
Leonore tidak mau dibawa kembali ke rumah Walliam mengingat kelakuan Rachel dan dia yang tidak peduli dengannya.
Tatapan William tertuju ke perut Leonore dia terkejut bukan main pikirannya kemana-mana karena selama ini mereka sudah pisah.
"Will, Leonore sepertinya kalian butuh ruang untuk bicara," ucap Indra hati-hati.
"Aku tidak bisa bicara dengannya lebih baik aku kembali ke desa," balas Leonore takut.
"Tunggu! Leonore aku tahu apa yang kau rasakan saat ini tapi berikan aku kesempatan sekali!" pinta William memohon.
"Leonore, William membutuhkanmu karena selama ini dia berusaha keras untuk mencari keberadaanmu," tambah Indra.
"Apa kalian berdua kerjasama?" tanya Leonore kesal.
"Tidak!" jawab William dan Indra bersamaan.
Leonore membuang napasnya kuat lalu duduk karena tidak kuat untuk berdiri lama.
"Anda mau mau bicara apa dengan saya? Anda tahu kalau saat ini saya sedang mengandung butuh istirahat banyak." William sedih melihat kondisi Leonore saat ini.
__ADS_1
Indra langsung ke luar memberikan mereka berdua ruang agar masalah selesai.
"Akhirnya rencanaku berhasil, sekian lama mencari keberadaan Leonore akhirnya dapat juga. Si William yang enakan tinggal menikmati hasilnya," gerutu Indra.
Dibalik ini semuanya adalah rencana Indra mempertemukan mereka berdua. Indra mendapatkan informasi dari Danur mengenai keberadaan Leonore. Secepat kilat Indra langsung buntuti Leonore sedang belanja dan melakukan drama.
William otomatis terkejut mendengar berita keberadaan Leonore hanya saja dia langsung lemas setelah mengetahui kondisi istrinya itu sedang mengandung.
"Apa kabarmu?" tanya William lemas.
"Seperti yang ada lihat saya baik, tidak tertekan," sindir Leonore.
Hening tidak ada lagi obrolan hingga canggung mulai menyelimuti mereka berdua.
"Hanya itu ingin anda katakan?" tanya Leonore berusaha tegar.
"Di mana kamu selama ini tinggal lalu kenapa bisa meninggalkan rumah tanpa memberitahu kepadaku?" tanya William bertubi-tubi.
"Saya pikir kehadiranku di sana membuat semua penghuni menjadi bermusuhan. Anda tidak perlu khawatir kehidupanku sudah lebih baik sekarang," ucapnya.
__ADS_1
"Soal perutmu?" Leonore tertawa kecil mendengar ucapan William.
Malam naas itu ternyata pria di hadapannya ini sama sekali tidak mengingat kelakuannya hingga membuat dirinya mengandung. Ia harus menanggung semua beban yang telah dibuat William hingga nyawanya bahkan hampir melayang karena Rachel sangat ingin menginginkan ya.
"Anak dalam kandungan ku ini adalah milik orang lain, maaf sebelumnya aku sudah melayangkan surat cerai namun tidak ada tanggapan dari anda. Suamiku saat ini sedang bertugas keluar kota malam ini kembali, maaf aku harus pulang." Leonore langsung meninggalkan apartemen Indra membiarkan William sendirian di sana.
William tidak bisa mengatakan apapun lagi dia sungguh menyesal sudah membiarkan wanita yang sudah dia cintai menjadi milik orang lain.
Suara ribut terdengar sampai keluar hingga Indra langsung bergegas masuk ke dalam.
"Will, apa yang kau lakukan dengan apartemenku ini?!" pekik Indra.
"Apa? Semuanya sudah berakhir Indra, Leonore sudah menjadi milik orang lain," ucapnya lemas lalu duduk di lantai.
"Siapa yang mengatakan itu?" tanya Indra heran.
"Leonore sendiri Dra. Kandungannya bahkan sudah milik orang lain dan aku telat satu langkah," tambah ya.
"Siapa bilang kandungan Leonore milik orang lain?" William terkejut bukan main mendengar fakta kedua.
__ADS_1
"Apa maksudmu, Dra?" tanya William dingin.