Mengejar Surga

Mengejar Surga
Kau Mencintai William


__ADS_3

Leonore sama sekali tidak menaruh curiga keluar dari rumah karena keberadaan Rachel membuat kepalanya sakit.


"Lihat saja nanti Leonore, kau akan mendapatkan hadiah di tengah jalan," tawanya lalu kembali ke kamar untuk menunggu berita baik.


Diam-diam ternyata pelayan mendengar ucapan Rachel sempat terkejut namun juga terlambat karena Leonore sudah tidak terlihat.


"Semoga Nona baik-baik saja," batinnya.


Pelayan tidak tahu harus berbuat apa karena keadaannya dilema dia hanya bisa berdoa.


Leonore terus menyusuri jalan yang sepi karena rumah William begitu jauh dengan kota.


"Hai Nona, mau ke mana?" tanya seseorang.


"Saya mau ke kota Tuan," balasnya lalu kembali jalan.


"Tunggu! Saya tidak pernah melihatmu di sini sebelumnya?" tanya ya.


"Saya orang baru Tuan," jawabnya.


"Bagaimana kalau aku mengantar mu ke kota karena dari sini cukup jauh jika jalan kaki," ujar ya.


Leonore menimbang apa yang dikatakan pria itu apalagi saat ini kondisinya sedang mengandung.


"Apa tidak merepotkan anda Tuan?" tanya Leonore halus.

__ADS_1


"Tidak! Kebetulan aku juga mau ke kota hendak menjemput kedua orang tuaku." Leonore akhirnya mengangguk lalu masuk ke dalam mobil.


"Terima kasih Tuan," balas Leonore.


"Nanti saja katakan ucapan terima kasih kalau sudah sampai tempat," ucap pria itu.


"Apa maksud pria ini?" gumam Leonore.


Tidak ada obrolan lagi mereka berdua larut dalam pikiran sampai Leonore tidak menyadari kalau mereka berdua tidak menuju ke kota.


"Tuan, apa kita tidak salah jalan?" tanya Leonore berusaha tetap tenang.


"Dari sini adalah jalan pintas menuju ke kota, aku tidak menyukai jalan alternatif karena terlalu bising," balas pria itu.


Mobil akhirnya berhenti hingga tatapan pria itu menjadi menakutkan. Leonore merasa ada yang aneh dengan pria di hadapannya ini.


"Kau mengenal Rachel?" tanyanya.


"Maksud anda Rachel kekasih Tuan William?" Pria itu mengangguk.


"Dia menyuruhku untuk membawamu ke sini." Seketika tubuh Leonore bergetar ternyata ia dijebak.


"Anda mau apakan saya Tuan?" tanya Leonore pelan dan pasrah.


"Kau mau aku apakan?" balik tanya pria itu.

__ADS_1


"Kalau aku meminta untuk dilepaskan tentu anda tidak mau tapi kalau aku mengatakan lakukan apa yang anda ingin lakukan, bagaimana?" Pria itu tertawa kecil mendengar tawaran Leonore.


"Apa kau membenci Rachel?" Leonore geleng-geleng kepala karena ia sama sekali tidak menaruh dendam kepada siapapun.


"Tidak," balasnya singkat.


"Aku membencinya karena Rachel terobsesi kepada William. Pria itu kayak raya sementara aku hanya seorang koki kecil sebuah restoran asing," ucapnya.


"Anda mencintai Nona Rachel?" tanya Leonore memberanikan diri.


"Kau mencintai William?" Leonore memilih membuang wajahnya ke samping.


Ia sama sekali tidak tahu bagaimana dengan perasaannya saat ini. Terlebih lagi calon buah hatinya bersama dengan William telah tumbuh.


"Cinta itu sekarang sudah tumbuh Tuan, di sini," tunjuknya ke arah perut itu yang masih rata.


"Kau hamil?!" pekik pria itu.


"Ya, tapi tidak ada yang tahu termasuk William," tangisnya sesenggukan.


"Astaga kalau sudah seperti ini aku mana tega membuatmu hilang selamanya," gusar ya.


"Lakukan saja Tuan, aku sudah siap menerima apa yang anda ingin lakukan kepada ku karena itu, aku menceritakan kepadamu agar tahu kondisi ku saat ini," tambahnya.


Pria muda yang bernama Danar mengusap wajahnya berulang kali. Dia bingung hendak ingin melakukan apa dengan Leonore.

__ADS_1


__ADS_2