhadap tunangan ku!" ujar Lam.


''Bisa berikan aku waktu sedikit karena ada yang ingin mau aku tanyakan?" tahan Indra.


''Apa itu?" tanya Lam sambil menaikkan dagu Indra.


''Apa alasan kalian mengirim Amora keluar negeri?" Lam melepaskan tangannya dari sana lalu menarik Amora secara paksa berdiri di hadapan Indra.


''Lihat wanita yang kau sentuh ini. Dari dulu dia belum pernah ada yang menyentuhnya tapi kau melakukan terlebih dahulu.'' Indra merasa senang sekali karena dia adalah pria pertama terhadap Amora.

__ADS_1


''Lalu?" tanya Indra lagi.


''Kau penasaran sekali ternyata mengenai Amora ya?" ledek Lam.


''Sebelum kalian melakukan sesuatu kepada aku ada baiknya aku mengetahuinya terlebih dahulu karena Amora adalah cinta pertama ku.'' Amora terbelalak mendengar ucapan Indra.


''Hentikan! Kau tidak berhak mengatakan itu?!" pekik Amora karena tidak mau mendapatkan masalah lebih lagi.


''Kenapa? Aku memang mencintaimu semenjak kita berdua bertemu di rumah sakit,'' balas Indra santai.


''Tuan, aku mohon jangan lakukan itu kepada orang tuaku cukup aku seorang,'' pinta Amora memohon.


''Jangan seperti itu di hadapan pria ini Amora, di mana harga dirimu?" sentak Indra.


Namun Amora tidak peduli yang penting kedua orang tuanya selamat dari hukuman adat desa.


''Hukum aku Tuan, kumohon apapun yang anda katakan akan kulakukan.'' Amora benar-benar pasrah kali ini karena perbuatan Indra.

__ADS_1


''Apapun? Baiklah aku akan mengabulkan yang kau minta Amora. Ingat detik ini juga kau layani aku, pengawal bawa dia ke rumah pribadiku!" perintah Lam.


Indra terkejut bukan main kali ini dia melihat Lam tidak akan bermain-main lagi. Amora hanya bisa menangis pasrah apapun yang akan dilakukan Lam terhadapnya demi kedua orang tua.


''Stop! Jangan bawa Amora kalau tidak kalian akan berurusan dengan pihak berwajib!" bentak Indra.


Lam tidak peduli malah tertawa terbahak-bahak pihak berwajib bahkan tunduk kepadanya bagaimana mungkin merasa bisa memberikan hukuman terhadap dirinya.


''Dan kau, tidak akan pernah kembali lagi ke kota,'' bisik Lam.


Amora ditarik masuk ke dalam dan diikuti Lam sambil tertawa terbahak-bahak. Para warga bahkan tidak bisa berbuat apapun karena tidak memiliki kekuatan.


''Anak muda kalau kau memang mencintai putri kami tolong selamatkan dia, kami mohon nak!" Ibu Amora menangis tidak kuasa melihat putrinya diperlakukan seperti itu di hadapan ya.


''Bagaimana ini? William bahkan belum sampai ke sini sementara Amora sudah dibawa masuk ke dalam?!" Indra bingung apa yang akan dilakukan.


Banyak pengawal yang mengelilingi ya menunggu hukuman tiba untuk ya. Indra melihat arloji di pergelangan tangan ya masih sepuluh menit lagi kedatangan William.

__ADS_1


__ADS_2