Mengejar Surga

Mengejar Surga
Penentuan Esok Hari


__ADS_3

Indra langsung memasang badan untuk melindungi Amora karena ini sudah bagian rencananya agar pernikahan mereka berdua batal.


''Memangnya apa yang dilakukannya?" tanya balik Indra.


''Siapa kau? Beraninya menyentuh calon istriku?" tanya pria itu yang tidak lain bernama Lam.


''Amora, apa pria ini yang kau bilang calon suami mu?" tanya Indra.


Amora mengangguk dia tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun karena situasinya sangat sulit untuk saat ini.


''Amora kau akan aku hukum karena sudah melakukan hal yang tidak pantas di desa ini,'' ucap Lam marah.


''Tidak perlu melakukan hal itu karena perbuatan kami berdua sudah biasa. Kau tidak tahu kalau di kota selama ini kami berdua bahkan sudah melakukan lebih,'' ujar Indra.


Amora geleng-geleng kepala mengenal Indra bahkan belum ada dua puluh empat jam. Bagaimana mungkin mereka melakukan hubungan lebih? Indra langsung menarik Amora berada di belakangnya karena situasi sudah panas.


''Kau akan mendapatkan ganjaran ya Amora, kedua orang tuamu apaan kuberikan pelajaran,'' ancam Lam.


''Mau apa kau terhadap kedua orang tua ya?" tanya Indra ingin tahu.


''Hentikan!'' teriak Amora.

__ADS_1


''Jangan berteriak seperti itu sayang! Kalau ingin mengatakan sesuatu tenang saja!" ucap Indra sama sekali tidak ada rasa takutnya.


''Diam kau! Kalian melihat tadi tidak ada yang benar. Lam, apapun yang kau lakukan aku sudah siap.'' Amora menangis langsung meninggalkan bukit dibarengi dengan sorai warga desa.


''Tunggu Amora!" panggil Indra.


''Berhenti di sana jangan mengejar Amora, kalian bawa pria ini ke alun-alun desa!" perintah Lam.


''Kalian mau apa kan saya?" tanya Indra.


Warga desa langsung menangkap Indra karena tidak bisa membantah apa yang dikatakan Lam.


''Kau akan mendapatkan pelajaran karena sudah mengganggu calon istri Tuan Lam,'' ucap pengawal Lam.


''Diam kau?!" Pengawal Lam tidak segan-segan memberikan pelajaran kepada Indra hingga membuat pria tampan itu kesakitan.


''Kalian akan menyesali ini ingat itu,'' ucapnya sambil menahan perih.


''Makanya jangan macam-macam di sini, bawa pria ini biar besok Tuan Lam memberinya hukuman!" perintahnya.


''Baik Tuan,'' jawab mereka serempak.

__ADS_1


Sementara itu Amora sudah tiba di rumah menangis dalam pelukan kedua orang tua ya. Apa yang dilakukan Indra membawa dampak buruk terhadap keluarga ya.


''Amora minta maaf ayah, ibu sudah melakukan kesalahan,'' tangisnya.


''Sudahlah nak, ibu dan ayah sudah pasrah apa yang akan dilakukan juragan besok terhadap kita,'' lirihnya.


''Tapi Bu?" Ayah Amora langsung memotong ucapan putrinya itu.


''Katakan yang sejujurnya, apakah dia sudah melakukan hubungan lebih di kota dengan pria itu?" tanya ayah Amora dingin.


''Tidak ayah, yang dikatakan pria itu semuanya tidak benar. Aku bahkan tidak mengenalnya tapi kami baru bertemu di rumah sakit tadi siang,'' terang Amora.


''Lalu, kenapa kalian berdua begitu akrab mengobrol kalau tidak sudah mengenal lama.'' Ayah Amora memberikan foto yang diambil oleh teman-teman Dani.


Dia dan Indra tertawa lepas di bukit, Amora geleng-geleng kepala semua itu tidak benar.


''Amora tidak sedekat ini ayah, percayalah kepadaku,'' tangis Amora.


''Ayah akan mempercayai mu setelah mendengar penjelasan esok hari.'' Ayah Amora meninggalkan dua wanita itu saling menangis dan berpelukan.


''Bu, pria itu yang melakukan ini semuanya percayalah kepadaku,'' ucapnya sesenggukan.

__ADS_1


''Apa yang dikatakan ayahmu memang benar nak, biarlah esok hari menjadi penentunya.'' Kini hanya Amora seorang berada dalam kamar dalam dibalut kesedihan.


__ADS_2