
Mami tiba-tiba membuka kedua bola mata ya karena rencana telah berhasil.
Berulang kali mami berdehem agar aktingnya tidak ketahuan oleh Amora.
"Apa tadi yang kau katakan nak?" tanya mami pelan.
"Amora sudah ambil keputusan mau menikah dengan putra anda," ucapnya pelan.
"Serius sayang?" seru mami tanpa sadar akting ya telah hilang.
"Mami jangan banyak bergerak dulu," peringat Amora takut sesuatu terjadi kepada mami.
"Maaf mami terlalu bersemangat akhirnya anak bandel itu menikah juga," ucap mami lega.
"Tapi saya hanya anak seorang petani Nyonya tidak pantas dampingi putra anda." Mami melihat wajah Amora memelas.
"Indra mana?" tanya mami sambil melihat pintu.
"Tuan muda ada di luar Nyonya," balas Amora.
"Panggil dia ke sini agar kalian dua menikah detik ini juga." Kedua bola mata Amora terbelalak.
Ia sama sekali ada keseriusan terhadap Indra baru dia bawa dari ibukota ke desa tanpa ada waktu jedah hanya untuk menemuinya.
__ADS_1
"Katakan, kalian sudah menikah atau tidak?" tanya mami.
"Mami bicara apa? Kami tidak kemana-mana kog," sahut Indra.
"Detik ini juga menikah fiks kalian menikah." Semua terkejut mendengar ucapan mami beda dengan Indra hanya senyum-senyum.
Amora langsung memutuskan untuk menikah dengan Indra ketimbang memiliki masalah lagi.
"Satu bulan menikah aku akan secepatnya mengurus cerai. Anggap saja aku sudah balas Budi," batin Amora.
"Sayang, kau sedang memikirkan apa?" panggil Indra sambil senggol tubuhnya.
"Bukan apa-apa," lirihnya.
Pertemuannya dengan Indra yang begitu mendadak sehingga menciptakan masalah di tanah kelahirannya.
"Mami, akhirnya berhasil juga
Indra menikahi wanita yang sudah membawanya ke kamar itu." Mami dan Willian anda bisa tertawa kecil-kecilan membayangkan bagaimana nanti malam pertama mereka berdua.
Hingga malam telah tiba acara pernikahan sudah selesai menunggu esok kembali ke ibukota.
"Kenapa belum tidur?" tanya Indra ramah.
__ADS_1
"Aku masih belum mengantuk," jawab Amora gugup.
Indra tidak menyukai gelagat bahasa tubuh Amora apalagi menjaga jarak dengannya.
"Mau bercerita maka ini? Anggap saja sebagai perkenalan kita berdua." Amora mengangguk mengerti apa lagi sudah saatnya untuk lebih dekat dengan suami dadakan ya ini.
Indra berusaha untuk mendekati Amora tapi tetap saja wanita itu menolak.
"Katakan apa yang kau inginkan kecuali kita berdua pisah," ucap Indra berusaha tetap tenang menghadapi Amora yang keras kepala.
Obrolan berdua menjadi berhenti mengiyakan tidak halah menikah dengan Indra.
Malam telah tiba, suaminya makan malam bersama begitu juga dengan Letizia.
Sama sekali tidak ada obrolan hingga nasi yang berada dalam piring habis.
"Besok kita kembali ke kota jadi malam ini kailan puaskan." William mendekati mami.
"Mami, Indra minta maaf karena tidak bisa menyelesaikan masalah ku sendiri," keluh Indra.
"Mami sudah mengerti dengan kalian berdua apalagi mengangkut dengan soal cinta." Indra tertawa kecil sambil garut kepalanya yang tidak gatal.
Indra tertawa kecil tidak menyangka kamu dia saat ini sudah menikah dengan wanita yang menurutnya menyebalkan.
__ADS_1
"Nekat sekali kau Indra menikahi wanita itu tapi kalau diperhatikan lebih banyak Amora cantik juga," ucapnya pada diri sendiri lalu masuk ke dalam kamar Amora yang ukurannya tidak sama dengan milik ya di kota.
"Sayang, kau sedang apa?" Amora tersentak melihat wajah Indra.